Jami at-Tirmidzi — Hadis #26172
Hadis #26172
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلاَمِ بْنُ حَرْبٍ الْمُلاَئِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ الْحَاجَةَ لَمْ يَرْفَعْ ثَوْبَهُ حَتَّى يَدْنُوَ مِنَ الأَرْضِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَكَذَا رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَنَسٍ هَذَا الْحَدِيثَ . وَرَوَى وَكِيعٌ وَأَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ عَنِ الأَعْمَشِ قَالَ قَالَ ابْنُ عُمَرَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ الْحَاجَةَ لَمْ يَرْفَعْ ثَوْبَهُ حَتَّى يَدْنُوَ مِنَ الأَرْضِ . وَكِلاَ الْحَدِيثَيْنِ مُرْسَلٌ . وَيُقَالُ لَمْ يَسْمَعِ الأَعْمَشُ مِنْ أَنَسٍ وَلاَ مِنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ نَظَرَ إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ رَأَيْتُهُ يُصَلِّي . فَذَكَرَ عَنْهُ حِكَايَةً فِي الصَّلاَةِ . وَالأَعْمَشُ اسْمُهُ سُلَيْمَانُ بْنُ مِهْرَانَ أَبُو مُحَمَّدٍ الْكَاهِلِيُّ وَهُوَ مَوْلًى لَهُمْ . قَالَ الأَعْمَشُ كَانَ أَبِي حَمِيلاً فَوَرَّثَهُ مَسْرُوقٌ .
Qutayba bin Saeed menceritakan kepada kami, Abd al-Salam bin Harb al-Mala’i menceritakan kepada kami, berdasarkan otoritas al-A’mash, berdasarkan otoritas Anas, yang mengatakan bahwa setiap kali Nabi, semoga Allah sallallahu alaihi wasallam, membutuhkan suatu kebutuhan, Dia tidak mengangkat pakaiannya sampai dia dekat dengan tanah. Abu Issa berkata: Inilah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Rabi’ah dari riwayat Al-A’mash dan riwayat Anas. hadis ini. Waki` dan Abu Yahya al-Hammani meriwayatkan dari al-A`mash, yang berkata: Ibnu Umar berkata: Ketika Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menginginkan suatu kebutuhan, dia tidak akan meninggikan suaranya. pakaiannya hingga ia mendekati bumi. Kedua hadis tersebut mursal. Dikatakan bahwa Al-A’mash tidak mendengar kabar dari Anas atau dari siapapun Para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia memandang Anas bin Malik dan berkata, “Saya melihat dia berdoa.” Maka beliau menyebutkan sebuah cerita tentang dirinya tentang doa. Dan nama Al-A’mash adalah Suleiman. Ibn Mihran Abu Muhammad Al-Kahili, dan dia adalah klien mereka. Al-Amash berkata: Ayahku adalah seorang budak, maka Masruq mewarisinya.
Diriwayatkan oleh
Anas, Semoga Allah Yang Maha Tinggi meridainya (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/14
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci