Sunan Ad-Darimi — Hadis #55955
Hadis #55955
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى ، حَدَّثَنَا أَبُو سُفْيَانَ ، عَنْ مَعْمَرٍ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ ، قَالَ :" تُوُفِّيَ رَجُلٌ وَتَرَكَ مُكَاتَبًا، ثُمَّ مَاتَ الْمُكَاتَبُ وَتَرَكَ مَالًا، فَجَعَلَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ ، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا بَقِيَ مِنْ مُكَاتَبَتِهِ بَيْنَ بَنِي مَوْلَاهُ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ عَلَى مِيرَاثِهِمْ، وَمَا فَضَلَ مِنْ الْمَالِ بَعْدَ كِتَابَتِهِ، فَلِلرِّجَالِ مِنْهُمْ مِنْ بَنِي مَوْلَاهُ، دُونَ النِّسَاءِ "
Muhammad bin Issa menceritakan kepada kami, Abu Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Muammar, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, beliau bersabda: “Seorang laki-laki meninggal dunia dan meninggalkan jabatannya, kemudian sang mukātib meninggal dan meninggalkan uang, maka Ibnu al-Musayyab dan Abu Salamah bin Abd al-Rahman membagikan sisa mukātābahnya kepada anak-anak majikannya, kaum laki-laki. Dan perempuan-perempuan sebagai warisannya, dan sisa uang setelah dicatat, menjadi milik laki-laki di antara mereka dari anak-anak majikannya, bukan kepada perempuan.”
Sumber
Sunan Ad-Darimi # 21/3054
Kategori
Bab 21: Bab 21