Jami at-Tirmidzi — Hadis #26195
Hadis #26195
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ ثَلاَثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَقَالَ
" الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى قَالَ قُتَيْبَةُ قَالَ حَمَّادٌ لاَ أَدْرِي هَذَا مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْ مِنْ قَوْلِ أَبِي أُمَامَةَ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَاكَ الْقَائِمِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَنَّ الأُذُنَيْنِ مِنَ الرَّأْسِ . وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مَا أَقْبَلَ مِنَ الأُذُنَيْنِ فَمِنَ الْوَجْهِ وَمَا أَدْبَرَ فَمِنَ الرَّأْسِ . قَالَ إِسْحَاقُ وَأَخْتَارُ أَنْ يَمْسَحَ مُقَدَّمَهُمَا مَعَ الْوَجْهِ وَمُؤَخَّرَهُمَا مَعَ رَأْسِهِ . وَقَالَ الشَّافِعِيُّ هُمَا سُنَّةٌ عَلَى حِيَالِهِمَا يَمْسَحُهُمَا بِمَاءٍ جَدِيدٍ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Zaid meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sinan bin Rabi’ah, atas wewenang Syahr bin Hawshab, atas wewenang Abu Umamah, beliau bersabda: Nabi Muhammad SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, berwudhu, Beliau menyapanya, membasuh wajahnya tiga kali, dan tangannya tiga kali, dan mengusap kepalanya, dan berkata, “Telinganya dari kepala.” Kata Abu Issa, kata Qutaibah. Hammad berkata: Saya tidak tahu apakah ini dari sabda Nabi Muhammad SAW, atau dari sabda Abu Umamah. Katanya, dan pada bab tentang kewenangan Anas. Abu Issa mengatakan hal ini. Itu adalah hadis hasan yang rantai penularannya tidak berdasarkan hadis yang sudah ada. Hal ini menurut sebagian besar orang yang berilmu di antara para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan orang-orang yang Setelah mereka, telinga berasal dari kepala. Demikian yang dikatakan Sufyan Al-Thawri, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Ada yang berkata Ahli ilmu: Apa yang ada di depan telinga ada di wajah, dan apa yang ada di belakang ada di kepala. Ishaq berkata, dan dia memilih untuk mengusap bagian depannya dengan Wajah dan punggungnya, beserta kepalanya. Al-Syafi’i mengatakan bahwa semua itu adalah Sunnah secara keseluruhan. Dia menyekanya dengan air bersih.
Diriwayatkan oleh
Abu 'Umamah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/37
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci