Jami at-Tirmidzi — Hadis #27722
Hadis #27722
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى النَّيْسَابُورِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ النَّبِيلُ، عَنْ وَهْبٍ أَبِي خَالِدٍ، قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ حَبِيبَةَ بِنْتُ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ، أَنَّ أَبَاهَا، أَخْبَرَهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ تُوطَأَ السَّبَايَا حَتَّى يَضَعْنَ مَا فِي بُطُونِهِنَّ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ . وَحَدِيثُ عِرْبَاضٍ حَدِيثٌ غَرِيبٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَقَالَ الأَوْزَاعِيُّ إِذَا اشْتَرَى الرَّجُلُ الْجَارِيَةَ مِنَ السَّبْىِ وَهِيَ حَامِلٌ فَقَدْ رُوِيَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ . قَالَ الأَوْزَاعِيُّ وَأَمَّا الْحَرَائِرُ فَقَدْ مَضَتِ السُّنَّةُ فِيهِنَّ بِأَنْ أُمِرْنَ بِالْعِدَّةِ . قَالَ حَدَّثَنِي بِذَلِكَ عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنِ الأَوْزَاعِيِّ .
Muhammad ibn Yahya al-Naysaburi memberitahu kami, Abu Asim al-Nabil memberitahu kami, atas wewenang Wahb Abi Khalid, dia berkata, Ummu Habiba binti Irbad ibn Saria, bahwa ayahnya mengatakan kepadanya bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, melarang persetubuhan dengan para tawanan sampai mereka memasukkan apa yang ada di perutnya. Dia berkata: Abu Issa, dan berdasarkan otoritas Ruwaifa bin Thabit, dan hadits Irbad adalah hadits yang aneh. Hal ini dipraktekkan menurut ahli ilmu, dan dia berkata Al-Awza'i: Jika seorang laki-laki membeli seorang budak perempuan dari penangkaran ketika dia sedang hamil, diriwayatkan dari riwayat Umar bin Al-Khattab bahwa dia berkata: Janganlah kamu menyetubuhi seorang wanita hamil sampai dia melahirkan. Al-Awza’i berkata: Adapun wanita merdeka, Sunnah menetapkan bahwa mereka diperintahkan untuk menunaikan masa tunggu. Dia berkata: “Ali bin Khashram memberitahuku tentang hal itu.” Dia berkata: “Beri tahu kami.” Issa bin Yunus dari Al-Awza’i.
Diriwayatkan oleh
Ummu Habibah binti 'Irbad bin Sariyah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 21/1564
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 21: Ekspedisi Militer