Jami at-Tirmidzi — Hadis #26283

Hadis #26283
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، وَعَبْدَةُ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ قَالَ ‏"‏ لاَ إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ فِي حَدِيثِهِ وَقَالَ ‏"‏ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلاَةٍ حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ جَاءَتْ فَاطِمَةُ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالتَّابِعِينَ ‏.‏ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَمَالِكٌ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ أَنَّ الْمُسْتَحَاضَةَ إِذَا جَاوَزَتْ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا اغْتَسَلَتْ وَتَوَضَّأَتْ لِكُلِّ صَلاَةٍ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki', Abdah, dan Abu Muawiyah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hisyam bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, dia berkata: Dia datang Fathimah binti Abi Hubaysh pergi menemui Nabi Muhammad SAW, dan dia berkata, "Ya Rasulullah, aku seorang wanita yang sedang haid, tetapi aku belum suci. Apakah aku harus meninggalkan shalat?" Dia berkata, “Tidak, hanya itu saja Itu adalah urat dan bukan haid, maka jika datang haid maka tinggalkanlah shalat, dan jika sudah selesai, basuhlah darahnya dan shalat.” kata Abu. Muawiyah dalam haditsnya dan berkata, “Berwudhulah pada setiap shalat sampai tiba waktunya.” Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Ummu Salamah. kata Abu Issa. Hadits Aisyah Fathimah datang merupakan hadits yang hasan dan shahih. Ini adalah perkataan lebih dari satu orang berilmu di antara para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan para pengikutnya. Oleh karena itu, Sufyan al-Thawri, Malik, Ibnu al-Mubarak, dan al-Syafi’i mengatakan bahwa jika wanita yang istihaadah telah melewati hari-hari haidnya Dia mandi dan berwudhu setiap kali shalat.
Diriwayatkan oleh
Aisyah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/125
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait