Sunan Ad-Darimi — Hadis #55092
Hadis #55092
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ، فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ :" مُرْهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا وَيُمْسِكَهَا حَتَّى تَطْهُرَ، ثُمَّ تَحِيضُ، ثُمَّ تَطْهُرُ، ثُمَّ إِنْ شَاءَ، أَمْسَكَ، وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ قَبْلَ أَنْ يَمَسَّ، فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ أَنْ يُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ "
Khalid bin Mukhlid menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar: Dia menceraikan istrinya ketika dia sedang menstruasi, maka Umar menyebutkan hal itu. Kepada Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Suruhlah dia untuk mengambilnya kembali dan menjaganya sampai dia suci, kemudian dia akan haid, lalu dia menjadi suci, lalu jika dia menghendaki, dia boleh menjaganya. Dan jika Jika dia menghendaki, bolehlah dia diceraikan sebelum dia disentuh, dan itulah masa tunggu yang Allah perintahkan agar perempuan diceraikan.”
Sumber
Sunan Ad-Darimi # 12/2191
Kategori
Bab 12: Bab 12