Bab 13
Kembali ke Bab
01
Sunan Ad-Darimi # 13/2223
أَخْبَرَنَا عَفَّانُ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ : عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّغِيرِ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ ".
وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ أَيْضًا : " وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ "
وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ أَيْضًا : " وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ "
Affan menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Hammad menceritakan kepada kami, atas otoritas Ibrahim, atas otoritas Al-Aswad, atas otoritas Aisyah, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: “Pena diangkat dari tiga orang, yaitu dari orang yang sedang tidur sampai dia bangun, dari anak-anak sampai dia mimpi basah, dan dari orang gila sampai dia bangun.” Dia menjadi bijaksana.” Hammad juga berkata: “Dan tentang orang bodoh sampai dia berakal.”
02
Sunan Ad-Darimi # 13/2224
أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، عَنْ عُثْمَانَ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ : بِكُفْرٍ بَعْدَ إِيمَانٍ، أَوْ بِزِنًى بَعْدَ إِحْصَانٍ، أَوْ يَقْتُلُ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ فَيُقْتَلُ "
Abu An-Numan menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Saeed, atas wewenang Abu Umamah bin Sahl bin Hanif, atas wewenang Utsman, Dia berkata: Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengatakan: “Tidak boleh menumpahkan darah seorang Muslim kecuali dalam salah satu dari tiga hal: kekafiran demi keyakinan, atau perzinahan.” setelah berperang, atau dia membunuh jiwa demi jiwa lain, dan kemudian dia akan dibunuh.”
03
Sunan Ad-Darimi # 13/2225
حَدَّثَنَا يَعْلَى ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ ، عَنْ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" لَا يَحِلُّ دَمُ رَجُلٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا أَحَدُ ثَلَاثَةِ نَفَرٍ : النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ، الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ "
Ya'la menceritakan kepada kami, Al-A'mash menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Murrah, atas wewenang Masruq, atas wewenang Abdullah, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tidak boleh menumpahkan darah orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa aku adalah Utusan Allah, kecuali satu dari tiga umat: jiwa diganti dengan jiwa, Dan laki-laki yang sudah menikah, yang berzina, yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari masyarakat.”
04
Sunan Ad-Darimi # 13/2226
أَخْبَرَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ ، عَنْ أَشْعَثَ ، عَنْ عِكْرِمَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : كَانَ صَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ وَهُوَ نَائِمٌ، فَاسْتَلَّ رِدَاءَهُ مِنْ تَحْتِ رَأْسِهِ، فتَنَبَّهَ بِهِ، فَلَحِقَهُ فَأَخَذَهُ فَانْطَلَقَ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، كُنْتُ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ، فَأَتَانِي هَذَا فَاسْتَلَّ رِدَائِي مِنْ تَحْتِ رَأْسِي، فَلَحِقْتُهُ فَأَخَذْتُهُ، فَأَمَرَ بِقَطْعِهِ، فَقَالَ لَهُ صَفْوَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ رِدَائِي لَمْ يَبْلُغْ أَنْ يُقْطَعَ فِيهِ هَذَا؟ قَالَ :" فَهَلَّا، قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَنِي بِهِ؟ "
Saad bin Hafs menceritakan kepada kami, Shayban menceritakan kepada kami, berdasarkan otoritas Asy'ath, berdasarkan otoritas Ikrimah, berdasarkan otoritas Ibnu Abbas, dia berkata: Safwan bin Umayyah sedang tidur. Di masjid, seorang laki-laki mendatanginya saat dia sedang tidur, melepas jubahnya dari bawah kepalanya, memperhatikannya, lalu menyusulnya dan membawanya ke masjid. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia berkata: Ya Rasulullah, aku sedang tidur di masjid, dan orang ini datang kepadaku dan melepas jubahku dari bawah kepalaku, maka aku mengikutinya. Lalu aku mengambilnya, dan dia memerintahkannya untuk dipotong, dan Safwan berkata kepadanya: Wahai Rasulullah, apakah jubahku belum cukup umur untuk dipotong di dalamnya? Dia berkata: “Jadi, sebelum itu.” Apakah kamu membawanya kepadaku? "
05
Sunan Ad-Darimi # 13/2227
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ ، أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، عَنْ عَائِشَةَ : أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبْعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا "
Suleiman bin Daoud Al-Hashimi memberi tahu kami, Ibrahim bin Saad memberi tahu kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Amra binti Abdul Rahman, atas wewenang Aisha: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tangannya dipotong untuk seperempat dinar atau lebih.”
06
Sunan Ad-Darimi # 13/2228
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ أَيُّوبَ ، وَإِسْمَاعِيل بْنِ أُمَيَّةَ ، وَعُبَيْدِ اللَّهِ ، وَمُوسَى بْنِ عُقْبَة ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ :" قَطَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مِجَنٍّ قِيمَتُهُ ثَلَاثَةُ دَرَاهِمَ "
Abu Nu`aym menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Ayyub, Ismail bin Umayyah, Ubayd Allah, dan Musa bin Uqba, atas wewenang Nafi’, Atas wewenang Ibnu Umar, beliau bersabda: “Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, potonglah sebuah perisai yang nilainya tiga dirham.”
07
Sunan Ad-Darimi # 13/2229
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ ، عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ، فَقَالُوا : مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟، قَالُوا : وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ؟ " ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، فَقَالَ :" إِنَّمَا هَلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهُمُ الشَّرِيفُ، تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ، أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللَّهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ، لَقَطَعْتُ يَدَهَا "
Ahmad bin Abdullah menceritakan kepada kami, Al-Layth menceritakan kepada kami, berdasarkan otoritas Ibnu Shihab, berdasarkan otoritas Urwa bin Al-Zubayr, berdasarkan otoritas Aisha: Kaum Quraisy adalah yang paling penting di antara mereka. Soal wanita tersembunyi yang mencuri. Mereka berkata: Siapa yang akan berbicara kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang dia? Mereka berkata: Siapa yang berani? Kecuali Osama bin Zaid, cinta Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian? Maka Osama berbicara kepadanya, dan Rasulullah SAW bersabda: “Apakah kamu memberi syafaat mengenai salah satu batasan yang ditetapkan oleh Tuhan?” Kemudian dia bangkit dan menyampaikan khotbah, seraya berkata: “Tetapi orang-orang sebelum kamu, jika ada yang mencuri dari mereka, mereka akan Mereka meninggalkan yang terhormat, dan jika yang lemah di antara mereka mencuri, mereka menjatuhkan hukuman kepadanya, dan demi Tuhan, jika Fathimah putri Muhammad yang mencuri, niscaya aku potong tangannya.”
08
Sunan Ad-Darimi # 13/2230
أَخْبَرَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ إِسْحَاق بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ ، عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ، عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِسَارِقٍ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا، لَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ، فَقَالَ :" مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ؟ " قَالَ : بَلَى، قَالَ : " مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ؟ " قَالَ : بَلَى، قَالَ : " فَاذْهَبُوا فَاقْطَعُوا يَدَهُ ثُمَّ جِيئُوا بِهِ " فَقَطَعُوا يَدَهُ، ثُمَّ جَاءُوا بِهِ، فَقَالَ : " اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ "، فَقَالَ : أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، فَقَالَ : " اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ "
Hajjaj bin Minhal menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ishaq bin Abdullah bin Abi Talha, atas wewenang Abu Al-Mundhir, hamba Abu Dzar, atas wewenang Abu Umayyah Al-Makhzoumi, bahwa Rasulullah SAW, dibawa bersama seorang pencuri yang mengaku, namun ia tidak ditemukan bersamanya. Dia berkata: “Menurutmu, apa yang telah kamu curi?” Dia berkata: “Ya.” Dia berkata: “Menurutmu, apa yang telah kamu curi?” Dia berkata: “Ya.” Dia berkata: “Maka pergilah dan potong tangannya lalu bawa dia.” Maka mereka memotong tangannya, lalu membawanya, dan dia berkata: “Mintalah ampun kepada Allah dan bertaubat kepadanya.” Beliau berkata: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadanya,” maka beliau berkata: “Ya Allah, bertaubatlah kepadanya.” Ya Tuhan, bertobatlah untuknya.”
09
Sunan Ad-Darimi # 13/2231
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ أَخْبَرَهُ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ "
Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa`id mengabarkan kepada kami, bahwa Muhammad bin Yahya bin Hibban mengabarkan kepadanya, atas wewenang Rafi’ bin Khadij, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh memotong buah atau memperbanyaknya.”
10
Sunan Ad-Darimi # 13/2232
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ "
Al-Hussein bin Mansour menceritakan kepada kami, Abu Usama menceritakan kepada kami, atas otoritas Yahya bin Saeed, atas otoritas Muhammad bin Yahya bin Hibban, atas otoritas seorang laki-laki dari umat-Nya, atas otoritas Rafi’ ibn Khadij, atas otoritas Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Tidak ada pemotongan buah atau kelimpahan.”
11
Sunan Ad-Darimi # 13/2233
أَخْبَرَنَا إِسْحَاق ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ ".
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Ishaq menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Yahya bin Sa’id, atas wewenang Muhammad bin Yahya bin Hibban, atas wewenang pamannya Wasi’ Ibnu Hibban, atas wewenang Rafi’ Ibnu Khadij, ia bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada pemotongan buah atau buah yang berlimpah.” Abu Nu`aym memberitahu kami, dia memberitahu kami Sufyan, atas wewenang Yahya bin Saeed, atas wewenang Muhammad bin Yahya bin Hibban, atas wewenang Rafi’ bin Khadij, atas wewenang Nabi Muhammad saw.
12
Sunan Ad-Darimi # 13/2234
أَخْبَرَنَا إِسْحَاق ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ، وَالثَّقَفِيُّ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ ".
قَالَ : وَهُوَ شَحْمُ النَّخْلِ.
وَالْكَثَرُ : الْجُمَّارُ
قَالَ : وَهُوَ شَحْمُ النَّخْلِ.
وَالْكَثَرُ : الْجُمَّارُ
Ishaq menceritakan kepada kami, Jarir dan Al-Thaqafi menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Saeed, Muhammad bin Yahya bin Hibban menceritakan kepadaku, atas wewenang Rafi’ bin Khadij, dia berkata: Aku mendengar Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: “Tidak ada pemotongan buah atau kelimpahan.”
Beliau menjawab: Itu adalah lemak sawit.
Dan yang paling penting: batu
13
Sunan Ad-Darimi # 13/2235
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ ، عَنْ أَبِي مَيْمُونٍ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" لَا قَطْعَ فِي كَثَرٍ ".
قَالَ أَبُو مُحَمَّد : الْقَوْلُ مَا قَالَ أَبُو أُسَامَةَ
قَالَ أَبُو مُحَمَّد : الْقَوْلُ مَا قَالَ أَبُو أُسَامَةَ
Saeed bin Mansour menceritakan kepada kami, Abd al-Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas otoritas Yahya bin Saeed, atas otoritas Muhammad bin Yahya bin Hibban, atas otoritas Abi Maimoon, atas otoritas Rafi' bin Khadij, bersabda: Saya mendengar Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: “Tidak ada pemotongan dalam banyak kasus.” Abu Muhammad berkata: Apa yang dia katakan. Abu Usamah
14
Sunan Ad-Darimi # 13/2236
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ ، قَالَ : أَنْبَأَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ ، قَالَ جَابِرٌ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" لَيْسَ عَلَى الْمُنْتَهِبِ، وَلَا عَلَى الْمُخْتَلِسِ، وَلَا عَلَى الْخَائِنِ قَطْعٌ "
Abu Asim memberi tahu kami, atas wewenang Ibnu Jurayj, dia berkata: Abu al-Zubair memberi tahu kami, Jabir berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Hal itu tidak terjadi pada “penjarah, penggelapan, atau pengkhianat.”
15
Sunan Ad-Darimi # 13/2237
حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ أَنَسٍ ، " أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ شَرِبَ خَمْرًا فَضَرَبَهُ بِجَرِيدَتَيْنِ "، ثُمَّ فَعَلَ أَبُو بَكْرٍ مِثْلَ ذَلِكَ، فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ : اسْتَشَارَ النَّاسَ، فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ : أَخَفُّ الْحُدُودِ : ثَمَانِينَ، قَالَ : فَفَعَلَ
Hashim bin Al-Qasim memberitahu kami, Shu'bah memberitahu kami, atas otoritas Qatada, atas otoritas Anas, “Nabi, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, membawa seorang pria yang sedang minum anggur.” Maka dia memukulnya dengan dua pohon palem. Kemudian Abu Bakar melakukan hal yang sama. Ketika Umar berada di sana, dia berkonsultasi dengan orang-orang, dan Abd al-Rahman bin Awf berkata: Batas paling ringan: delapan puluh. Dia berkata: Jadi dia melakukannya.
16
Sunan Ad-Darimi # 13/2238
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ الدَّانَاجُ ، حَدَّثَنَا حُضَيْنُ بْنُ الْمُنْذِرِ الرَّقَاشِيُّ ، قَالَ : شَهِدْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ وَأُتِيَ بِالْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَةَ، فَقَالَ عَلِيٌّ :" جَلَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ، وَجَلَدَ أَبُو بَكْرٍ أَرْبَعِينَ، وَعُمَرُ ثَمَانِينَ، وَكُلٌّ سُنَّةٌ "
Muslim bin Ibrahim memberi tahu kami, Abdul Aziz bin Al-Mukhtar memberi tahu kami, Abdullah Al-Danaj memberi tahu kami, Hudayn bin Al-Mundhir Al-Raqashi memberi tahu kami Dia berkata: Saya menyaksikan Utsman bin Affan dan Al-Walid bin Uqba dibawa, dan Ali berkata: “Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dicambuk.” Empat puluh, dan Abu Bakar dicambuk empat puluh, dan Omar delapan puluh, dan setiap tahun.”
17
Sunan Ad-Darimi # 13/2239
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ هُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ إِسْحَاق ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَاضْرِبُوهُ، ثُمَّ إِنْ عَادَ، فَاضْرِبُوهُ، ثُمَّ إِنْ عَادَ، فَاضْرِبُوهُ، ثُمَّ إِنْ عَادَ الرَّابِعَةَ فَاقْتُلُوهُ "
Muhammad bin Abdullah Al-Raqqashi memberi tahu kami, Yazid memberi tahu kami bahwa dia adalah Ibnu Zurai', Muhammad memberi tahu kami bahwa dia adalah Ibn Ishaq, Abdullah bin Utba bin Urwa bin Masoud Al-Thaqafi, atas wewenang Amr bin Al-Sharid, atas wewenang ayahnya, berkata: Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, Beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian minum, pukullah dia, kemudian jika dia datang lagi, pukullah dia, kemudian jika dia datang lagi, pukullah dia, kemudian jika dia datang lagi untuk keempat kalinya, bunuhlah dia.”
18
Sunan Ad-Darimi # 13/2240
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ هُوَ ابْنُ أَبِي أَيُّوبَ ، حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ جَابِرٍ ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" لَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَضْرِبَ أَحَدًا فَوْقَ عَشْرَةِ أَصْوَاتٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ "
Abdullah bin Yazid memberi tahu kami, Sa`id, yang merupakan Ibnu Abi Ayyub, memberi tahu kami, Yazid bin Abi Habib memberi tahu saya, atas otoritas Bukayr bin Abdullah. Ibn Al-Ashjaj, atas otoritas Suleiman Ibn Yasar, atas otoritas Abd al-Rahman, dia adalah Ibnu Jabir, atas otoritas Abu Burdah Ibn Nayyar, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Semoga Tuhan memberkati Anda Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh seseorang memukul seseorang lebih dari sepuluh pukulan, kecuali dalam batas yang ditentukan oleh Allah.”
19
Sunan Ad-Darimi # 13/2241
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ ، أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ، عَنْ جَابِرٍ : أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثَهُ أَنَّهُ زَنَى فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَنَّهُ زَنَى أَرْبَعًا،فَأَمَرَ بِرَجْمِهِ وَكَانَ قَدْ أُحْصِنَ "
Abu Asim memberitahu kami, Ibnu Jurayj memberitahu kami, Ibnu Shihab memberitahuku, atas otoritas Abu Salamah, atas otoritas Jabir: Bahwa ada seorang laki-laki dari Islam datang kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah melakukan perzinahan, maka dia bersaksi terhadap dirinya sendiri bahwa dia telah melakukan perzinahan empat kali, maka dia memerintahkan agar dia dirajam, dan dia telah tahir.
20
Sunan Ad-Darimi # 13/2242
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى ، عَنْ إِسْرَائِيلَ ، عَنْ سِمَاكٍ ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ يَقُولُ : أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ رَجُلٍ قَصِيرٍ فِي إِزَارٍ مَا عَلَيْهِ رِدَاءٌ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَّكِئٌ عَلَى وِسَادَةٍ عَلَى يَسَارِهِ فَكَلَّمَهُ، فَمَا أَدْرِي مَا يُكَلِّمُهُ بِهِ، وَأَنَا بَعِيدٌ مِنْهُ، بَيْنِي وَبَيْنَهُ الْقَوْمُ، ثُمَّ قَالَ :" اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ "، ثُمَّ قَالَ : " رُدُّوهُ "، فَكَلَّمَهُ أَيْضًا وَأَنَا أَسْمَعُ غَيْرَ أَنَّ بَيْنِي وَبَيْنَهُ الْقَوْمُ، فَقَالَ : " اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ "، ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَبَ وَأَنَا أَسْمَعُهُ، ثُمَّ قَالَ : " كُلَّمَا نَفَرْنَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، خَلَفَ أَحَدُهُمْ لَهُ نَبِيبٌ كَنَبِيبِ التَّيْسِ يَمْنَحُ إِحْدَاهُنَّ الْكُثْبَةَ مِنَ اللَّبَنِ؟ وَاللَّهِ لَا أَقْدِرُ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ، إِلَّا نَكَّلْتُ بِهِ "
Ubayd Allah ibn Musa memberi tahu kami, atas otoritas Israel, atas otoritas Simmak, bahwa dia mendengar Jabir ibn Samra berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dibawa dengan seekor kambing. Ibnu Malik adalah seorang laki-laki pendek yang mengenakan pakaian tanpa jubah, dan Rasulullah SAW sedang berbaring di atas bantal. Dia pergi ke kiri dan berbicara kepadanya, tetapi aku tidak tahu apa yang dia katakan kepadanya, dan aku jauh darinya. Ada orang di antara aku dan dia. Kemudian dia berkata: “Pergilah bersamanya dan lempari dia dengan batu.” Lalu dia berkata: “Kirim dia kembali.” Dia juga berbicara kepadanya ketika aku sedang mendengarkan, tetapi ada orang di antara aku dan dia, maka dia berkata: “Pergilah bersamanya dan lempari dia dengan batu.” Kemudian Nabi berdiri dan berdoa. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau berpidato disaat aku sedang mendengarkannya, lalu beliau bersabda: “Setiap kali kami bermobilisasi di jalan Allah, maka salah seorang di antara mereka meninggalkan seorang sahabat seperti seekor kambing yang memberi “Apakah salah satu di antara mereka ada segumpal susu?”
21
Sunan Ad-Darimi # 13/2243
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنْ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ ، وَشِبْلٍ ، قَالُوا : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : أَنْشُدُكَ اللَّهَ إِلَّا قَضَيْتَ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، فَقَالَ خَصْمُهُ وَكَانَ أَفْقَهَ مِنْهُ : صَدَقَ، اقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، وَأْذَنْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ أَتَكَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " قُلْ "، فَقَالَ : إِنَّ ابْنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى أَهْلِ هَذَا، فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَخَادِمٍ، وَإِنِّي سَأَلْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، فَأَخْبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابْنِي جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ، وَأَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هَذَا الرَّجْمَ، فَقَالَ : " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ،لَأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللَّهِ : الْمِائَةُ شَاةٍ وَالْخَادِمُ رَدٌّ عَلَيْكَ، وَعَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ، وَيَا أُنَيْسُ اغْدُ عَلَى امْرَأَةِ هَذَا فَسَلْهَا، فَإِنْ اعْتَرَفَتْ، فَارْجُمْهَا "، فَاعْتَرَفَتْ، فَرَجَمَهَا
Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Utbah, atas wewenang Abu Huraira, Zayd bin Khalid, dan Shibl berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata: Aku bersujud kepadamu demi Tuhan, maukah kamu mengambil keputusan? antara kami berdasarkan Kitab Allah, dan lawannya yang lebih berilmu darinya berkata: Dia telah mengatakan yang sebenarnya, hakimilah di antara kita berdasarkan Kitab Allah, dan izinkan saya wahai Rasulullah untuk berbicara. Maka dia berkata kepada Rasulullah SAW: “Katakanlah,” dan dia berkata: Anakku kasar terhadap orang-orang ini, maka dia berzina dengan istrinya, maka aku menebusnya. Dengan seratus ekor domba dan seorang pelayan, dan aku bertanya kepada orang-orang yang berilmu, dan mereka memberitahuku bahwa putraku harus dikenai seratus cambukan dan satu tahun pengasingan, dan bahwa istri tukang stoner ini, dan dia berkata: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, niscaya aku akan memutuskan di antara kamu menurut Kitab Allah: seratus domba dan hamba itu akan dikembalikan kepadamu dan kepada putramu.” Seratus cambukan dan pengasingan selama setahun, dan, hai Unays, lawanlah wanita yang melakukan perbuatan amoral ini, dan jika dia mengaku, lempari dia dengan batu.” Jadi dia mengaku, dan dia melemparinya dengan batu.
22
Sunan Ad-Darimi # 13/2244
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ إِسْحَاق بْنِ يَسَارٍ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ بْنِ نَصْرِ بْنِ دَهْرٍ الْأَسْلَمِيِّ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنْتُ فِيمَنْ رَجَمَهُ، قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ : يَعْنِي مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ، فلَمَّا وَجَدَ مَسَّ الْحِجَارَةِ، جَزِعَ جَزَعًا شَدِيدًا، قَالَ : فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ؟ "
Muhammad bin Abdullah Al-Raqqashi menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurayi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq bin Yasar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ibrahim al-Taymi, atas wewenang Abu al-Haytham bin Nasr bin Dahr al-Aslami, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Saya termasuk orang yang melemparinya dengan batu. Abu Muhammad berkata: Yaitu Ma'iz bin Malik. Ketika dia menyadari bahwa dia sedang menyentuh batu-batu itu, dia menjadi sangat khawatir. Dia berkata: Jadi kami telah menyebutkan hal itu kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dia berkata: “Jadi, apakah kamu akan membiarkan dia sendirian?”
23
Sunan Ad-Darimi # 13/2245
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي زَائِدَةَ ، عَنْ دَاوُدَ ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" انْطَلِقُوا بِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ، فَارْجُمُوهُ ".
فَانْطَلَقْنَا بِهِ إِلَى بَقِيعِ الْغَرْقَدِ ، فَوَاللَّهِ مَا أَوْثَقْنَاهُ وَلَا حَفَرْنَا لَهُ، وَلَكِنْ قَامَ فَرَمَيْنَاهُ بِالْعِظَامِ وَالْخَزَفِ وَالْجَنْدَلِ
فَانْطَلَقْنَا بِهِ إِلَى بَقِيعِ الْغَرْقَدِ ، فَوَاللَّهِ مَا أَوْثَقْنَاهُ وَلَا حَفَرْنَا لَهُ، وَلَكِنْ قَامَ فَرَمَيْنَاهُ بِالْعِظَامِ وَالْخَزَفِ وَالْجَنْدَلِ
Muhammad bin Issa menceritakan kepada kami, Yahya bin Abi Zaida menceritakan kepada kami, atas otoritas Dawud, atas otoritas Abu Nadra, atas otoritas Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Pergilah bersama Ma’iz bin Malik dan lempari dia dengan batu.” Jadi kami membawanya ke Baqi al-Gharqad, dan demi Tuhan, apa Kami mengikatnya dan tidak menggalinya, tetapi dia berdiri dan kami melemparkan kepadanya tulang-tulang, pecahan tembikar, dan kerikil.
24
Sunan Ad-Darimi # 13/2246
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ، فَاعْتَرَفَ عِنْدَهُ بِالزِّنَا، فَرَدَّهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ جَاءَ الرَّابِعَةَ فَاعْتَرَفَ،" فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحُفِرَ لَهُ حُفْرَةٌ فَجُعِلَ فِيهَا إِلَى صَدْرِهِ، وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَرْجُمُوهُ "
Abu Nu`aym memberitahu kami, Bashir ibn al-Muhajir memberitahu kami, Abdullah ibn Buraydah memberitahuku, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku sedang duduk bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Kemudian seorang laki-laki bernama Ma’iz bin Malik mendatanginya dan mengaku kepadanya tentang perzinahan. Dia menegurnya tiga kali, lalu datang. Keempat, dia mengaku, “Kemudian Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar sebuah lubang digali untuknya, lalu dia dimasukkan ke dalamnya setinggi dadanya, dan dia memerintahkan orang-orang untuk melemparinya dengan batu.”
25
Sunan Ad-Darimi # 13/2247
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ مِنْهُمْ وَامْرَأَةٍ قَدْ زَنَيَا، فَقَالَ :" كَيْفَ تَفْعَلُونَ بِمَنْ زَنَى مِنْكُمْ؟ ".
قَالُوا : لَا نَجِدُ فِيهَا شَيْئًا، فَقَالَ لَهُمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ : كَذَبْتُمْ، فِي التَّوْرَاةِ الرَّجْمُ، فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَجَاءُوا بِالتَّوْرَاةِ، فَوَضَعَ مِدْرَاسُهَا الَّذِي يَدْرُسُهَا مِنْهُمْ كَفَّهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ، فَقَالَ : مَا هَذِهِ؟ فَلَمَّا رَأَوْا ذَلِكَ قَالُوا : هِيَ آيَةُ الرَّجْمِ، " فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " فَرُجِمَا قَرِيبًا مِنْ حَيْثُ تُوضَعُ الْجَنَائِزُ عِنْدَ الْمَسْجِدِ.
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : فَرَأَيْتُ صَاحِبَهَا يُخْبِئُ عَلَيْهَا : يَقِيهَا الْحِجَارَةَ
قَالُوا : لَا نَجِدُ فِيهَا شَيْئًا، فَقَالَ لَهُمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ : كَذَبْتُمْ، فِي التَّوْرَاةِ الرَّجْمُ، فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَجَاءُوا بِالتَّوْرَاةِ، فَوَضَعَ مِدْرَاسُهَا الَّذِي يَدْرُسُهَا مِنْهُمْ كَفَّهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ، فَقَالَ : مَا هَذِهِ؟ فَلَمَّا رَأَوْا ذَلِكَ قَالُوا : هِيَ آيَةُ الرَّجْمِ، " فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " فَرُجِمَا قَرِيبًا مِنْ حَيْثُ تُوضَعُ الْجَنَائِزُ عِنْدَ الْمَسْجِدِ.
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : فَرَأَيْتُ صَاحِبَهَا يُخْبِئُ عَلَيْهَا : يَقِيهَا الْحِجَارَةَ
Ahmad bin Abdullah menceritakan kepada kami, Zuhayr menceritakan kepada kami, Musa bin Uqba menceritakan kepada kami, atas wewenang Nafi', atas wewenang Ibnu Umar: bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, melihat seorang laki-laki dan seorang wanita di antara mereka yang melakukan perzinahan, dan dia berkata: “Apa yang kamu lakukan terhadap orang-orang di antara kamu yang berzinah?” Mereka berkata: Kami tidak menemukannya di dalamnya Sesuatu, lalu Abdullah bin Salam berkata kepada mereka: Kamu berbohong, bahwa di dalam Taurat ada hukum rajam, maka bawalah Taurat dan bacalah jika kamu orang yang jujur, maka bawalah Taurat. Maka salah satu dari mereka yang mengajarkannya meletakkan tangannya pada ayat tentang rajam, dan berkata: Apa itu? Ketika mereka melihat hal itu, mereka berkata: Itu adalah suatu tanda. Rajam. “Maka Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk dilempari batu,” sehingga mereka dilempari batu di dekat tempat pemakaman di masjid. Abdullah berkata: Saya melihat pemiliknya bersembunyi di atasnya, melindunginya dengan batu.
26
Sunan Ad-Darimi # 13/2248
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ عُمَرُ :" إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى، بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ، وَكَانَ فِيمَا أَنْزَلَ آيَةُ الرَّجْمِ، فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا، وَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ، فَأَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ الْقَائِلُ : لَا نَجِدُ حَدَّ آيَةِ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ، وَالرَّجْمُ فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا أُحْصِنَّ، إِذَا قَامَتْ عَلَيْهِ الْبَيِّنَةُ، أَوْ كَانَ الْحَبَلُ أَوِ الِاعْتِرَافُ "
Khaled bin Mukhlid menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Utbah, atas wewenang Ibnu Abbas, beliau berkata: Umar berkata: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Esa mengutus Muhammad SAW, semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian, dengan kebenaran, dan diturunkan kepadanya Kitab, dan di antara apa yang diturunkan-Nya ada sebuah ayat Rajam, maka kami membacanya, menyadarinya, dan memahaminya, dan Rasulullah SAW, melempari kami dengan batu dan kami melemparinya dengan batu, jadi saya khawatir jika orang-orang akan tetap tinggal untuk waktu yang lama. Bagi orang yang mengatakan: Kami tidak menemukan hukuman rajam di dalam Kitab Allah, dan rajam di dalam Kitab Allah adalah kewajiban yang dikenakan kepada siapa pun yang berzinah. Dan wanita, jika mereka sudah menikah, jika ada bukti, atau ada kehamilan atau pengakuan.”
27
Sunan Ad-Darimi # 13/2249
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الرِّفَاعِيُّ ، حَدَّثَنَا الْعَقَدِيُّ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ يُحَدِّثُ : عَنْ كَثِيرِ بْنِ الصَّلْتِ ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ، قَالَ : أَشْهَدُ لَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :" الشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا، فَارْجُمُوهُمَا الْبَتَّةَ "
Muhammad bin Yazid Al-Rifa’i menceritakan kepada kami, Al-Aqdi menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Yunus bin Jubayr, yang meriwayatkan: Atas wewenang Katsir bin Al-Salt, atas wewenang Zayd bin Thabit, yang berkata: Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: “Ketika seorang lelaki tua dan seorang wanita muda melakukan perzinahan, Jadi lempari mereka dengan batu.”
28
Sunan Ad-Darimi # 13/2250
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي غَامِدٍ، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي قَدْ زَنَيْتُ، وَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ تُطَهِّرَنِي، فَقَالَ لَهَا : " ارْجِعِي ".
فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ، أَتَتْهُ أَيْضًا، فَاعْتَرَفَتْ عِنْدَهُ بِالزِّنَاء، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ، طَهِّرْنِي، فَلَعَلَّكَ أَنْ تَرْدُدَنِي كَمَا رَدَدْتَ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ، فَوَاللَّهِ إِنِّي لَحُبْلَى، فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " ارْجِعِي، حَتَّى تَلِدِي ".
فَلَمَّا وَلَدَتْ، جَاءَتْ بِالصَّبِيِّ تَحْمِلُهُ فِي خِرْقَةٍ، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ هَذَا قَدْ وَلَدْتُ، قَالَ : " فَاذْهَبِي فَأَرْضِعِيهِ، ثُمَّ افْطُمِيهِ ".
فَلَمَّا فَطَمَتْهُ، جَاءَتْهُ بِالصَّبِيِّ فِي يَدِهِ كِسْرَةُ خُبْزٍ، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَدْ فَطَمْتُهُ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّبِيِّ فَدُفِعَ إِلَى رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا فَحُفِرَ لَهَا حُفْرَةٌ، فَجُعِلَتْ فِيهَا إِلَى صَدْرِهَا، ثُمَّ أَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَرْجُمُوهَا، فَأَقْبَلَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ بِحَجَرٍ فَرَمَى رَأْسَهَا، فَتَلَطَّخَ الدَّمُ عَلَى وَجْنَةِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ، فَسَبَّهَا، فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَّهُ إِيَّاهَا، فَقَالَ : " مَهْ يَا خَالِدُ،لَا تَسُبَّهَا، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً، لَوْ تَابَهَا صَاحِبُ مَكْسٍ، لَغُفِرَ لَهُ ".
فَأَمَرَ بِهَا فَصُلِّيَ عَلَيْهَا، وَدُفِنَتْ
فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ، أَتَتْهُ أَيْضًا، فَاعْتَرَفَتْ عِنْدَهُ بِالزِّنَاء، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ، طَهِّرْنِي، فَلَعَلَّكَ أَنْ تَرْدُدَنِي كَمَا رَدَدْتَ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ، فَوَاللَّهِ إِنِّي لَحُبْلَى، فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " ارْجِعِي، حَتَّى تَلِدِي ".
فَلَمَّا وَلَدَتْ، جَاءَتْ بِالصَّبِيِّ تَحْمِلُهُ فِي خِرْقَةٍ، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ هَذَا قَدْ وَلَدْتُ، قَالَ : " فَاذْهَبِي فَأَرْضِعِيهِ، ثُمَّ افْطُمِيهِ ".
فَلَمَّا فَطَمَتْهُ، جَاءَتْهُ بِالصَّبِيِّ فِي يَدِهِ كِسْرَةُ خُبْزٍ، فَقَالَتْ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَدْ فَطَمْتُهُ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّبِيِّ فَدُفِعَ إِلَى رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا فَحُفِرَ لَهَا حُفْرَةٌ، فَجُعِلَتْ فِيهَا إِلَى صَدْرِهَا، ثُمَّ أَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَرْجُمُوهَا، فَأَقْبَلَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ بِحَجَرٍ فَرَمَى رَأْسَهَا، فَتَلَطَّخَ الدَّمُ عَلَى وَجْنَةِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ، فَسَبَّهَا، فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَّهُ إِيَّاهَا، فَقَالَ : " مَهْ يَا خَالِدُ،لَا تَسُبَّهَا، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً، لَوْ تَابَهَا صَاحِبُ مَكْسٍ، لَغُفِرَ لَهُ ".
فَأَمَرَ بِهَا فَصُلِّيَ عَلَيْهَا، وَدُفِنَتْ
Abu Nu`aym memberitahu kami, Bashir ibn al-Muhajir memberitahu kami, Abdullah ibn Buraida memberitahuku, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku sedang duduk bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Kemudian seorang wanita dari Bani Ghamid mendatanginya dan berkata: Wahai Nabi Allah, aku telah berzina, dan aku ingin engkau menyucikanku. Jadi dia berkata kepadanya: “Kembali.” Keesokan harinya, dia mendatanginya lagi, mengaku kepadanya bahwa dia telah melakukan perzinahan, dan berkata: Wahai Nabi Allah, sucikan aku, sehingga kamu dapat menolakku seperti kamu menolak seekor kambing. Ibnu Malik, demi Tuhan aku hamil, maka Nabi Muhammad SAW bersabda kepadanya: “Kembalilah agar “Kamu akan melahirkan.” Ketika dia melahirkan, dia membawa anak laki-laki itu, menggendongnya dengan kain, dan berkata: Wahai Nabi Allah, kamu telah melahirkan. Beliau bersabda, “Kalau begitu, pergilah menyusuinya, lalu menyapihnya.” Kemudian ketika dia menyapihnya, dia membawakannya anak laki-laki itu dengan sepotong roti di tangannya, dan berkata: Wahai Nabi Allah, aku telah menyapihnya, demikianlah perintah Nabi, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Maka dia diserahkan kepada seorang laki-laki Muslim, dan dia memerintahkan agar dia digali lubang untuknya, dan dia ditempatkan di dalamnya sampai dadanya. Kemudian dia memerintahkan orang-orang untuk melemparinya dengan batu, maka Khaled bin Al-Walid mendekat dengan batu dan melemparkan kepalanya, dan darah berlumuran di pipi Khaled bin Al-Walid. Maka dia mengutuknya, dan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mendengarnya mengutuknya, maka dia berkata: “Tidak, Khaled, jangan mengutuknya, karena demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, dia telah bertobat.” Bertaubat, jika pemilik pajak bertaubat, niscaya dia diampuni.” Jadi dia memerintahkan agar doa pemakaman dilakukan untuknya, dan dia dikuburkan.
29
Sunan Ad-Darimi # 13/2251
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ ، عَنْ يَحْيَى ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ : أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَت ِالنَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حُبْلَى مِنَ الزِّنَاءِ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ، فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِيَّهَا، فَقَالَ : " اذْهَبْ فَأَحْسِنْ إِلَيْهَا، فَإِذَا وَضَعَتْ حَمْلَهَا، فَأْتِنِي بِهَا ".
فَفَعَلَ، فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا، فَقَالَ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّي عَلَيْهَا وَقَدْ زَنَتْ؟، فَقَالَ :" لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ، وَهَلْ وَجَدْتَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ G "
فَفَعَلَ، فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا، فَقَالَ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّي عَلَيْهَا وَقَدْ زَنَتْ؟، فَقَالَ :" لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ، وَهَلْ وَجَدْتَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ G "
Wahb bin Jarir meriwayatkan kepada kami, Hisyam meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya, atas wewenang Abu Qalaba, atas wewenang Abu Al-Muhallab, atas wewenang Imran bin Husain: Seorang wanita dari Juhayna datang kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia hamil karena zina, dan dia berkata: Ya Rasulullah, aku telah melakukan hukuman, jadi jadikanlah itu kesalahanku. Kemudian Rasulullah SAW memanggil walinya dan berkata: “Pergilah berbuat baik padanya, dan ketika dia melahirkan, bawalah dia kepadaku.” Maka dia berbuat demikian, maka Rasulullah SAW memerintahkan agar perempuan itu diikat dan pakaiannya diikat, kemudian beliau memerintahkannya untuk dilempari batu, kemudian beliau mendoakannya. Umar berkata: Wahai Rasulullah, haruskah kamu mendoakan dia ketika dia berzina? Beliau bersabda: “Dia telah bertaubat sedemikian rupa sehingga jika dibagi kepada tujuh puluh penduduk Madinah, maka itu akan cukup bagi mereka. Apakah dia menemukan sesuatu yang lebih baik daripada mengorbankan dirinya untuk Tuhan?
30
Sunan Ad-Darimi # 13/2252
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْأَمَةِ تَزْنِي وَلَمْ تُحْصَنْ، فَقَالَ :" إِنْ زَنَتْ، فَاجْلِدُوهَا، ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا ".
قَالَ : فَمَا أَدْرِي فِي الثَّالِثَةِ أَوْ فِي الرَّابِعَةِ " فَبِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ "
قَالَ : فَمَا أَدْرِي فِي الثَّالِثَةِ أَوْ فِي الرَّابِعَةِ " فَبِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ "
Khalid bin Mukhlid menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Utbah, atas wewenang Zayd bin Khaled Al-Juhani dan Abu Hurairah: Nabi Muhammad SAW ditanya tentang seorang budak perempuan yang berzina dan tidak suci, dan beliau bersabda: “Jika dia berzina, cambuklah dia, maka Jika dia berzina, cambuklah dia. Dia berkata: Saya tidak tahu pada kali ketiga atau keempat. “Jual dia, meskipun itu untuk dikepang.”
31
Sunan Ad-Darimi # 13/2253
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ الزَّهْرَانِيُّ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ الْحَسَنِ ، عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ : أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي.
قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا : الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ، وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ : الْبِكْرُ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ، وَالثَّيِّبُ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ "، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ الْحَسَنِ ، عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ
قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا : الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ، وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ : الْبِكْرُ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ، وَالثَّيِّبُ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ "، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ الْحَسَنِ ، عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ
Bishr bin Omar Al-Zahrani menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, atas otoritas Qatada, atas otoritas Al-Hasan, atas otoritas Hattan bin Abdullah, atas otoritas Ubadah Ibn al-Samit: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: "Ambillah atas namaku. Ambillah atas namaku. Allah telah memberi jalan bagi mereka: perawan." “Bagi yang perawan, dan yang belum menikah bagi yang belum menikah: perawan itu dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun, dan laki-laki yang belum menikah dikenai hukuman seratus kali cambuk dan rajam.” Amr ibn Aoun menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, atas otoritas Mansour, atas otoritas Al-Hasan, atas otoritas Hattan bin Abdullah, atas otoritas Ubadah bin Al-Samit, atas otoritas Nabi Muhammad SAW. Dia menyapa Dengan cara yang sama
32
Sunan Ad-Darimi # 13/2254
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ ، حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ ، عَنْ قَتَادَةَ ، قَالَ : كَتَبَ إِلَيَّ خَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ سَالِمٍ : أَنَّ غُلَامًا كَانَ يُنْبَزُ قُرْقُورًا، فَوَقَعَ عَلَى جَارِيَةِ امْرَأَتِهِ، فَرُفِعَ إِلَى النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ، فَقَالَ : لَأَقْضِيَنَّ فِيهِ بِقَضَاءٍ شَافٍ :" إِنْ كَانَتْ أَحَلَّتْهَا لَهُ جَلَدْتُهُ مِائَةً، وَإِنْ كَانَتْ لَمْ تُحِلَّهَا لَهُ، رَجَمْتُهُ "، فَقِيلَ لَهَا : زَوْجُكِ !، فَقَالَتْ : إِنِّي قَدْ أَحْلَلْتُهَا لَهُ.
فَضَرَبَهُ مِائَةً.
قَالَ يَحْيَى : هُوَ مَرْفُوعٌ.
حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، عَنْ شُعْبَةَ ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ ، عَنْ خَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ سَالِمٍ ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
فَضَرَبَهُ مِائَةً.
قَالَ يَحْيَى : هُوَ مَرْفُوعٌ.
حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، عَنْ شُعْبَةَ ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ ، عَنْ خَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ سَالِمٍ ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Yahya bin Hammad menceritakan kepada kami, Aban bin Yazid menceritakan kepada kami, atas wewenang Qatada, dia berkata: Khalid bin `Urfafa menulis kepadaku atas wewenang Habib bin Salim: Seorang anak laki-laki sedang mendorong qarqur, dan dia jatuh menimpa pembantu istrinya, maka barang itu dibawa kepada Al-Nu'man bin Bashir, dan dia berkata: “Aku akan membuat keputusan yang memuaskan mengenai hal itu:” Jika Jika dia mengizinkannya, maka aku akan mencambuknya seratus kali, dan jika dia tidak mengizinkannya, maka aku akan melemparinya dengan batu.” Dikatakan kepadanya: “Suamimu!” dan dia berkata: “Aku telah menghalalkannya baginya.” Maka dia memukulnya seratus kali. Yahya berkata: Itu bisa dilacak. Sadaqa bin Al-Fadl menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, atas wewenang Syu’bah, atas wewenang Ubayy. Bishr, atas wewenang Khaled Ibnu `Urfatah, atas wewenang Habib Ibnu Salim, atas wewenang al-Numan Ibnu Bashir, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, serupa.
33
Sunan Ad-Darimi # 13/2255
أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيُّ ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنَكْدِرِ ، عَنْ ابْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" مَنْ أُقِيمَ عَلَيْهِ حَدٌّ، غُفِرَ لَهُ ذَلِكَ الذَّنْبُ "
Marwan bin Muhammad al-Dimashqi menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, atas wewenang Usama bin Zayd, atas wewenang Muhammad bin al-Munkadir, atas wewenang Ibnu Khuzaymah Ibn Thabit, atas wewenang bapaknya, bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa dikenakan azab kepadanya, maka dosanya akan diampuni.”