Al-Adab Al-Mufrad — Hadis #47072
Hadis #47072
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: جَلَسَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَامَ الْفَتْحِ عَلَى دَرَجِ الْكَعْبَةِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ حِلْفٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، لَمْ يَزِدْهُ الإِسْلاَمُ إِلاَّ شِدَّةً، وَلاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ.
Khalid bin Mukhlid menceritakan kepada kami, dia berkata: Suleiman bin Bilal menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Rahman bin Al-Harits menceritakan kepadaku, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayah-Nya, atas wewenang kakeknya, bersabda: Nabi Muhammad SAW, duduk di tangga Ka'bah pada tahun penaklukan, dan mengucap syukur dan memuji Allah, lalu beliau bersabda: Siapapun yang bersekutu pada zaman pra-Islam, maka Islam hanya menambah keistimewaannya. kesulitan, dan tidak ada migrasi setelah penaklukan.
Sumber
Al-Adab Al-Mufrad # 30/570
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 30: Bab 30