32 Hadis
01
Sunan Ad-Darimi # 12/2191
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ، فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ :" مُرْهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا وَيُمْسِكَهَا حَتَّى تَطْهُرَ، ثُمَّ تَحِيضُ، ثُمَّ تَطْهُرُ، ثُمَّ إِنْ شَاءَ، أَمْسَكَ، وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ قَبْلَ أَنْ يَمَسَّ، فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ أَنْ يُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ "
Khalid bin Mukhlid menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar: Dia menceraikan istrinya ketika dia sedang menstruasi, maka Umar menyebutkan hal itu. Kepada Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Suruhlah dia untuk mengambilnya kembali dan menjaganya sampai dia suci, kemudian dia akan haid, lalu dia menjadi suci, lalu jika dia menghendaki, dia boleh menjaganya. Dan jika Jika dia menghendaki, bolehlah dia diceraikan sebelum dia disentuh, dan itulah masa tunggu yang Allah perintahkan agar perempuan diceraikan.”
02
Sunan Ad-Darimi # 12/2192
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : سَمِعْتُ سَالِمًا يَذْكُرُ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّ عُمَرَ، قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ طَلَّقَ ابْنُ عُمَرَ امْرَأَتَهُ، فَقَالَ :" مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا، ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا وَهِيَ طَاهِرَةٌ ".
قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ : رَوَاهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ ، وَوَكِيعُ : " أَوْ حَامِلٌ "
Ubayd Allah ibn Musa memberi tahu kami, Sufyan memberi tahu kami, atas wewenang Muhammad ibn Abdul Rahman, dia berkata: Saya mendengar Salim menyebutkan, atas wewenang Ibnu Umar: bahwa Umar, Dia berkata kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ketika Ibnu Umar menceraikan istrinya, dan dia berkata: “Suruh dia mengambilnya kembali, lalu menceraikannya saat dia masih ada. Murni." Abu Muhammad berkata: Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Mubarak, dan Waki': “Atau hamil.”
03
Sunan Ad-Darimi # 12/2193
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيل بْنُ خَلِيلٍ ، وَإِسْمَاعِيل بْنُ أَبَانَ ، قَالَا : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي زَائِدَةَ ، عَنْ صَالِحِ بْنِ صَالِحٍ ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، عَنْ عُمَرَ ، قَالَ :" طَلَّقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَفْصَةَ ثُمَّ رَاجَعَهَا "
Ismail bin Khalil dan Ismail bin Aban meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Yahya bin Abi Zaida meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Shalih bin Shalih, atas wewenang Salama Ibnu Kuhayl, atas wewenang Saeed Ibnu Jubayr, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Umar, yang mengatakan: “Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menceraikan Hafsa dan kemudian membawanya kembali.”
04
Sunan Ad-Darimi # 12/2194
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ ، عَنْ هُشَيْمٍ ، عَنْ حُمَيْدٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ" طَلَّقَ حَفْصَةَ ثُمَّ رَاجَعَهَا ".
قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ : كَانَّ عَلِيَّ بْنَ الْمَدِينِيِّ أَنْكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ، وَقَالَ : لَيْسَ عِنْدَنَا هَذَا الْحَدِيثُ بِالْبَصْرَةِ ، عَنْ حُمَيْدٍ
Saeed bin Suleiman memberi tahu kami, atas wewenang Husyaym, atas wewenang Humaid, atas wewenang Anas, bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, “menceraikan Hafsa dan kemudian membawanya kembali.” Abu Muhammad berkata: Ali bin Al-Madini mengingkari hadits ini, dan berkata: Kami tidak memiliki hadits ini di Basra, berdasarkan otoritas Humaid
05
Sunan Ad-Darimi # 12/2195
أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ ، حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، قَالَ الْحَكَمُ ، قَالَ لِي يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ : أَفْصِلُ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ :" أَنْ لَا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ، وَلَا طَلَاقَ قَبْلَ إِمْلَاكٍ، وَلَا عَتَاقَ حَتَّى يَبْتَاعَ ".
سُئِلَ أَبُو مُحَمَّدٍ ، عَنْ سُلَيْمَانُ، قَالَ : أَحْسَبُهُ كَاتِبًا مِنْ كُتَّابِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ
Al-Hakam bin Musa menceritakan kepada kami, Yahya bin Hamzah menceritakan kepada kami, atas otoritas Sulaiman bin Dawud, Al-Zuhri menceritakan kepadaku, atas otoritas Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm, atas otoritas ayahnya, atas otoritas kakeknya, Al-Hakam berkata, Yahya bin Hamzah berkata kepadaku: Aku akan menjelaskan bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian Dia menulis Kepada masyarakat Yaman: “Tidak seorang pun boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci, dan tidak boleh ada perceraian sebelum memiliki, dan tidak boleh ada emansipasi sebelum dibeli.” Abu Muhammad ditanya tentang Suleiman, dan dia berkata: Saya menganggapnya sebagai salah satu penulis Omar bin Abdul Aziz.
06
Sunan Ad-Darimi # 12/2196
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنْ الزُّهْرِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : جَاءَتِ امْرَأَةُ رِفَاعَةَ الْقُرَظِيِّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أَبُو بَكْرٍ، وَخَالِدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ عَلَى الْبَابِ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي كُنْتُ عِنْدَ رِفَاعَةَ فَطَلَّقَنِي فَبَتَّ طَلَاقِي، قَالَ :" أَتُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ؟ لَا، حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ، وَتَذُوقِي عُسَيْلَتَهُ ".
فَنَادَى خَالِدُ بْنُ سَعِيدٍ أَبَا بَكْرٍ : أَلَا تَرَى مَا تَجْهَرُ بِهِ هَذِهِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟
Muhammad bin Yusuf memberitahu kami, Ibnu Uyaynah memberitahu kami, atas otoritas Al-Zuhri, dia berkata: Saya mendengar Urwa bin Al-Zubayr, atas otoritas Aisha, dia berkata: Dia datang Istri Rifa'ah Al-Qurdi pergi menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan bersamanya adalah Abu Bakar, dan Khaled bin Saeed bin Al-Aas ada di depan pintu. Dia sedang menunggu Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, untuk dipanggil untuk sholat. Dia berkata: Ya Rasulullah, aku bersama Rifa'ah dan dia menceraikanku, maka perceraianku telah selesai. Dia berkata: "Apakah kamu ingin kembali ke Rifa'ah? Tidak, agar dia dapat mencicipi madumu, dan kamu dapat mencicipi madunya." Kemudian Khaled bin Saeed memanggil Abu Bakr: Tidakkah kamu melihat apa yang wanita ini katakan secara terbuka kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian?
07
Sunan Ad-Darimi # 12/2197
حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَة ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : طَلَّقَ رِفَاعَة رَجُلٌ مِنْ بَنِي قُرَيْظَةَ امْرَأَتَهُ فَتَزَوَّجَهَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الزُّبَيْرِ، فَدَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَاللَّهِ إِنْ مَعَهُ إِلَّا مِثْلُ هُدْبَتِي هَذِهِ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" لَعَلَّكِ تُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ؟ لَا، حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ أَوْ قَالَ تَذُوقِي عُسَيْلَتَهُ "
Farwah bin Abi Al-Mughra’ meriwayatkan kepada kami, Ali bin Mushar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, dia berkata: Dia menceraikan Rifa'ah, seorang laki-laki dari Bani Qurayza, menikahkan istrinya dengan Abd al-Rahman bin al-Zubayr, dan dia pergi menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia berkata: Wahai Rasulullah, demi Tuhan, dia hanya memiliki hadiah seperti ini dariku. Maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata kepadanya: “Mungkin kamu ingin kembali ke Rifa'ah, agar dia bisa merasakan manisnya kamu, atau dia berkata, rasakan manisnya?
08
Sunan Ad-Darimi # 12/2198
أَخْبَرَنَا يَعْلَى ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيل بْنُ أَبِي خَالِدٍ ، عَنْ الشَّعْبِيِّ ، عَنْ مَسْرُوقٍ ، قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الْخِيَرَةِ، فَقَالَتْ :" قَدْ خَيَّرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَكَانَ طَلَاقًا؟ "
Ya’la memberitahu kami, Ismail bin Abi Khaled memberitahu kami, atas otoritas Al-Sha’bi, atas otoritas Masruq, dia berkata: Saya bertanya kepada Aisha tentang hal-hal yang baik, dan dia berkata: “Mungkin itu baik.” Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memberi kita pilihan tentang perceraian?
09
Sunan Ad-Darimi # 12/2199
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ، عَنْ أَيُّوبَ ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ ، عَنْ ثَوْبَانَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ بَأْسٍ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ "
Muhammad bin Al-Fadl menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, atas otoritas Ayyub, atas otoritas Abu Qalaba, atas otoritas Abu Asma, atas otoritas Thawban, dia berkata: Dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Wanita mana pun yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan apa pun, maka haram baginya bau surga.”
10
Sunan Ad-Darimi # 12/2200
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ ، أَنَّ عَمْرَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ سَهْلٍ تَزَوَّجَهَا ثَابِتُ بْنُ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ، فَذَكَرَتْ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ هَمَّ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا.
وَكَانَتْ جَارَةً لَهُ، وَأَنَّ ثَابِتًا ضَرَبَهَا، فَأَصْبَحَتْ عَلَى بَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْغَلَسِ، وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ، فَرَأَى إِنْسَانًا فَقَالَ : " مَنْ هَذَا؟ " قَالَتْ : أَنَا حَبِيبَةُ بِنْتُ سَهْلٍ ، فَقَالَ : " مَا شَأْنُكِ؟ "، قَالَتْ : لَا أَنَا وَلَا ثَابِتٌ، فَأَتَى ثَابِتٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ :" خُذْ مِنْهَا وَخَلِّ سَبِيلَهَا "، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، عِنْدِي كُلُّ شَيْءٍ أَعْطَانِيهِ فَأَخَذَ مِنْهَا، وَقَعَدَتْ عِنْدَ أَهْلِهَا
Yazid bin Harun memberitahu kami. Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami bahwa Amra memberitahunya bahwa dia telah menikah dengan Habiba binti Sahl. Thabit bin Qais bin Shammas, dan dia menyebutkan bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bermaksud untuk menikahinya. Dia adalah tetangganya, dan Thabet memukulinya. Jadi di pagi hari dia berada di depan pintu Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di ruang duduk, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, keluar dan melihat seorang pria dan berkata: Siapa ini? Dia berkata: Saya Habiba binti Sahl. Dia berkata: Ada apa denganmu? Dia berkata: Baik aku maupun Tsabit. Maka Tsabit mendatangi Rasulullah. Semoga doa dan kedamaian Tuhan menyertainya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: “Bawa dia dan biarkan dia pergi.” Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku memiliki semua yang dia berikan kepadaku. Jadi dia mengambilnya. Dari dia, dan dia tinggal bersama keluarganya
11
Sunan Ad-Darimi # 12/2201
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ ، عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ رَجُلٍ مِنْ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، قَالَ : بَلَغَنِي حَدِيثٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ بْنِ رُكَانَةَ ، وَهُوَ فِي قَرْيَةٍ لَهُ، فَأَتَيْتُهُ، فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ : حَدَّثَنِي أَبِي ، عَنْ جَدِّي أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ الْبَتَّةَ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ :" مَا أَرَدْتَ؟ "، فَقَالَ : وَاحِدَةً، قَالَ : " آللَّهِ؟ " قَالَ : آللَّهِ، قَالَ : " هُوَ مَا نَوَيْتَ "
Suleiman bin Harb menceritakan kepada kami, Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zubayr bin Saeed, seorang dari Bani Abdul Muttalib, yang berkata: Aku diberitahu sebuah hadits dari Abdullah bin Ali bin Yazid bin Rukana, dan dia berada di desanya, maka aku mendatanginya dan bertanya kepadanya, dan dia berkata: Ayahku memberitahuku, atas wewenang kakekku bahwa Dia bercerai Istrinya sama sekali, maka dia mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan menyampaikan hal itu kepadanya. Dia berkata: “Apa yang kamu inginkan?” Dia berkata: “Satu.” Dia berkata: “Demi Tuhan?” Dia berkata: Demi Allah, dia berkata: “Itulah yang kamu niatkan.”
12
Sunan Ad-Darimi # 12/2202
حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاق ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ الْبَيَاضِيِّ ، قَالَ : كُنْتُ امْرَأً أُصِيبُ مِنَ النِّسَاءِ مَا لَا يُصِيبُ غَيْرِي، فَلَمَّا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ، خِفْتُ أَنْ أُصِيبَ فِي لَيْلِي شَيْئًا، فَيَتَتَابَعَ بِي ذَلِكَ إِلَى أَنْ أُصْبِحَ، قَالَ : فَتَظَاهَرْتُ إِلَى أَنْ يَنْسَلِخَ، فَبَيْنَا هِيَ لَيْلَةً تَخْدُمُنِي، إِذْ تَكَشَّفَ لِي مِنْهَا شَيْءٌ، فَمَا لَبِثْتُ أَنْ نَزَوْتُ عَلَيْهَا فَلَمَّا أَصْبَحْتُ، خَرَجْتُ إِلَى قَوْمِي فَأَخْبَرْتُهُمْ، وَقُلْتُ : امْشُوا مَعِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا : لَا وَاللَّهِ، لَا نَمْشِي مَعَكَ، مَا نَأْمَنُ أَنْ يَنْزِلَ فِيكَ الْقُرْآنُ، أَوْ أَنْ يَكُونَ فِيكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَالَةٌ يَلْزَمُنَا عَارُهَا، وَلَنُسْلِمَنَّكَ بِجَرِيرَتِكَ.
فَانْطَلَقْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَصَصْتُ عَلَيْهِ خَبَرِي، فَقَالَ : " يَا سَلَمَةُ،أَنْتَ بِذَاكَ؟ " قُلْتُ : أَنَا بِذَاكَ، قَالَ : " يَا سَلَمَةُ، أَنْتَ بِذَاكَ؟ " قُلْتُ : أَنَا بِذَاكَ، قَالَ : " يَا سَلَمَةُ، أَنْتَ بِذَاكَ؟ " قُلْتُ : أَنَا بِذَاكَ، وَهَأَنَا صَابِرٌ نَفْسِي، فَاحْكُمْ فِيَّ مَا أَرَاكَ اللَّهُ، قَالَ : " فَأَعْتِقْ رَقَبَةً "، قَالَ : فَضَرَبْتُ صَفْحَةَ رَقَبَتِي، فَقُلْتُ : وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَصْبَحْتُ أَمْلِكُ رَقَبَةً غَيْرَهَا، قَالَ : " فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ "، قُلْتُ : وَهَلْ أَصَابَنِي الَّذِي أَصَابَنِي إِلَّا فِي الصِّيَامِ؟ قَالَ : " فَأَطْعِمْ وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ سِتِّينَ مِسْكِينًا "، فَقُلْتُ : وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ، لَقَدْ بِتْنَا لَيْلَتَنَا وَحْشَى، مَالَنَا مِنَ الطَّعَام، قَالَ : " فَانْطَلِقْ إِلَى صَاحِبِ صَدَقَةِ بَنِي زُرَيْقٍ فَلْيَدْفَعْهَا إِلَيْكَ، وَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ، وَكُلْ بَقِيَّتَهُ أَنْتَ وَعِيَالُكَ "، قَالَ : فَأَتَيْتُ قَوْمِي، فَقُلْتُ : وَجَدْتُ عِنْدَكُمُ الضِّيقَ وَسُوءَ الرَّأْيِ، وَوَجَدْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّعَةَ وَحُسْنَ الرَّأْيِ، وَقَدْ أَمَرَ لِي بِصَدَقَتِكُمْ
Zakaria bin Adi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Ishaq, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Suleiman bin Yasar, Atas wewenang Salamah bin Sakhr Al-Bayyadi, dia berkata: Saya adalah seorang laki-laki yang terpengaruh oleh wanita yang tidak terpengaruh oleh orang lain, jadi ketika bulan Ramadhan dimulai, saya takut dia akan terpengaruh. Sesuatu terjadi di malamku, dan ini terus berlanjut hingga pagi hari. Dia berkata: Maka aku berpura-pura sampai hal itu berlalu. Sementara itu adalah malam yang melayaniku, hal itu diturunkan kepadaku. Aku tidak punya waktu untuknya, dan ketika aku bangun di pagi hari, aku pergi menemui kaumku dan memberitahu mereka, dan berkata: Ikutlah bersamaku menemui Rasulullah. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Mereka berkata: Tidak, demi Tuhan, kami tidak akan berjalan bersamamu. Kami tidak merasa yakin bahwa Al-Qur'an akan diturunkan kepada Anda, atau bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, akan berada di antara Anda. Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, ini adalah artikel yang rasa malunya mengikat kami, dan kami akan mengampuni Anda atas kejahatan Anda. Maka aku pergi menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya, Dia menyapaku, jadi aku memberitahunya kabarku. Beliau bertanya: “Wahai Salama, apakah kamu juga ikut dengan hal itu?” Saya berkata: Saya setuju dengan itu. Beliau bertanya: “Wahai Salama, apakah kamu juga ikut dengan hal itu?” Saya berkata: Saya setuju dengan itu. Beliau bertanya: “Wahai Salamah, apakah kamu ikut dengan hal itu?” Aku berkata: “Aku setuju dengan itu, dan di sini aku bersabar terhadap diriku sendiri, maka nilailah aku seperti yang telah ditunjukkan Tuhan kepadamu.” Dia berkata: “Jadi bebaskanlah seorang budak.” Dia berkata: Jadi saya memukul Dia membebaskan leherku, maka aku berkata: Demi Dia yang mengutus kamu dengan kebenaran, aku tidak akan mempunyai leher lagi di tanganmu. Beliau bersabda: “Kemudian berpuasa dua bulan berturut-turut.” Aku bertanya: Apakah yang terjadi padaku itu terjadi padaku kecuali pada saat puasa? Beliau bersabda: “Kalau begitu, berilah makan kepada enam puluh orang miskin dengan segenggam kurma.” Maka aku berkata: Demi Dzat yang mengutus kamu dengan membawa kebenaran, kami telah bermalam Malam kami buruk, kami kekurangan makanan. Beliau bersabda: “Kalau begitu, pergilah menemui pemilik lembaga amal Bani Zurayk dan biarkan dia memberikannya kepadamu, dan berilah makan kepada enam puluh orang miskin dengan sebotol air.” kurma, dan sisanya kamu dan keluargamu makanlah.” Dia berkata: Maka aku mendatangi kaumku dan berkata: Aku mendapati di sisimu kesusahan dan pendapat buruk, dan aku menemukannya di sisimu Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, murah hati dan berpendapat baik, dan dia telah memerintahkan saya untuk beramal kepada Anda.
13
Sunan Ad-Darimi # 12/2203
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ ، عَنْ الشَّعْبِيِّ ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ :" أَنَّ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا ثَلَاثًا فَلَمْ يَجْعَلْ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَقَةً وَلَا سُكْنَى ".
قَالَ سَلَمَةُ : فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِإِبْرَاهِيمَ، فَقَالَ : قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ : لَا نَدَعُ كِتَابَ رَبِّنَا وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ بِقَوْلِ امْرَأَةٍ، فَجَعَلَ لَهَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةَ
Muhammad bin Yusuf memberitahu kami, Sufyan memberitahu kami, berdasarkan otoritas Salamah bin Kuhail, berdasarkan otoritas Al-Sha’bi, berdasarkan otoritas Fathimah binti Qais: “Bahwa suaminya menceraikannya.” Tiga kali, namun Nabi Muhammad SAW tidak memberinya nafkah atau akomodasi apa pun.” Salamah berkata: Lalu aku menyebutkan hal itu kepada Ibrahim, dan dia berkata: Dia berkata Umar bin Al-Khattab : Kami tidak meninggalkan Kitab Tuhan kami dan Sunnah Nabi-Nya berdasarkan perkataan seorang wanita, maka dia mengabulkan akomodasi dan nafkahnya.
14
Sunan Ad-Darimi # 12/2204
أَخْبَرَنَا يَعْلَى ، حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا ، عَنْ عَامِرٍ ، حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ بِنْتُ قَيْسٍ : " أَنَّ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا ثَلَاثًا،فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَعْتَدَّ عِنْدَ ابْنِ عَمِّهَا ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ "
Ali memberi tahu kami, Zakariya memberi tahu kami, atas otoritas Amer, Fatima binti Qais memberi tahu saya: “Suaminya menceraikannya tiga kali, maka Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkannya.” “Damai dan berkah Allah besertanya, dia harus menjalani masa tunggu bersama sepupunya, putra ibunya, Maktum.”
15
Sunan Ad-Darimi # 12/2205
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ ، عَنْ الْأَشْعَثِ ، عَنْ الْحَكَمِ ، وَحَمَّادٍ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، عَنْ عُمَرَ ، قَالَ :" لَا نَدَعُ كِتَابَ رَبِّنَا وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ بِقَوْلِ امْرَأَةٍ : الْمُطَلَّقَةُ ثَلَاثًا لَهَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةُ ".
أَخْبَرَنَا طَلْقُ بْنُ غَنَّامٍ ، عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ ، عَنْ الْأَعْمَشِ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، عَنْ عُمَرَ ، نَحْوَهُ
Muhammad bin Al-Ala’ menceritakan kepada kami, Hafs bin Ghayath menceritakan kepada kami, berdasarkan otoritas Al-Ash’ath, berdasarkan otoritas Al-Hakam, dan Hammad, berdasarkan otoritas Ibrahim, berdasarkan otoritas Al-Aswad, Atas otoritas Umar, beliau bersabda: “Kami tidak meninggalkan Kitab Tuhan kami dan Sunnah Nabi-Nya dengan pernyataan seorang wanita: Wanita yang telah diceraikan tiga kali berhak atas akomodasi dan nafkah.” Talaq bin memberitahu kami Ghanam, atas wewenang Hafs bin Ghayath, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Al-Aswad, atas wewenang Umar, dan sejenisnya.
16
Sunan Ad-Darimi # 12/2206
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا حَفْصٌ ، عَنْ الْأَعْمَشِ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، قَالَ : قَالَ عُمَرُ :" لَا نُجِيزُ قَوْلَ امْرَأَةٍ فِي دِينِ اللَّهِ : الْمُطَلَّقَةُ ثَلَاثًا لَهَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةُ ".
قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ : لَا أَرَى السُّكْنَى وَالنَّفَقَةَ لِلْمُطَلَّقَةِ
Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Hafs menceritakan kepada kami, atas otoritas Al-Amash, atas otoritas Ibrahim, atas otoritas Al-Aswad, dia berkata: Umar berkata: “Kami tidak mengizinkan Seorang wanita dalam agama Allah berkata: Seorang wanita yang diceraikan tiga kali mendapat akomodasi dan nafkah. Abu Muhammad berkata: Saya tidak melihat akomodasi atau nafkah bagi wanita yang diceraikan.
17
Sunan Ad-Darimi # 12/2207
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ، أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ، أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ : أَنَّهُ اجْتَمَعَ هُوَ وَابْنُ عَبَّاسٍ عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَذَكَرُوا الرَّجُلَ يُتَوَفَّى عَنِ الْمَرْأَةِ فَتَلِدُ بَعْدَهُ بِلَيَالٍ قَلَائِلَ، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : حِلُّهَا آخِرُ الْأَجَلَيْنِ.
وَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ : إِذَا وَضَعَتْ، فَقَدْ حَلَّتْ، فَتَرَاجَعَا فِي ذَلِكَ بَيْنَهُمَا، فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ : أَنَا مَعَ ابْنِ أَخِي يَعْنِي أَبَا سَلَمَةَ، فَبَعَثُوا كُرَيْبًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَسَأَلَهَا، فَذَكَرَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ، " أَنَّ سُبَيْعَةَ بِنْتَ الْحَارِثِ الْأَسْلَمِيَّةَ مَاتَ عَنْهَا زَوْجُهَا، فَنَفِسَتْ بَعْدَهُ بِلَيَالٍ وَأَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ يُكْنَى أَبَا السَّنَابِلِ خَطَبَهَا، وَأَخْبَرَهَا أَنَّهَا قَدْ حَلَّتْ فَأَرَادَتْ أَنْ تَتَزَوَّجَ غَيْرَهُ، فَقَالَ لَهَا أَبُو السَّنَابِلِ : فَإِنَّكِ لَمْ تَحِلِّينَ، فَذَكَرَتْ سُبَيْعَةُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَفَأَمَرَهَا أَنْ تَتَزَوَّجَ "
Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Yahya bin Saeed menceritakan kepada kami, bahwa Suleiman bin Yasar menceritakan kepadanya, bahwa Abu Salamah bin Abdul Rahman Dia menceritakan kepadanya: Dia dan Ibnu Abbas bertemu dengan Abu Hurairah, dan mereka menyebutkan bahwa seorang laki-laki akan mati dan perempuan itu akan melahirkan beberapa malam setelahnya, maka dia berkata Ibnu Abbas : Dibolehkan pada akhir dua periode. Abu Salamah berkata: Jika dia melahirkan, maka dia diperbolehkan. Maka mereka membicarakan hal itu di antara mereka, dan Abu Hurairah berkata: Aku bersama anak saudara laki-lakiku, maksudnya Abu Salamah. Maka mereka mengutus Kuraib, hamba Ibnu Abbas, menemui Ummu Salamah dan menanyakannya. Ummu Salamah berkata, “Subay’ah Putri Muslim Al-Harith, suaminya meninggal, dan dia meninggal beberapa malam setelah suaminya. Seorang pria dari Bani Abd al-Dar dijuluki Abu al-Sanabel. Dia melamarnya dan memberitahunya bahwa dia telah sah dan ingin menikah dengan orang lain. Abu Al-Sanabel berkata kepadanya: Kamu tidak halal, jadi dia menyebut Subayah Itu untuk Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, maka dia memerintahkannya untuk menikah.”
18
Sunan Ad-Darimi # 12/2208
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ ، عَنْ كُرَيْبٍ ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، قَالَتْ : " تُوُفِّيَ زَوْجُ سُبَيْعَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ ، فَوَضَعَتْ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِأَيَّامٍ،فَأَمَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَتَزَوَّجَ "
Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Saeed, atas wewenang Sulaiman bin Yasar, atas wewenang Kurayb, atas wewenang Ummu Salamah, dia berkata: “Suami Subayah binti Al-Harits meninggal dunia, dan dia melahirkan beberapa hari setelah kematian suaminya, maka Rasulullah SAW, memerintahkannya untuk menikah
19
Sunan Ad-Darimi # 12/2209
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ الزَّهْرَانِيُّ ، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ ، حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، عَنْ أَبِي السَّنَابِلِ ، قَالَ : وَضَعَتْ سُبَيْعَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ حَمْلَهَا بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِبِضْعٍ وَعِشْرِينَ لَيْلَةً، فَلَمَّا تَعَلَّتْ مِنْ نِفَاسِهَا تَشَوَّفَتْ، فَعِيبَ ذَلِكَ عَلَيْهَا، فَذُكِرَ أَمْرُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ :" إِنْ تَفْعَلْ، فَقَدْ انْقَضَى أَجَلُهَا "
Bishr bin Omar Al-Zahrani menceritakan kepada kami, Abu Al-Ahwas menceritakan kepada kami, Mansour menceritakan kepada kami, atas otoritas Ibrahim, atas otoritas Al-Aswad, atas otoritas Abu Al-Sanabel, Dia berkata: Subay’ah binti Al-Harits melahirkan dua puluh malam setelah kematian suaminya, dan ketika dia sadar, dia melihat: Hal ini memalukan baginya, sehingga masalah tersebut disampaikan kepada Rasulullah SAW, dan beliau bersabda: “Jika dia melakukan hal tersebut, maka waktunya telah berlalu.”
20
Sunan Ad-Darimi # 12/2210
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ : أَنَّ سُبَيْعَةَ وَضَعَتْ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِأَيَّامٍ فَتَشَوَّفَتْ، فَعَابَ أَبُو السَّنَابِلِ ، فَسَأَلَتْ أَوْ ذَكَرَتْ أَمْرَهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ" فَأَمَرَهَا أَنْ تَتَزَوَّجَ "
Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Mansour, atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Al-Aswad: bahwa Subayah melahirkan setelah kematian suaminya. Dalam beberapa hari, dia melihat bahwa Abu al-Sanabel mengkritiknya, maka dia menanyakan atau menyebutkan masalahnya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia memerintahkannya untuk menikah.
21
Sunan Ad-Darimi # 12/2211
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ ، أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ ، عَنْ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُرْوَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَوْ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ أَنْ تَحِدَّ عَلَى أَحَدٍ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، إِلَّا عَلَى زَوْجِهَا "
Muhammad bin Kathir memberitahu kami, Sulaiman bin Kathir memberitahu kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Urwa, atas wewenang Aisyah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan beliau bersabda: “Tidak boleh seorang wanita yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, atau beriman kepada Tuhan, meratapi seseorang lebih dari tiga hari, kecuali "pada suaminya"
22
Sunan Ad-Darimi # 12/2212
أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ تُحَدِّثُ، عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ : أَنَّ أَخًا لَهَا مَاتَ أَوْ حَمِيمًا لَهَا فَعَمَدَتْ إِلَى صُفْرَةٍ فَجَعَلَتْ تَمْسَحُ يَدَيْهَا، وَقَالَتْ : إِنَّمَا أَفْعَلُ هَذَا لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تَحُدَّ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجِهَا، فَإِنَّهَا تَحُدُّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ".
أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ زَيْنَبَ بِنْتَ أُمِّ سَلَمَةَ تُحَدِّثُ عَنْ أُمِّهَا أَوْ امْرَأَةٍ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، نَحْوَهُ
Hashim bin Al-Qasim menceritakan kepada kami, Shu’bah menceritakan kepada kami, atas otoritas Humaid bin Nafi’, dia berkata: Saya mendengar Zainab binti Abi Salamah berbicara, atas otoritas Ummu Habiba Putri Abu Sufyan: Seorang saudara laki-lakinya atau teman dekatnya meninggal, maka dia pergi ke Safra dan mulai menyeka tangannya, dan berkata: Saya melakukan ini hanya karena Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak boleh seorang wanita yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir berkabung lebih dari tiga hari, kecuali suaminya, yaitu empat bulan sepuluh hari.” Hashim bin Al-Qasim memberitahu kami, Shu'bah memberitahu kami, atas otoritas Humaid bin Nafi', dia berkata: Saya mendengar Zainab Putri Ummu Salamah meriwayatkan atas wewenang ibunya atau seorang wanita dari istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam dan sejenisnya.
23
Sunan Ad-Darimi # 12/2213
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ ، حَدَّثَنَا زَائِدَةُ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ ، عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ :" لَا تَحِدُّ الْمَرْأَةُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ، فَإِنَّهَا تَحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا : لَا تَلْبَسُ ثَوْبًا مَصْبُوغًا إِلَّا ثَوْبَ عَصْبٍ، وَلَا تَكْتَحِلُ، وَلَا تَمَسُّ طِيبًا إِلَّا فِي أَدْنَى طُهْرِهَا إِذَا اغْتَسَلَتْ مِنْ مَحِيضِهَا : نُبْذَةً مِنْ كُسْتٍ وَأَظْفَارٍ "
Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Zaida menceritakan kepada kami, atas otoritas Hisham bin Hassan, atas otoritas Hafsa binti Sirin, atas otoritas Ummu Atiyya, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: “Seorang wanita tidak boleh berkabung lebih dari tiga hari, kecuali suaminya, yang dalam hal ini dia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Tidak.” Dia harus mengenakan pakaian yang diwarnai, kecuali pakaian yang diwarnai. Dia tidak boleh menggunakan celak, dan dia tidak boleh menyentuh wewangian kecuali dalam masa kesucian minimal, ketika dia mandi setelah haid: ringkasan Mantel dan kuku
24
Sunan Ad-Darimi # 12/2214
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَاق بْنِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ ، عَنْ عَمَّتِهِ زَيْنَبَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ : أَنَّ الْفُرَيْعَةَ بِنْتَ مَالِكٍ أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْذَنَ لَهَا أَنْ تَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهَا، فَإِنَّ زَوْجِي قَدْ خَرَجَ فِي طَلَبِ أَعْبُدٍ لَهُ أَبَقُوا، فَأَدْرَكَهُمْ حَتَّى إِذَا كَانَ بِطَرَفِ الْقَدُومِ، قَتَلُوهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" امْكُثِي فِي بَيْتِكِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ "، فَقُلْتُ : إِنَّهُ لَمْ يَدَعْنِي فِي بَيْتٍ أَمْلِكُهُ، وَلَا نَفَقَةٍ، فَقَالَ : " امْكُثِي حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ "، فَاعْتَدَّتْ فِيهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا، قَالَتْ : فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ : أَرْسَلَ إِلَيَّ فَسَأَلَنِي عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرْتُهُ، فَاتَّبَعَ ذَلِكَ وَقَضَى بِهِ
Ubaid Allah bin Abdul Majeed memberi tahu kami, Malik memberi tahu kami, atas wewenang Saad bin Ishaq bin Ka’b bin Ujrah, atas wewenang bibinya Zainab binti Ka’b Ibn Ujrah: Al-Fura’i’ah binti Malik menceritakan kepadanya bahwa dia telah meminta kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, untuk mengizinkannya kembali. Kepada penduduknya, karena suamiku pergi mencari budaknya yang mereka pelihara, dan dia menyusul mereka dan, ketika dia akan tiba, mereka membunuhnya, dan Rasulullah bersabda: Ya Allah, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya: “Tinggallah di rumahmu sampai waktu yang ditentukan telah terpenuhi.” Maka aku berkata: Dia tidak meninggalkanku di rumah milikku, dan aku pun tidak biayanya, dan dia berkata: “Tinggallah sampai surat itu mencapai masa berlakunya,” maka dia mengamati masa tunggu selama empat bulan sepuluh hari. Dia berkata: Ketika Utsman ada di sana, dia memanggilku. Lalu dia bertanya padaku tentang hal itu dan aku memberitahunya, maka dia mengikuti hal itu dan memutuskannya.
25
Sunan Ad-Darimi # 12/2215
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ ، عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ : طُلِّقَتْ خَالَتِي فَأَرَادَتْ أَنْ تَجُدَّ نَخْلًا لَهَا، فَقَالَ لَهَا رَجُلٌ : لَيْسَ لَكِ أَنْ تَخْرُجِين، قَالَتْ : فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ :" اخْرُجِي فَجُدِّي نَخْلَكِ، فَلَعَلَّكِ أَنْ تَصَدَّقِي أَوْ تَصْنَعِي مَعْرُوفًا "
Abu Asim menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Jurayj, atas wewenang Abu al-Zubayr, atas wewenang Jabir, yang mengatakan: Bibi dari pihak ibu saya telah bercerai dan dia ingin mencari pohon palem untuk dirinya sendiri, jadi dia berkata Dia mempunyai seorang laki-laki: Kamu tidak diperbolehkan keluar. Dia berkata: Lalu aku mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan menyampaikan hal itu kepadanya, dan dia berkata: “Keluarlah dan temukan pohon palemmu. “Mungkin Anda bisa memberi sedekah atau melakukan bantuan.”
26
Sunan Ad-Darimi # 12/2216
أَخْبَرَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ الْحَكَمِ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ الْأَسْوَدِ ، عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَشْتَرِيَ بَرِيرَةَ ، فَأَرَادَ مَوَالِيهَا أَنْ يَشْتَرِطُوا وَلَاءَهَا، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ :" اشْتَرِيهَا، فَإِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ "، فَاشْتَرَتْهَا فَأَعْتَقَتْهَا، وَخَيَّرَهَا مِنْ زَوْجِهَا وَكَانَ حُرًّا وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَحْمٍ، فَقَالَ : " مِنْ أَيْنَ هَذَا؟ " قِيلَ : تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ ، فَقَالَ : " هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ، وَلَنَا هَدِيَّةٌ "
Sahl bin Hammad menceritakan kepada kami, Shu`bah memberitahu kami, atas otoritas Al-Hakam, atas otoritas Ibrahim, atas otoritas Al-Aswad, atas otoritas Aisyah: bahwa dia ingin Engkau membeli Bareerah, dan para majikannya ingin membuat syarat kesetiaannya, maka dia menyebutkan bahwa kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: “Beli dia. Itu hanya Kesetiaan diberikan kepada orang yang membebaskannya.” Jadi dia membelinya dan membebaskannya, dan dia memberinya pilihan suaminya, dan dia bebas, dan Nabi, sallallahu 'alaihi wa sallam, dibawakan dengan daging. Dia berkata: “Dari mana asalnya?” Dikatakan: Anda sedekahkannya kepada Barira, dan dia berkata: “Itu adalah sedekah untuknya, dan bagi kami itu adalah hadiah.”
27
Sunan Ad-Darimi # 12/2217
أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيل بْنُ خَلِيلٍ ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ فَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ طَعَامًا لَيْسَ فِيهِ لَحْمٌ، فَقَالَ :" أَلَمْ أَرَ لَكُمْ قِدْرًا مَنْصُوبَةً؟ " قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا لَحْمٌ تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ ، فَأَهْدَتْ لَنَا، قَالَ : " هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ، وَهُوَ لَنَا مِنْهَا هَدِيَّةٌ "، وَكَانَ لَهَا زَوْجٌ، فَلَمَّا عُتِقَتْ، خُيِّرَتْ
Ismail bin Khalil menceritakan kepada kami, Ali bin Mushar menceritakan kepada kami, Hisham bin Urwa menceritakan kepada kami, atas otoritas Abd al-Rahman bin al-Qasim, atas otoritas ayahnya. Atas otoritas Aisha, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, masuk dan aku membawakannya makanan yang tidak mengandung daging, dan dia berkata: “Apakah aku tidak melihatmu?” Apakah dalam kasus akusatif? “Aku berkata: Wahai Rasulullah, ini adalah daging yang engkau sedekahkan kepada Bareerah, dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada kami. Beliau bersabda: “Ini adalah sedekah untuknya, dan untuk kami sebagai hadiah darinya.” Dia punya suami, dan ketika dia dibebaskan, dia diberi pilihan
28
Sunan Ad-Darimi # 12/2218
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الضَّحَّاكِ ، عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيِّ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ : " أَنَّ بَرِيرَةَ حِينَ أَعْتَقَتْهَا عَائِشَةُ ، كَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا،فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُضُّهَا عَلَيْهِ، فَجَعَلَتْ تَقُولُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ لِي أَنْ أُفَارِقَهُ؟ قَالَ : " بَلَى "، قَالَتْ : فَقَدْ فَارَقْتُهُ
Abd al-Rahman ibn al-Dahhak menginformasikan kepada kami, atas wewenang al-Mughirah ibn Abd al-Rahman al-Makhzoumi, atas wewenang Hisham ibn Urwa, atas wewenang Abd al-Rahman Ibn Al-Qasim, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisha: “Ketika Barira dibebaskan oleh Aisha, suaminya adalah seorang budak, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dibuat Dia menyapanya, mendesaknya untuk melakukan hal tersebut, maka dia mulai berkata kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, “Bukankah aku harus berpisah darinya?” Dia berkata: “Ya.” Dia berkata: Aku meninggalkannya.
29
Sunan Ad-Darimi # 12/2219
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ خَالِدٍ يَعْنِي الْحَذَّاءَ عَنْ عِكْرِمَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ : مُغِيثٌ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَطُوفُ خَلْفَهَا يَبْكِي وَدُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى لِحْيَتِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ : " يَا عَبَّاسُ،أَلَا تَعْجَبُ مِنْ شِدَّةِ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ ، وَمِنْ شِدَّةِ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا؟ " فَقَالَ لَهَا : " لَوْ رَاجَعْتِيهِ فَإِنَّهُ أَبُو وَلَدِكِ "، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَأْمُرُنِي؟ قَال : " إِنَّمَا أَنَا شَافِعٌ "، قَالَتْ : لَا حَاجَةَ لِي فِيهِ
Amr ibn Aoun memberi tahu kami, Khalid ibn Abdullah memberi tahu kami, atas otoritas Khaled, artinya sepatu, atas otoritas Ikrimah, atas otoritas Ibnu Abbas: Suami Barira adalah seorang budak bernama Mughith, seolah-olah saya bisa melihatnya berjalan di belakangnya, menangis dengan air mata mengalir di janggutnya. Nabi Muhammad SAW bersabda: Dia, damai dan berkah besertanya, berkata kepada Abbas: “Wahai Abbas, tidakkah kamu takjub melihat betapa Mughith mencintai Barira dan betapa Barira membenci Mughith?” Maka dia berkata kepadanya: “Jika “Kamu kembali kepadanya, karena dia adalah ayah dari anakmu.” Dia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Anda memerintahkan saya?” Beliau menjawab, “Saya hanya seorang pemberi syafaat.” Dia berkata: Saya tidak memerlukannya.
30
Sunan Ad-Darimi # 12/2220
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ هِلَالِ بْنِ أُسَامَةَ ، عَنْ أَبِي مَيْمُونَةَ سُلَيْمَانَ مَوْلًى لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ ، قَالَ : كُنْتُ عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ، فَقَالَتْ : إِنَّ زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِوَلَدِي، فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ : كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَتْهُ امْرَأَةٌ، فَقَالَتْ : إِنَّ زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِوَلَدِي أَوْ بِابْنِي وَقَدْ نَفَعَنِي وَسَقَانِي مِنْ بِئْرِ أَبِي عِنَبَةَ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اسْتَهِمَا أَوْ قَالَ : تَسَاهَمَا أَبُو عَاصِمٍ الشَّاكُّ ، فَجَاءَ زَوْجُهَا، فَقَالَ : مَنْ يُخَاصِمُنِي فِي وَلَدِي أَوْ فِي ابْنِي؟، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " يَا غُلَامُ،هَذَا أَبُوكَ وَهَذِهِ أُمُّكَ، فَخُذْ بِيَدِ أَيِّهِمَا شِئْتَ ".
وَقَدْ قَالَ أَبُو عَاصِمٍ : " فَاتْبَعْ أَيَّهُمَا شِئْتَ "، فَأَخَذَ بِيَدِ أُمِّهِ فَانْطَلَقَتْ بِهِ
Abu Asim menceritakan kepada kami, Ibnu Jurayj menceritakan kepada kami, dia berkata: Ziyad bin Saad menceritakan kepadaku, atas wewenang Hilal bin Usama, atas wewenang Abu Maymunah Sulaiman Seorang abdi masyarakat Madinah. Dia berkata: Aku bersama Abu Hurairah dan seorang wanita datang kepadanya dan berkata: Suamiku ingin membawa anakku pergi, maka dia berkata Abu Huraira: Aku sedang bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, ketika seorang wanita datang kepadanya dan berkata: Suamiku ingin mengambil putra atau putraku pergi. Dia memberi manfaat kepadaku dengan memberiku minuman dari sumur Abu Anabah, dan Rasulullah SAW bersabda: Mereka berkontribusi, atau dia berkata: Abu Anba berkontribusi. Asim curiga, lalu suaminya datang dan berkata: Siapa yang akan berselisih denganku mengenai anakku atau putraku? Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Wahai anakku, ini ayahmu dan ini ibumu, maka peganglah tangan siapa saja yang kamu kehendaki.” Abu Asim berkata: “Kalau begitu ikutilah sesukamu.” Maka dia menggandeng tangan ibunya dan berangkat bersamanya.
31
Sunan Ad-Darimi # 12/2221
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ ، أَخْبَرَنِي مُظَاهِرٌ وَهُوَ ابْنُ أَسْلَمَ ، أَنَّهُ سَمِعَ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ ، عَنْ عَائِشَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :" لِلْأَمَةِ تَطْلِيقَتَانِ وَقُرْؤُهَا حَيْضَتَانِ ".
قَالَ أَبُو عَاصِمٍ : سَمِعْتُهُ مِنْ مُظَاهِرٍ
Abu Asim menceritakan kepada kami, Ibnu Jurayj menceritakan kepada kami, Mazhar, yaitu Ibnu Aslam, menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Al-Qasim bin Muhammad, atas otoritas Aisha, Atas otoritas Nabi, semoga doa dan salam Allah besertanya, dia berkata: “Seorang budak perempuan mengalami dua kali perceraian, dan wanita yang sudah menikah itu mengalami dua siklus haid.” Abu Asim berkata: Aku mendengarnya dari Mazahir.
32
Sunan Ad-Darimi # 12/2222
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ ، عَنْ قَيْسِ بْنِ وَهْبٍ ، عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَرَفَعَهُ أَنَّهُ قَالَ فِي سَبَايَا أَوْطَاسٍ :" لَا تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ حَمْلَهَا، وَلَا غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً "
Amr ibn Aoun memberi tahu kami, Sharik memberi tahu kami, atas wewenang Qays ibn Wahb, berdasarkan wewenang Abu al-Waddak, berdasarkan wewenang Abu Sa`id, dan dia meriwayatkan, bahwa dia bersabda dalam “Seorang wanita hamil tidak boleh melakukan hubungan intim sampai dia melahirkan, dan wanita hamil tidak boleh melakukan hubungan intim sampai dia telah menstruasi.”