Jami at-Tirmidzi — Hadis #27192
Hadis #27192
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي غَالِبٍ، قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَلَى جَنَازَةِ رَجُلٍ فَقَامَ حِيَالَ رَأْسِهِ ثُمَّ جَاءُوا بِجَنَازَةِ امْرَأَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالُوا يَا أَبَا حَمْزَةَ صَلِّ عَلَيْهَا . فَقَامَ حِيَالَ وَسَطِ السَّرِيرِ . فَقَالَ لَهُ الْعَلاَءُ بْنُ زِيَادٍ هَكَذَا رَأَيْتَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَامَ عَلَى الْجَنَازَةِ مُقَامَكَ مِنْهَا وَمِنَ الرَّجُلِ مُقَامَكَ مِنْهُ قَالَ نَعَمْ . فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ احْفَظُوا . وَفِي الْبَابِ عَنْ سَمُرَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ هَمَّامٍ مِثْلَ هَذَا . وَرَوَى وَكِيعٌ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ هَمَّامٍ فَوَهِمَ فِيهِ فَقَالَ عَنْ غَالِبٍ عَنْ أَنَسٍ . وَالصَّحِيحُ عَنْ أَبِي غَالِبٍ . وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ سَعِيدٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ أَبِي غَالِبٍ مِثْلَ رِوَايَةِ هَمَّامٍ . وَاخْتَلَفُوا فِي اسْمِ أَبِي غَالِبٍ هَذَا فَقَالَ بَعْضُهُمْ يُقَالُ اسْمُهُ نَافِعٌ وَيُقَالُ رَافِعٌ . وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ .
Abdullah bin Munir menceritakan kepada kami, atas wewenang Saeed bin Amir, atas wewenang Hammam, atas wewenang Abu Ghalib, yang berkata: Aku salat bersama Anas bin Malik di pemakaman seorang laki-laki, lalu dia berdiri dengan kepalanya. Kemudian mereka membawakan pemakaman seorang wanita dari suku Quraisy dan berkata, “Wahai Abu Hamzah, doakanlah dia.” Jadi dia berdiri ke tengah tempat tidur dan berkata. Dia memiliki Al-Alaa bin Ziyad. Beginilah aku melihat Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tempat pemakamanmu dan laki-laki di tempatmu. Dia berkata, “Ya.” Dan ketika dia selesai, dia berkata Hafalkan. Dan pada bab tentang kewibawaan Samurah. Abu Issa berkata hadits Anas: Ini adalah hadits yang baik, dan lebih dari satu orang meriwayatkannya berdasarkan otoritas Hammam. Seperti ini. Wakee’ meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Hammam, namun dia salah memahaminya, maka dia mengatakannya, berdasarkan otoritas Ghalib, berdasarkan otoritas Anas. Dan yang shahih ada pada wewenang Abu Ghalib. Hadits ini diriwayatkan oleh Abd al-Warith bin Sa`id dan orang lain atas wewenang Abu Ghalib, seperti riwayat Hammam. Mereka berbeda pendapat mengenai nama Abu Ghalib. Inilah yang dia katakan Ada pula yang menyebut namanya Nafi’ dan ia dipanggil Rafi’. Sebagian ulama berpendapat demikian, dan inilah pendapat Ahmad dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Abu Ghalib (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 10/1034
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 10: Jenazah