Jami at-Tirmidzi — Hadis #26185

Hadis #26185
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، وَجَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِذَا تَوَضَّأْتَ فَانْتَثِرْ وَإِذَا اسْتَجْمَرْتَ فَأَوْتِرْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عُثْمَانَ وَلَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَالْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ وَوَائِلِ بْنِ حُجْرٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ سَلَمَةَ بْنِ قَيْسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِيمَنْ تَرَكَ الْمَضْمَضَةَ وَالاِسْتِنْشَاقَ فَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ إِذَا تَرَكَهُمَا فِي الْوُضُوءِ حَتَّى صَلَّى أَعَادَ الصَّلاَةَ وَرَأَوْا ذَلِكَ فِي الْوُضُوءِ وَالْجَنَابَةِ سَوَاءً ‏.‏ وَبِهِ يَقُولُ ابْنُ أَبِي لَيْلَى وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ الاِسْتِنْشَاقُ أَوْكَدُ مِنَ الْمَضْمَضَةِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يُعِيدُ فِي الْجَنَابَةِ وَلاَ يُعِيدُ فِي الْوُضُوءِ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَبَعْضِ أَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏ وَقَالَتْ طَائِفَةٌ لاَ يُعِيدُ فِي الْوُضُوءِ وَلاَ فِي الْجَنَابَةِ لأَنَّهُمَا سُنَّةٌ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَلاَ تَجِبُ الإِعَادَةُ عَلَى مَنْ تَرَكَهُمَا فِي الْوُضُوءِ وَلاَ فِي الْجَنَابَةِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ فِي آخِرَةٍ ‏.‏
Qutayba bin Saeed menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid dan Jarir menceritakan kepada kami, atas otoritas Mansour, atas otoritas Hilal bin Yasaf, atas otoritas Salama bin Qais, dia berkata, dia berkata Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, “Saat kamu berwudhu, bentangkan rambutmu, dan saat kamu berwudhu, lakukanlah witr.” Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Utsman dan Laqit bin Sabra. Dan Ibnu Abbas, dan Al-Miqdam bin Maadikarib, dan Wael bin Hajar, dan Abu Hurairah. Abu Issa mengatakan hadits Salamah bin Qais adalah hadits yang baik. Sahih. Para ahli berbeda pendapat tentang siapa yang meninggalkan berkumur dan hidung, dan sekelompok dari mereka berkata: Jika dia meninggalkannya saat berwudhu sampai dia shalat, Dia mengulanginya. Doa, dan mereka melihat ini baik dalam wudhu maupun kenajisan ritual. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Abi Layla, Abdullah bin Al-Mubarak, Ahmad, dan Ishaq. Ahmad berkata: Menghirup hidung lebih efektif dibandingkan berkumur. Abu Issa berkata: Sekelompok ulama berkata: Hendaknya dia mengulangi ritual kenajisan dan tidak mengulanginya. Mengenai wudhu, demikianlah pendapat Sufyan Al-Thawri dan sebagian masyarakat Kufah. Ada kelompok yang mengatakan bahwa ia tidak boleh mengulanginya saat berwudhu atau najis, karena itu adalah Sunnah Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Tidak wajib bagi seseorang yang meninggalkannya untuk mengulanginya saat berwudhu atau saat najis. Demikianlah ucapan Malik. Dan Al-Syafi'i pada akhirnya...
Diriwayatkan oleh
Salamah bin Qais (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/27
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait