19 Hadis
01
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1117
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ ذَرِيحٍ، عَنْ عَامِرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ إِنِّي لَأَرَى لِجَوَابِ الْكِتَابِ حَقًّا كَرَدِّ السَّلامِ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, dia berkata: Seorang sahabat menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Abbas bin Dhurayh, atas wewenang Amer, atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Saya tidak melihat jawabannya. Buku ini benar-benar merupakan kembalinya kedamaian
02
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1118
حَدَّثَنَا ابْنُ رَافِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عَبْدِ اللهِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَتْنَا عَائِشَةُ بِنْتُ طَلْحَةَ قَالَتْ‏:‏ قُلْتُ لِعَائِشَةَ، وَأَنَا فِي حِجْرِهَا، وَكَانَ النَّاسُ يَأْتُونَهَا مِنْ كُلِّ مِصْرٍ، فَكَانَ الشُّيُوخُ يَنْتَابُونِي لِمَكَانِي مِنْهَا، وَكَانَ الشَّبَابُ يَتَأَخَّوْنِي فَيُهْدُونَ إِلَيَّ، وَيَكْتُبُونَ إِلَيَّ مِنَ الأَمْصَارِ، فَأَقُولُ لِعَائِشَةَ‏:‏ يَا خَالَةُ، هَذَا كِتَابُ فُلاَنٍ وَهَدِيَّتُهُ، فَتَقُولُ لِي عَائِشَةُ‏:‏ أَيْ بُنَيَّةُ، فَأَجِيبِيهِ وَأَثِيبِيهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَكِ ثَوَابٌ أَعْطَيْتُكِ، فَقَالَتْ‏:‏ فَتُعْطِينِي‏.‏
Ibnu Rafi’ memberitahukan kami, dia berkata: Abu Usama memberitahu kami, dia berkata: Musa bin Abdullah memberitahuku, dia berkata: Aisha binti Thalhah memberitahu kami, dia berkata: Aku berkata kepada Aisha, ketika aku berada di pangkuannya, dan orang-orang datang kepadanya dari seluruh Mesir, dan para syekh mengejekku tentang tempatku di dalam dia, dan itu adalah Orang-orang muda mendekatiku sebagai saudara dan memberiku hadiah, dan mereka menulis kepadaku dari daerah, maka aku berkata kepada Aisha: Wahai bibi, ini surat si fulan dan hadiahnya. Maka Aisha berkata kepadaku: Ya, putriku, jawablah dia dan beri dia hadiah. Jika kamu tidak mempunyai imbalan, aku akan memberikannya kepadamu. Jadi dia berkata: Jadi, kamu akan memberiku.
03
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1119
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ كَتَبَ إِلَى عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ يُبَايِعُهُ، فَكَتَبَ إِلَيْهِ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لِعَبْدِ الْمَلِكِ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ مِنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ‏:‏ سَلاَمٌ عَلَيْكَ، فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ اللَّهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، وَأُقِرُّ لَكَ بِالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ عَلَى سُنَّةِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ، فِيمَا اسْتَطَعْتُ‏.‏
Ismail bercerita kepada kami, dia berkata: Malik memberitahuku, atas wewenang Abdullah bin Dinar, bahwa Abdullah bin Omar menulis surat kepada Abdul Malik bin Marwan. Dia berjanji setia kepadanya, maka dia menulis kepadanya: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kepada Abdul Malik, Amirul Mukminin, dari Abdullah bin Omar: Assalamu'alaikum, Maka aku puji Tuhan bagimu yang tidak ada tuhan selainnya, dan aku ucapkan kepadamu pendengaran dan ketaatanku menurut Sunnah Allah dan Sunnah Rasul-Nya semampuku.
04
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1120
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ‏:‏ أَرْسَلَنِي أَبِي إِلَى ابْنِ عُمَرَ، فَرَأَيْتُهُ يَكْتُبُ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، أَمَّا بَعْدُ‏.‏
Qabisah menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Zaid bin Aslam, dia berkata: Ayahku mengirimku kepada Ibnu Umar, dan aku melihatnya menulis: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Adapun yang berikut ini...
05
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1121
حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسَائِلَ مِنْ رَسَائِلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، كُلَّمَا انْقَضَتْ قِصَّةٌ قَالَ‏:‏ أَمَّا بَعْدُ‏.‏
Ruh ibn Abd al-Mu'min menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Usama menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisham ibn Urwa, dia berkata: Saya melihat surat-surat dari surat-surat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Kapanpun sebuah cerita berakhir, dia berkata: “Adapun yang berikut ini.”
06
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1122
It Is
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ كُبَرَاءِ آلِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ كَتَبَ بِهَذِهِ الرِّسَالَةِ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لِعَبْدِ اللهِ مُعَاوِيَةَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ اللَّهَ الَّذِي لا إِلَهَ إلا هُوَ، أَمَّا بَعْدُ‏.‏
Ismail bin Abi Uwais meriwayatkan kepada kami, beliau berkata: Ibnu Abi Al-Zannad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Kharijah bin Zaid, atas wewenang kebanggaan keluarga Zaid bin Tsabit, bahwa Zayd bin Tsabit menulis surat ini: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Abdullah Muawiyah, Amirul Mukminin, dari Zayd. Ibnu Tsabit, salam sejahtera bagimu, Amirul Mukminin, dan rahmat Tuhan. Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. Adapun yang berikut ini.
07
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1123
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ الْجُرَيْرِيُّ قَالَ‏:‏ سَأَلَ رَجُلٌ الْحَسَنَ عَنْ قِرَاءَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ تِلْكَ صُدُورُ الرَّسَائِلِ‏.‏
Muhammad Al-Ansari memberi tahu kami, dia berkata: Abu Masoud Al-Jariri memberi tahu kami, dia berkata: Seorang pria bertanya kepada Al-Hasan tentang membaca Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang? Dia berkata: Itu adalah peti-peti surat
08
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1124
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ نَافِعٍ قَالَ‏:‏ كَانَتْ لِابْنِ عُمَرَ حَاجَةٌ إِلَى مُعَاوِيَةَ، فَأَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَيْهِ، فَقَالُوا‏:‏ ابْدَأْ بِهِ، فَلَمْ يَزَالُوا بِهِ حَتَّى كَتَبَ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، إِلَى مُعَاوِيَةَ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Zakaria memberitahu kami, atas wewenang Ibnu Aoun, atas wewenang Nafi', yang mengatakan: Ibnu Umar membutuhkan Muawiyah. Maka dia ingin menulis kepadanya, maka mereka berkata: Mulailah dengan itu, maka mereka tidak melanjutkannya sampai dia menulis: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kepada Muawiyah.
09
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1125
Anas bin Sirin (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ‏:‏ كَتَبْتُ لِابْنِ عُمَرَ، فَقَالَ‏:‏ اكْتُبْ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، أَمَّا بَعْدُ‏:‏ إِلَى فُلانٍ‏.‏
Dari Ibnu Aoun, dari Anas bin Sirin, dia berkata: Aku menulis kepada Ibnu Umar, dan dia berkata: Tulislah dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, lalu: Kepada si anu.
10
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1126
Anas bin Sirin (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ‏:‏ كَتَبَ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيِ ابْنِ عُمَرَ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لِفُلاَنٍ، فَنَهَاهُ ابْنُ عُمَرَ وَقَالَ‏:‏ قُلْ‏:‏ بِسْمِ اللهِ، هُوَ لَهُ‏.‏
Dari Ibnu Aoun, dari Anas bin Sirin, beliau berkata: Seorang laki-laki menulis di tangan Ibnu Umar: “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,” kepada si fulan, namun Ibnu Umar melarangnya. Dan dia berkata: Katakanlah: Dengan menyebut nama Tuhan, itu miliknya.
11
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1127
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ كُبَرَاءِ آلِ زَيْدٍ، أَنَّ زَيْدًا كَتَبَ بِهَذِهِ الرِّسَالَةِ‏:‏ لِعَبْدِ اللهِ مُعَاوِيَةَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ‏:‏ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ اللَّهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، أَمَّا بَعْدُ‏.‏
Ismail meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Abi al-Zinad meriwayatkan kepadaku, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Kharijah bin Zayd, atas wewenang kebanggaan keluarga Zayd, bahwa Zayd menulis dengan ini Pesan: Kepada Abdullah Muawiyah, Amirul Mukminin, dari Zaid bin Tsabit: Assalamualaikum, Amirul Mukminin, dan rahmat Allah. Saya memuji Tuhan, tidak ada Tuhan selain Dia, tapi sekarang.
12
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1128
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُمَرُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، سَمِعْتُهُ يَقُولُ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِنَّ رَجُلاً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ، وَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَكَتَبَ إِلَيْهِ صَاحِبُهُ‏:‏ مِنْ فُلاَنٍ إِلَى فُلانٍ‏.‏
Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Awanah menceritakan kepada kami, dia berkata: Umar menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, aku mendengar dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda Dia berkata: Seorang laki-laki dari Bani Israel menyebutkan hadits tersebut, dan sahabatnya menulis kepadanya: Dari si fulan ke si fulan.
13
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1129
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ الْغَسِيلِ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ قَالَ‏:‏ لَمَّا أُصِيبَ أَكْحُلُ سَعْدٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَثَقُلَ، حَوَّلُوهُ عِنْدَ امْرَأَةٍ يُقَالُ لَهَا‏:‏ رُفَيْدَةُ، وَكَانَتْ تُدَاوِي الْجَرْحَى، فَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا مَرَّ بِهِ يَقُولُ‏:‏ كَيْفَ أَمْسَيْتَ‏؟‏، وَإِذَا أَصْبَحَ‏:‏ كَيْفَ أَصْبَحْتَ‏؟‏ فَيُخْبِرُهُ‏.‏
Abu Nu`aym menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibn al-Ghasil menceritakan kepada kami, atas wewenang Asim bin Umar, atas wewenang Mahmoud bin Labid, dia berkata: Ketika Akhul Saad terluka pada hari itu Parit menjadi berat, maka mereka meninggalkannya pada seorang wanita bernama Rufaydah, yang biasa merawat yang terluka. Kapanpun Nabi Muhammad SAW melewatinya Dia berkata: Bagaimana kabarmu malam ini? Dan ketika dia datang di pagi hari: Bagaimana kabarmu di pagi hari? Lalu dia memberitahunya.
14
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1130
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يَحْيَى الْكَلْبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ وَكَانَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ أَحَدَ الثَّلاَثَةِ الَّذِينَ تِيبَ عَلَيْهِمْ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَرَجَ مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي وَجَعِهِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ، فَقَالَ النَّاسُ‏:‏ يَا أَبَا الْحَسَنِ، كَيْفَ أَصْبَحَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَصْبَحَ بِحَمْدِ اللهِ بَارِئًا، قَالَ‏:‏ فَأَخَذَ عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بِيَدِهِ، فَقَالَ‏:‏ أَرَأَيْتُكَ‏؟‏ فَأَنْتَ وَاللَّهِ بَعْدَ ثَلاَثٍ عَبْدُ الْعَصَا، وَإِنِّي وَاللَّهِ لَأَرَى رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم سَوْفَ يُتَوَفَّى فِي مَرَضِهِ هَذَا، إِنِّي أَعْرِفُ وُجُوهَ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عِنْدَ الْمَوْتِ، فَاذْهَبْ بِنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَلْنَسْأَلْهُ‏:‏ فِيمَنْ هَذَا الأَمْرُ‏؟‏ فَإِنْ كَانَ فِينَا عَلِمْنَا ذَلِكَ، وَإِنْ كَانَ فِي غَيْرِنَا كَلَّمْنَاهُ فَأَوْصَى بِنَا، فَقَالَ عَلِيٌّ‏:‏ إِنَّا وَاللَّهِ إِنْ سَأَلْنَاهُ فَمَنَعَنَاهَا لاَ يُعْطِينَاهَا النَّاسُ بَعْدَهُ أَبَدًا، وَإِنِّي وَاللَّهِ لاَ أَسْأَلُهَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَبَدًا‏.‏
Yahya bin Saleh menceritakan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Yahya al-Kalbi menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Zuhri menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin menceritakan kepadaku Ka'b bin Malik Al-Ansari berkata: Ka'b bin Malik adalah salah satu dari tiga orang yang dia taubat. Ibnu Abbas memberitahunya hal itu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu meninggalkan hadirat Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, selama kesakitan yang ia alami saat meninggal. Orang-orang bertanya: Wahai Abu Al-Hasan, bagaimana caranya? Apakah Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bangun di pagi hari? Dia berkata: Syukurlah, dia tidak bersalah di pagi hari. Dia berkata: Maka Abbas bin Abdul Muthalib mengambil Di tangannya dia berkata: Pernahkah aku melihatmu? Demi Tuhan, setelah tiga hari, Anda adalah hamba tongkat, dan demi Tuhan, saya melihat bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, akan meninggal selama sakitnya. Ini, saya mengetahui wajah Bani Abdul Muthalib pada saat kematiannya, maka bawalah kami menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan marilah kita bertanya kepadanya: Tentang siapa masalah ini? Jika itu ada di antara kami, kami mengetahuinya, dan jika itu ada di antara orang lain, kami berbicara dengannya dan dia merekomendasikan kami. Lalu Ali berkata: Demi Allah, kami telah memintanya, namun dia menahannya dari kami. Orang tidak akan pernah memberikannya kepada kita setelah dia. Demi Tuhan, saya tidak akan pernah bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
15
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1131
Ibn Abi-zinad Merabatkan (RA)
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، أَنَّهُ أَخَذَ هَذِهِ الرِّسَالَةَ مِنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ، وَمِنْ كُبَرَاءِ آلِ زَيْدٍ‏:‏ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لِعَبْدِ اللهِ مُعَاوِيَةَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ‏:‏ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ اللَّهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، أَمَّا بَعْدُ‏:‏ فَإِنَّكَ تَسْأَلُنِي عَنْ مِيرَاثِ الْجَدِّ وَالإِخْوَةِ، فَذَكَرَ الرِّسَالَةَ، وَنَسْأَلُ اللَّهَ الْهُدَى وَالْحِفْظَ وَالتَّثَبُّتَ فِي أَمْرِنَا كُلِّهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ نَضِلَّ، أَوْ نَجْهَلَ، أَوْ نُكَلَّفَ مَا لَيْسَ لَنَا بِهِ عِلْمٌ، وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ وَمَغْفِرَتُهُ‏.‏ وَكَتَبَ وُهَيْبٌ‏:‏ يَوْمَ الْخَمِيسِ لِثِنْتَيْ عَشْرَةَ بَقِيَتْ مِنْ رَمَضَانَ سَنَةَ اثْنَيْنِ وَأَرْبَعِينَ‏.‏
Ibnu Abi Maryam menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi al-Zannad menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, bahwa dia mengambil surat ini dari luar Ibnu Zaid, dan dari para tetua keluarga Zaid: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kepada Abdullah Muawiyah, Amirul Mukminin, dari Zaid bin Tsabit: Assalamu'alaikum. Semoga rahmat dan berkah Tuhan tercurah padamu, Amirul Mukminin. Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. Sekarang, Anda bertanya kepada saya tentang warisan kakek saya. Dan saudara-saudara, sebutkan pesannya, dan kami memohon kepada Tuhan untuk bimbingan, perlindungan, dan ketabahan dalam segala urusan kami, dan kami berlindung kepada Tuhan agar kami tidak tersesat. Atau kami bodoh, atau kami dituduh melakukan apa yang tidak kami ketahui. Semoga shalawat dilimpahkan kepadamu, Amirul Mukminin, dan rahmat, berkah, dan ampunan Tuhan. Wahib menulis: Kamis, tanggal dua belas Ramadhan tahun empat puluh dua.
16
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1132
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَسَلَّمَ عَلَيْهِ رَجُلٌ فَرَدَّ السَّلاَمَ، ثُمَّ سَأَلَ عُمَرُ الرَّجُلَ‏:‏ كَيْفَ أَنْتَ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ أَحْمَدُ اللَّهَ إِلَيْكَ، فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ هَذَا الَّذِي أَرَدْتُ مِنْكَ‏.‏
Ismail menceritakan kepada kami, dia berkata: Malik memberitahuku, atas wewenang Ishaq bin Abdullah bin Abi Talha, atas wewenang Anas bin Malik, bahwa dia mendengar Omar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, dan ada seorang laki-laki yang menyapanya, dan dia membalas salam tersebut. Lalu Umar bertanya kepada laki-laki itu: Apa kabarmu? Dia berkata: Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk Anda. Umar berkata: Inilah yang kuinginkan darimu.
17
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1133
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ سَلَمَةَ الْمَكِّيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ‏:‏ قِيلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ كَيْفَ أَصْبَحْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ بِخَيْرٍ مِنْ قَوْمٍ لَمْ يَشْهَدُوا جَنَازَةً، وَلَمْ يَعُودُوا مَرِيضًا‏.‏
Abu Asim menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Muslim, atas wewenang Salamah al-Makki, atas wewenang Jabir bin Abdullah: Dikatakan kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: Bagaimana kabarmu? Beliau bersabda: Lebih baik dari pada orang yang tidak pernah menghadiri pemakaman dan tidak sakit lagi.
18
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1134
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ مُهَاجِرٍ هُوَ الصَّائِغُ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ أَجْلِسُ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ضَخْمٍ مِنَ الْحَضْرَمِيِّينَ، فَكَانَ إِذَا قِيلَ لَهُ‏:‏ كَيْفَ أَصْبَحْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لا نُشْرِكُ بِاللَّهِ‏.‏
Muhammad ibn al-Sabbah menceritakan kepada kami, dia berkata: Seorang rekan menceritakan kepada kami, atas dasar seorang mujahid, seorang tukang emas, yang berkata: Saya sedang duduk bersama seorang laki-laki dari para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Seorang laki-laki berbadan besar dari suku Hadrami, dan ketika ditanya: Bagaimana jadinya kamu? Dia akan berkata: Kami tidak mempersekutukan apapun dengan Tuhan.
19
Al-Adab Al-Mufrad # 45/1135
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا رِبْعِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجَارُودِ الْهُذَلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَيْفُ بْنُ وَهْبٍ قَالَ‏:‏ قَالَ لِي أَبُو الطُّفَيْلِ‏:‏ كَمْ أَتَى عَلَيْكَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ أَنَا ابْنُ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ، قَالَ‏:‏ أَفَلاَ أُحَدِّثُكَ بِحَدِيثٍ سَمِعْتُهُ مِنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ‏:‏ إِنَّ رَجُلاً مِنْ مُحَارِبِ خَصَفَةَ، يُقَالُ لَهُ‏:‏ عَمْرُو بْنُ صُلَيْعٍ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ، وَكَانَ بِسِنِّي يَوْمَئِذٍ وَأَنَا بِسِنِّكَ الْيَوْمَ، أَتَيْنَا حُذَيْفَةَ فِي مَسْجِدٍ، فَقَعَدْتُ فِي آخِرِ الْقَوْمِ، فَانْطَلَقَ عَمْرٌو حَتَّى قَامَ بَيْنَ يَدَيْهِ، قَالَ‏:‏ كَيْفَ أَصْبَحْتَ، أَوْ كَيْفَ أَمْسَيْتَ يَا عَبْدَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَحْمَدُ اللَّهَ، قَالَ‏:‏ مَا هَذِهِ الأَحَادِيثُ الَّتِي تَأْتِينَا عَنْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَمَا بَلَغَكَ عَنِّي يَا عَمْرُو‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَحَادِيثُ لَمْ أَسْمَعْهَا، قَالَ‏:‏ إِنِّي وَاللَّهِ لَوْ أُحَدِّثُكُمْ بِكُلِّ مَا سَمِعْتُ مَا انْتَظَرْتُمْ بِي جُنْحَ هَذَا اللَّيْلِ، وَلَكِنْ يَا عَمْرُو بْنَ صُلَيْعٍ، إِذَا رَأَيْتَ قَيْسًا تَوَالَتْ بِالشَّامِ فَالْحَذَرَ الْحَذَرَ، فَوَاللَّهِ لاَ تَدَعُ قَيْسٌ عَبْدًا لِلَّهِ مُؤْمِنًا إِلاَّ أَخَافَتْهُ أَوْ قَتَلَتْهُ، وَاللَّهِ لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهِمْ زَمَانٌ لاَ يَمْنَعُونَ فِيهِ ذَنَبَ تَلْعَةٍ، قَالَ‏:‏ مَا يَنْصِبُكَ عَلَى قَوْمِكَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ذَاكَ إِلَيَّ، ثُمَّ قَعَدَ‏.‏
Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Rabi’ bin Abdullah bin Al-Jaroud Al-Hudhali menceritakan kepada kami, dia berkata: Saif bin Wahb memberitahu kami, dia berkata: Abu memberitahuku Al-Tufayl: Sudah berapa lama bersamamu? Saya berkata: Saya berumur tiga puluh tiga tahun. Dia berkata: Maukah aku menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku dengar dari Hudhayfah bin Al-Yaman: Seorang laki-laki dari pejuang Khasfa, bernama: Amr bin Sulay’, dan dia mempunyai sahabat, dan dia seusiaku saat itu, dan aku seusiamu. Hari ini, kami mendatangi Hudhayfah di sebuah masjid, dan saya duduk di belakang orang-orang. Kemudian Amr berangkat hingga dia berdiri di depannya. Dia berkata: Bagaimana kabarmu? Atau bagaimana caranya? Apakah malammu menyenangkan wahai Abdullah? Dia berkata: Segala puji bagi Tuhan. Beliau bertanya: Apa saja hadis yang kami peroleh dari kamu? Beliau bertanya: Dan apa yang sampai kepadamu tentang aku, wahai Amr? Dia berkata: Hadits yang tidak saya dengar. Dia berkata: Demi Tuhan, jika saya menceritakan semua yang saya dengar, Anda tidak akan menunggu saya di penghujung malam ini, tetapi Wahai Amr bin Sulay’, jika kamu melihat Qais bepergian di Syam, waspadalah, berhati-hatilah, karena demi Tuhan, jangan biarkan Qais, seorang hamba Tuhan yang beriman, pergi kecuali kamu membuatnya takut atau dia membunuhnya, dan demi Tuhan, suatu saat akan datang atas mereka di mana mereka tidak dapat dicegah melakukan dosa Talah. Dia berkata: Apa yang akan menempatkanmu di atas umatmu, semoga Tuhan mengasihanimu? Dia berkata: Itu saja, lalu dia duduk.