Jami at-Tirmidzi — Hadis #28835
Hadis #28835
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيِّ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِبِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ " اعْلَمْ " . قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ " اعْلَمْ يَا بِلاَلُ " . قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ " أَنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنِ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلاَلَةٍ لاَ يَرْضَاهَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَمُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ هُوَ مِصِّيصِيٌّ شَامِيٌّ وَكَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ .
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas otoritas Marwan bin Muawiyah Al-Fazari, atas otoritas Kathir bin Abdullah, Atas otoritas ayahnya, atas otoritas kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW berkata kepada Bilal bin Al-Harits, “Aku tahu.” Beliau menjawab, “Saya tidak tahu wahai Rasulullah.” Dia berkata. “Ketahuilah wahai Bilal.” Beliau menjawab, “Saya tidak tahu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Barangsiapa menghidupkan kembali sunnahku yang telah mati setelah aku, maka ia akan mendapat pahala.” Perumpamaan orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi upahnya sedikit pun, dan barang siapa yang melakukan inovasi sesat yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya, maka baginya ada perumpamaan. Dosa-dosa orang yang melakukannya sama sekali tidak meringankan beban umat.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. Dan Muhammad bin Uyaynah adalah Masisi dari Syam dan Kathir bin Abdullah adalah anak dari Amr bin Awf Al-Muzani.
Diriwayatkan oleh
Kathir bin Abdullah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 41/2677
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 41: Ilmu