Jami at-Tirmidzi — Hadis #26229
Hadis #26229
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ، قَالَتْ دَخَلْتُ بِابْنٍ لِي عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّهُ عَلَيْهِ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَعَائِشَةَ وَزَيْنَبَ وَلُبَابَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ وَهِيَ أُمُّ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبِي السَّمْحِ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَبِي لَيْلَى وَابْنِ عَبَّاسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِثْلِ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ قَالُوا يُنْضَحُ بَوْلُ الْغُلاَمِ وَيُغْسَلُ بَوْلُ الْجَارِيَةِ وَهَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا فَإِذَا طَعِمَا غُسِلاَ جَمِيعًا .
Qutaibah dan Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, mereka berkata: Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ubayd Allah bin Abdullah bin Utba, Atas wewenang Ummu Qais binti Muhsin, dia berkata: Aku membawa seorang putraku kepada Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia tidak memakan makanan tersebut, lalu dia mengencinginya, lalu mereka menyiramnya dengan air. Jadi dia menaburkannya padanya. Katanya, dan atas wewenang Ali, Aisha, Zainab, dan Lubabah binti Al-Harits, yang merupakan ibu dari Al-Fadl bin Abbas bin Abd. Al-Muttalib, Abu Al-Samh, Abdullah bin Amr, Abu Laila, dan Ibnu Abbas. Abu Issa berkata, dan itu merupakan pendapat lebih dari satu ulama. Dari Para sahabat Nabi Muhammad SAW, dan para Penerus serta orang-orang setelah mereka, seperti Ahmad dan Ishaq, bersabda: Air kencing anak laki-laki harus dipercik, dan air kencing anak perempuan harus dimandikan, kecuali mereka diberi makan, maka jika mereka diberi makan, maka mereka harus dimandikan semua.
Diriwayatkan oleh
Umm Qais bin Mihsan (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/71
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci