Jami at-Tirmidzi — Hadis #27462
Hadis #27462
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَقَالَ قُتَيْبَةُ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ تَنَاجَشُوا " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَأَنَسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ . كَرِهُوا النَّجْشَ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَالنَّجْشُ أَنْ يَأْتِيَ الرَّجُلُ الَّذِي يَفْصِلُ السِّلْعَةَ إِلَى صَاحِبِ السِّلْعَةِ فَيَسْتَامُ بِأَكْثَرَ مِمَّا تَسْوَى وَذَلِكَ عِنْدَمَا يَحْضُرُهُ الْمُشْتَرِي يُرِيدُ أَنْ يَغْتَرَّ الْمُشْتَرِي بِهِ وَلَيْسَ مِنْ رَأْيِهِ الشِّرَاءُ إِنَّمَا يُرِيدُ أَنْ يَخْدَعَ الْمُشْتَرِيَ بِمَا يَسْتَامُ وَهَذَا ضَرْبٌ مِنَ الْخَدِيعَةِ . قَالَ الشَّافِعِيُّ وَإِنْ نَجَشَ رَجُلٌ فَالنَّاجِشُ آثِمٌ فِيمَا يَصْنَعُ وَالْبَيْعُ جَائِزٌ لأَنَّ الْبَائِعَ غَيْرُ النَّاجِشِ .
Qutaybah dan Ahmad ibn Mani` meriwayatkan kepada kami, mereka berkata, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang al-Zuhri, atas wewenang Sa`id ibn al-Musayyab, atas wewenang Abu Hurairah, katanya, Rasulullah SAW bersabda Allah SWT, dan Qutayba berkata bahwa Nabi Muhammad SAW yang menyampaikannya. Dia berkata, “Jangan berdebat.” Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Ibnu Umar. Dan Anas. Abu Issa mengatakan hadits Abu Hurairah merupakan hadits yang hasan dan shahih. Hal ini dilakukan menurut orang-orang yang berilmu. Mereka tidak menyukai dekonstruksi. Abu Issa dan Najsh mengatakan bahwa orang yang memisahkan barang dagangan itu mendatangi pemilik barang itu dan menerima lebih dari yang dibayarkan, dan pada saat itulah Pembeli membawanya. Dia ingin pembelinya tertipu, padahal itu bukan niatnya untuk membeli. Sebaliknya, dia ingin menipu pembeli dengan cara yang tidak diinginkan, dan ini adalah salah satu jenisnya. Dari penipuan. Al-Syafi’i berkata: Jika seseorang melakukan penipuan, maka orang yang melakukan penipuan itu berdosa atas perbuatannya, dan penjualannya diperbolehkan karena penjualnya tidak curang. .
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 14/1304
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 14: Jual Beli