Jami at-Tirmidzi — Hadis #29488
Hadis #29488
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنِي شَبَابَةُ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ ثُوَيْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً لَمَنْ يَنْظُرُ إِلَى جِنَانِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَخَدَمِهِ وَسُرُرِهِ مَسِيرَةَ أَلْفِ سَنَةٍ وَأَكْرَمَهُمْ عَلَى اللَّهِ مَنْ يَنْظُرُ إِلَى وَجْهِهِ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً " . ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : (وجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ) . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ قَدْ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ مِثْلَ هَذَا مَرْفُوعًا . وَرَوَى عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبْجَرَ عَنْ ثُوَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَوْلَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ .
وَرَوَى الأَشْجَعِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ ثُوَيْرٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَوْلَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا ذَكَرَ فِيهِ عَنْ مُجَاهِدٍ غَيْرَ الثَّوْرِيِّ . حَدَّثَنَا بِذَلِكَ أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ الأَشْجَعِيُّ عَنْ سُفْيَانَ . ثُوَيْرٌ يُكْنَى أَبَا جَهْمٍ وَأَبُو فَاخِتَةَ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ عِلاَقَةَ .
Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, Shababah memberitahuku, atas otoritas Israel, atas otoritas Thuwayr, dia berkata, Aku mendengar Ibnu Umar berkata, “Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, ‘Yang paling rendah derajatnya di kalangan penghuni surga adalah orang yang memandang surganya, istri-istrinya, hamba-hambanya, dan kesenangannya dalam jangka waktu seribu tahun, dan yang paling dermawan di antara mereka. “Allah-lah yang wajahnya dilihat-Nya pada pagi dan petang.” Kemudian Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, membacakan: "Wajah pada hari itu akan berseri-seri * bagi Tuhannya Seorang pengamat wanita. Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang aneh. Lebih dari satu orang meriwayatkannya di otoritas Israel, seperti ini, dengan rantai transmisi yang dapat dilacak. Dan Abd al-Malik meriwayatkan Ibn Abjar Atas wewenang Thuwair, atas wewenang Ibnu Umar, perkataannya, namun ia tidak meriwayatkannya. Al-Ashja’i meriwayatkan, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Thuwair, atas wewenang Mujahid, atas wewenang Ibnu Umar, perkataannya Dia tidak meriwayatkannya, dan kami tidak mengetahui ada orang yang menyebut di dalamnya seorang mujahid selain seorang revolusioner. Abu Kuraib meriwayatkan kepada kami, Ubayd Allah Al-Ashja’i meriwayatkan kepada kami. Atas wewenang Sufyan: Thuwair, julukannya Abu Jahm, dan Abu Fakhta, namanya Saeed bin Ulaqah.
Diriwayatkan oleh
Thuwair (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 47/3330
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 47: Tafsir