Jami at-Tirmidzi — Hadis #26355
Hadis #26355
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ رَأَيْتُ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ وَيَدُورُ وَيُتْبِعُ فَاهُ هَا هُنَا وَهَا هُنَا وَإِصْبَعَاهُ فِي أُذُنَيْهِ وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي قُبَّةٍ لَهُ حَمْرَاءَ أُرَاهُ قَالَ مِنْ أَدَمٍ فَخَرَجَ بِلاَلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ بِالْعَنَزَةِ فَرَكَزَهَا بِالْبَطْحَاءِ فَصَلَّى إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ الْكَلْبُ وَالْحِمَارُ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَرِيقِ سَاقَيْهِ . قَالَ سُفْيَانُ نُرَاهُ حِبَرَةً . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي جُحَيْفَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَعَلَيْهِ الْعَمَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ أَنْ يُدْخِلَ الْمُؤَذِّنُ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ فِي الأَذَانِ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ وَفِي الإِقَامَةِ أَيْضًا يُدْخِلُ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ . وَهُوَ قَوْلُ الأَوْزَاعِيِّ . وَأَبُو جُحَيْفَةَ اسْمُهُ وَهْبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ السُّوَائِيُّ .
Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Abd al-Razzaq memberi tahu kami, Sufyan al-Thawri memberi tahu kami, atas wewenang Aoun bin Abi Juhayfah, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Saya melihat Bilal mengumandangkan azan dan menoleh dan mengikuti mulutnya kesana kemari dengan jari di telinganya dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di dalam kubah merah. Aku melihatnya, katanya, dari Adam, jadi Bilal keluar di depannya dengan kambing itu, lalu dia meletakkannya di kaki, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berdoa kepadanya, melewati anjing di depannya. Dan keledai itu mengenakan pakaian berwarna merah, seolah-olah saya sedang melihat kilauan kakinya. Sufyan berkata, “Kami melihatnya sebagai sebuah titik.” kata Abu Issa. Hadits Abu Juhayfa merupakan hadits yang hasan dan shahih. Berdasarkan hal tersebut, menurut para ahli ilmu, mereka lebih memilih muazin yang memasukkan kedua jarinya ke dalam telinganya. Panggilan untuk berdoa. Beberapa orang yang berilmu mengatakan bahwa beliau juga memasukkan kedua jarinya ke dalam telinga dalam iqamah. Demikian pendapat Al-Awza’i. Dan Abu Jufayfah, yang bernama Wahbah, adalah putra dari hamba Allah yang saleh.
Diriwayatkan oleh
Abu Juhaifah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/197
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat