Jami at-Tirmidzi — Hadis #29319
Hadis #29319
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنِّي قَدْ أَحْبَبْتُ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُنَادِي فِي السَّمَاءِ ثُمَّ تَنْزِلُ لَهُ الْمَحَبَّةُ فِي أَهْلِ الأَرْضِ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ : ( إنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا ) وَإِذَا أَبْغَضَ اللَّهُ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنِّي قَدْ أَبْغَضْتُ فُلاَنًا فَيُنَادِي فِي السَّمَاءِ ثُمَّ تَنْزِلُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الأَرْضِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَقَدْ رَوَى عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ هَذَا .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abd al-Aziz bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Suhail bin Abi Shalih, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, Dia bersabda, “Ketika Tuhan mencintai seorang hamba, Jibril berseru, ‘Sesungguhnya aku telah mencintai si fulan,’ dan dia pun mencintainya.” Kemudian dia berseru dari langit, lalu turun baginya. Cinta untuk penduduk bumi. Itulah firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka Yang Maha Pemurah akan melimpahkan kepada mereka cinta.) Dan bila Dia membenci Allah adalah seorang hamba. Dia berseru kepada Jibril, “Sesungguhnya aku membenci si fulan.” Dia akan dipanggil di surga, kemudian kebencian akan turun padanya di bumi. “kata Abu. Ya Tuhan, ini adalah hadis yang baik dan shahih. Abdul Rahman bin Abdullah bin Dinar meriwayatkan atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Shalih, atas wewenang Abu Hurairah. Atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 47/3161
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 47: Tafsir