Jami at-Tirmidzi — Hadis #26186
Hadis #26186
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثًا . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَقَدْ رَوَى مَالِكٌ وَابْنُ عُيَيْنَةَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى وَلَمْ يَذْكُرُوا هَذَا الْحَرْفَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ . وَإِنَّمَا ذَكَرَهُ خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ . وَخَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ثِقَةٌ حَافِظٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ الْمَضْمَضَةُ وَالاِسْتِنْشَاقُ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ يُجْزِئُ وَقَالَ بَعْضُهُمْ تَفْرِيقُهُمَا أَحَبُّ إِلَيْنَا . وَقَالَ الشَّافِعِيُّ إِنْ جَمَعَهُمَا فِي كَفٍّ وَاحِدٍ فَهُوَ جَائِزٌ وَإِنْ فَرَّقَهُمَا فَهُوَ أَحَبُّ إِلَيْنَا .
Yahya bin Musa menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Musa al-Razi menceritakan kepada kami, Khaled bin Abdullah menceritakan kepada kami, atas otoritas Amr bin Yahya, atas otoritas ayahnya, atas otoritas Abdullah bin Zaid, dia berkata, Aku melihat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membilas mulut dan hidungnya dengan satu telapak tangan. Dia melakukan itu tiga kali. Abu Issa berkata: Dan masuk Bab tentang kekuasaan Abdullah bin Abbas. Kata Abu Issa, dan hadits Abdullah bin Zayd adalah Hasan Gharib. Malik dan Ibnu Uyaynah meriwayatkan Hadits ini tidak satu, atas dasar Amr bin Yahya, dan mereka tidak menyebutkan surat ini, bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkumur dan mengendus dari satu telapak tangan. Hal itu hanya disebutkan oleh Khalid bin Abdullah. Khalid bin Abdullah adalah orang yang amanah dan penghafal para ulama hadis. Sebagian ulama berkata: Cukup berkumur dan menghirup satu telapak tangan, dan sebagian lagi mengatakan memisahkannya lebih kami sukai. Al-Syafi’i mengatakan bahwa menyatukan mereka dalam satu telapak tangan Boleh saja, walaupun memisahkan mereka, itu lebih kita cintai.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Zaid (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/28
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci