Jami at-Tirmidzi — Hadis #27689
Hadis #27689
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، حَدَّثَنِي أَبِي وَحَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَقَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَقَدِ اسْتَثْنَى فَلاَ حِنْثَ عَلَيْهِ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَقَدْ رَوَاهُ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفًا . وَهَكَذَا رُوِيَ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما مَوْقُوفًا . وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ غَيْرَ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ وَقَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَكَانَ أَيُّوبُ أَحْيَانًا يَرْفَعُهُ وَأَحْيَانًا لاَ يَرْفَعُهُ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ الاِسْتِثْنَاءَ إِذَا كَانَ مَوْصُولاً بِالْيَمِينِ فَلاَ حِنْثَ عَلَيْهِ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَالأَوْزَاعِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ .
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Abd al-Samad bin Abd al-Warith meriwayatkan kepada kami, ayah saya dan Hammad bin Salamah meriwayatkan kepada saya, atas wewenang Ayyub, atas wewenang Nafi', atas wewenang Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersumpah dan mengucapkan, Insya Allah, telah membuat pengecualian, maka dia tidak akan mengingkarinya.” Dia berkata. Dan pada bab tentang wewenang Abu Hurairah. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Umar adalah hadits hasan. Ubayd Allah bin Umar dan lain-lain meriwayatkannya atas wewenang Nafi’ atas wewenang Ibnu Umar dianggap mawqoof. Demikianlah diriwayatkan dari riwayat Salim dan riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada mereka berdua, dan kami tidak mengetahui siapa pun yang mengaitkannya kecuali Ayyub. Al-Sakhtiyani, dan Ismail bin Ibrahim berkata: Ayoub kadang membesarkannya dan kadang tidak. Hal ini ditindaklanjuti oleh kebanyakan orang. Para ahli ilmu di kalangan sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan lain-lain mengatakan, jika pengecualian itu ada hubungannya dengan sumpah, maka ia tidak mengingkarinya, dan itu sah. Ucapan Sufyan Al-Thawri, Al-Awza’i, Malik bin Anas, Abdullah bin Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 20/1531
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 20: Nazar dan Sumpah