Jami at-Tirmidzi — Hadis #26717
Hadis #26717
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كِنَانَةَ، عَنْ أَبِيهِ، فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَزَادَ فِيهِ مُتَخَشِّعًا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ قَالَ يُصَلِّي صَلاَةَ الاِسْتِسْقَاءِ نَحْوَ صَلاَةِ الْعِيدَيْنِ يُكَبِّرُ فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى سَبْعًا وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَرُوِيَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ لاَ يُكَبِّرُ فِي صَلاَةِ الاِسْتِسْقَاءِ كَمَا يُكَبِّرُ فِي صَلاَةِ الْعِيدَيْنِ . وَقَالَ النُّعْمَانُ أَبُو حَنِيفَةَ لاَ تُصَلَّى صَلاَةُ الاِسْتِسْقَاءِ وَلاَ آمُرُهُمْ بِتَحْوِيلِ الرِّدَاءِ وَلَكِنْ يَدْعُونَ وَيَرْجِعُونَ بِجُمْلَتِهِمْ . قَالَ أَبُو عِيسَى خَالَفَ السُّنَّةَ .
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Hisham bin Ishaq bin Abdullah bin Kinanah, atas wewenang ayahnya, dan dia menyebutkan Serupa dengan itu, dan dia menambahkan padanya, dengan rendah hati. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Demikian pendapat Al-Syafi’i. Dia berkata, “Dia berdoa doa meminta hujan.” Seperti doa Pada dua hari raya Idul Fitri, beliau mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, serta beliau menggunakan hadits Ibnu Abbas sebagai dalilnya. Abu Issa berkata, dan diriwayatkan dari Malik bin Anas. Dia mengatakan bahwa dia tidak boleh mengucapkan “Allahu Akbar” saat shalat hujan seperti yang dia lakukan saat mengucapkan “Allahu Akbar” saat shalat Idul Fitri. Al-Nu’man Abu Hanifah berkata: “Tidak boleh disalat.” Sholat memohon hujan, dan Aku tidak menyuruh mereka mengganti jubahnya, melainkan mereka berdoa dan kembali dalam keadaan utuh. Abu Issa mengatakan hal itu bertentangan dengan Sunnah.
Diriwayatkan oleh
(Another chain) from Hisham bin Ishaq bin Abdullah bin Kinanah, from his father,
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 6/559
Tingkat
Hasan Sahih
Kategori
Bab 6: Perjalanan