Jami at-Tirmidzi — Hadis #30010
Hadis #30010
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ اسْتَغْفَرَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةَ الْبَعِيرِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ . وَمَعْنَى قَوْلِهِ لَيْلَةَ الْبَعِيرِ مَا رُوِيَ عَنْ جَابِرٍ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فَبَاعَ بَعِيرَهُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاشْتَرَطَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ يَقُولُ جَابِرٌ لَيْلَةَ بِعْتُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الْبَعِيرَ اسْتَغْفَرَ لِي خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً وَكَانَ جَابِرٌ قَدْ قُتِلَ أَبُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ حَرَامٍ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ بَنَاتٍ فَكَانَ جَابِرٌ يَعُولُهُنَّ وَيُنْفِقُ عَلَيْهِنَّ وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَبَرُّ جَابِرًا وَيَرْحَمُهُ لِسَبَبِ ذَلِكَ هَكَذَا رُوِيَ فِي حَدِيثٍ عَنْ جَابِرٍ نَحْوُ هَذَا .
Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, dia berkata: Bishr bin al-Sari menceritakan kepada kami, atas wewenang Hammad bin Salamah, atas wewenang Abu al-Zubayr, atas wewenang Jabir, dia berkata: Mohon ampun kepadaku dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau mengucapkan malam unta sebanyak dua puluh lima kali. Ini adalah hadis yang hasan, shahih, dan ganjil. Arti sabdanya: Malam unta adalah: Diriwayatkan dari riwayat Jabir dalam lebih dari satu cara bahwa dia bersama Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dalam perjalanan, maka dia menjual untanya dari Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan menetapkan bahwa itu harus kembali ke Madinah. Dia berkata kepada Jabir: Pada malam saya menjual unta itu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia meminta maaf kepada saya sebanyak dua puluh lima kali. Ayahnya, Abdullah bin Amr bin Haram, terbunuh pada hari Uhud dan meninggalkan anak perempuannya. Jabir biasa menghidupi mereka dan membelanjakannya, dan Nabi Muhammad SAW adalah orang yang dermawan. Dia tirani dan kasihan padanya karena itu. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Jabir, kurang lebih seperti ini.
Diriwayatkan oleh
Jabir (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 49/3852
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 49: Keutamaan