Jami at-Tirmidzi — Hadis #26708
Hadis #26708
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِي بُسْرَةَ الْغِفَارِيِّ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَمَانِيَةَ عَشَرَ سَفَرًا فَمَا رَأَيْتُهُ تَرَكَ الرَّكْعَتَيْنِ إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ الظُّهْرِ . وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ الْبَرَاءِ حَدِيثٌ غَرِيبٌ . قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدًا عَنْهُ فَلَمْ يَعْرِفْهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ وَلَمْ يَعْرِفِ اسْمَ أَبِي بُسْرَةَ الْغِفَارِيِّ وَرَآهُ حَسَنًا . وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَ يَتَطَوَّعُ فِي السَّفَرِ قَبْلَ الصَّلاَةِ وَلاَ بَعْدَهَا . وَرُوِيَ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يَتَطَوَّعُ فِي السَّفَرِ . ثُمَّ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ بَعْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَرَأَى بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَتَطَوَّعَ الرَّجُلُ فِي السَّفَرِ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَلَمْ تَرَ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يُصَلَّى قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا . وَمَعْنَى مَنْ لَمْ يَتَطَوَّعْ فِي السَّفَرِ قَبُولُ الرُّخْصَةِ وَمَنْ تَطَوَّعَ فَلَهُ فِي ذَلِكَ فَضْلٌ كَثِيرٌ . وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ يَخْتَارُونَ التَّطَوُّعَ فِي السَّفَرِ .
Qutayba bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Al-Layth bin Saad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Safwan bin Sulaym, atas wewenang Abu Busra Al-Ghafari, atas wewenang Al-Baraa bin Azib, Dia berkata: Aku menemani Rasulullah SAW, dalam delapan belas perjalanan, dan aku tidak pernah melihatnya mengabaikan dua rakaat ketika matahari terbenam sebelum tengah hari. Dan masuk Bab tentang wewenang Ibnu Umar. Abu Issa mengatakan hadis Al-Baraa adalah hadis yang aneh. Beliau berkata, “Aku bertanya kepada Muhammad tentang hal itu, namun dia tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Al-Layth.” Ibnu Saad, dan dia tidak mengetahui nama Abu Busra al-Ghifari, tapi menurutnya dia baik. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah demikian Dia melakukan shalat sunah ketika bepergian sebelum atau sesudah shalat. Diriwayatkan darinya atas izin Nabi Muhammad SAW, bahwa dia biasa melakukan shalat sunah saat bepergian. Kemudian orang-orang yang berilmu setelah Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beberapa sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berpikir bahwa pria itu harus sukarela melakukan perjalanan, dan dengan itu Ahmad dan Ishaq mengatakan: Tidak ada sekelompok orang yang berilmu yang berpendapat bahwa ia harus shalat sebelum atau sesudahnya. Dan apa yang dimaksud dengan orang yang tidak menjadi relawan saat bepergian Menerima izinnya, dan siapa pun yang menjadi relawan, maka banyak pahala yang didapat darinya. Inilah pendapat sebagian besar ulama yang memilih melakukan perjalanan secara sukarela.
Diriwayatkan oleh
Al-Bara bin Azib said
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 6/550
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 6: Perjalanan