Jami at-Tirmidzi — Hadis #26182

Hadis #26182
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، أَحْمَدُ بْنُ بَكَّارٍ الدِّمَشْقِيُّ - يُقَالُ هُوَ مِنْ وَلَدِ بُسْرِ بْنِ أَرْطَاةَ صَاحِبِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنِ الأَوْزَاعِيِّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلاَ يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الإِنَاءِ حَتَّى يُفْرِغَ عَلَيْهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَجَابِرٍ وَعَائِشَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ قَالَ الشَّافِعِيُّ وَأُحِبُّ لِكُلِّ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ النَّوْمِ قَائِلَةً كَانَتْ أَوْ غَيْرَهَا أَنْ لاَ يُدْخِلَ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا فَإِنْ أَدْخَلَ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَهَا كَرِهْتُ ذَلِكَ لَهُ وَلَمْ يُفْسِدْ ذَلِكَ الْمَاءَ إِذَا لَمْ يَكُنْ عَلَى يَدِهِ نَجَاسَةٌ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ إِذَا اسْتَيْقَظَ مِنَ النَّوْمِ مِنَ اللَّيْلِ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَهَا فَأَعْجَبُ إِلَىَّ أَنْ يُهَرِيقَ الْمَاءَ ‏.‏ وَقَالَ إِسْحَاقُ إِذَا اسْتَيْقَظَ مِنَ النَّوْمِ بِاللَّيْلِ أَوْ بِالنَّهَارِ فَلاَ يُدْخِلْ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ‏.‏
Abu Al-Walid, Ahmad bin Bakkar Al-Dimashqi menceritakan kepada kami - konon dia berasal dari keturunan Busr bin Artat, sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami. Atas wewenang Al-Awza’i, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sa’id bin Al-Musayyab dan Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad saw. Beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian terbangun di malam hari, maka ia tidak memasukkan tangannya ke dalam bejana itu sampai ia mengosongkannya dua atau tiga kali, karena ia tidak mengetahui di mana bejana itu bermalam.” Tangannya. Dan atas wewenang Ibnu Omar, Jabir, dan Aisha. Abu Issa berkata, “Dan ini adalah hadis yang baik dan shahih.” kata Al-Syafi’i. Saya menghimbau kepada setiap orang yang terbangun dari tidurnya, baik bangun tidur maupun tidak, agar tidak memasukkan tangannya ke dalam wudhu hingga ia selesai mencucinya. Jika dia meletakkan tangannya sebelum dia mencucinya, aku tidak menyukainya, dan itu tidak merusak airnya jika tidak ada kotoran di tangannya. Dan Ahmad bin Hanbal berkata: Dia bangun Dia tertidur pada malam hari, lalu dia memasukkan tangannya ke dalam wudhu sebelum mencucinya, dan dia bertanya-tanya sampai dia memuntahkan airnya. Dan Ishaq bersabda, ketika dia bangun, barangsiapa tidur di malam hari atau di siang hari, maka hendaklah dia tidak memasukkan tangannya ke dalam wudhu sampai dia mencucinya.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/24
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya
Topik: #Charity #Mother

Hadis Terkait