Jami at-Tirmidzi — Hadis #28268
Hadis #28268
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، قَالَ قَالَ عُمَرُ الدِّيَةُ عَلَى الْعَاقِلَةِ وَلاَ تَرِثُ الْمَرْأَةُ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا شَيْئًا . فَأَخْبَرَهُ الضَّحَّاكُ بْنُ سُفْيَانَ الْكِلاَبِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ إِلَيْهِ أَنْ وَرِّثِ امْرَأَةَ أَشْيَمَ الضِّبَابِيِّ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Qutaybah, Ahmad bin Mani’, dan lebih dari satu orang meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata: Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sa’id bin Al-Musayyab, dia berkata: Umar mengatakan bahwa uang darah itu wajib bagi seorang wanita yang belum menikah, dan wanita itu tidak mewarisi apa pun dari uang darah suaminya. Al-Dahhak ibn Sufyan Al-Kalabi menceritakan hal itu kepadanya Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menulis kepadanya tentang pewarisan istri Ashim al-Dhababi dari uang darah suaminya. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik dan shahih.
Diriwayatkan oleh
Sa'eed bin al-Musayyab (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 29/2110
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 29: Warisan