Sunan Ad-Darimi — Hadis #54591
Hadis #54591
أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ ، عَنْ هَارُونَ ابْنِ ابْنَةِ أُمِّ هَانِئٍ أَوْ ابْنِ ابْنِ أُمِّ هَانِئٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ صَائِمَةٌ، فَأُتِيَ بِإِنَاءٍ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَهَا فَشَرِبَتْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" إِنْ كَانَ قَضَاءَ رَمَضَانَ، فَصُومِي يَوْمًا آخَرَ، وَإِنْ كَانَ تَطَوُّعًا، فَإِنْ شِئْتِ، فَاقْضِيهِ، وَإِنْ شِئْتِ، فَلَا تَقْضِيهِ "
Abu An-Numan menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Samak bin Harb, atas wewenang putri Harun bin Ummu Hani, atau Ibnu Umm Hani, atas wewenang Ummu Hani, bahwa Nabi Muhammad SAW, memasuki dia ketika dia sedang berpuasa, maka sebuah bejana dibawakan kepadanya dan dia minum, lalu beliau memberikannya kepadanya dan dia minum. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Jika itu adalah pemenuhan Ramadhan, maka puasalah di hari lain, dan jika itu sukarela, maka jika Anda mau, maka qadha, dan jika apa pun yang Anda inginkan, jangan mengqadha.”
Sumber
Sunan Ad-Darimi # 4/1690
Kategori
Bab 4: Bab 4