Jami at-Tirmidzi — Hadis #26310

Hadis #26310
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَالْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّارُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى الْمَعْنَى، وَاحِدٌ، قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الأَزْرَقُ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ فَسَأَلَهُ عَنْ مَوَاقِيتِ الصَّلاَةِ فَقَالَ ‏"‏ أَقِمْ مَعَنَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ ‏"‏ ‏.‏ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَقَامَ حِينَ طَلَعَ الْفَجْرُ ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ حِينَ زَالَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ بَيْضَاءُ مُرْتَفِعَةٌ ثُمَّ أَمَرَهُ بِالْمَغْرِبِ حِينَ وَقَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ ثُمَّ أَمَرَهُ بِالْعِشَاءِ فَأَقَامَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ ثُمَّ أَمَرَهُ مِنَ الْغَدِ فَنَوَّرَ بِالْفَجْرِ ثُمَّ أَمَرَهُ بِالظُّهْرِ فَأَبْرَدَ وَأَنْعَمَ أَنْ يُبْرِدَ ثُمَّ أَمَرَهُ بِالْعَصْرِ فَأَقَامَ وَالشَّمْسُ آخِرَ وَقْتِهَا فَوْقَ مَا كَانَتْ ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَخَّرَ الْمَغْرِبَ إِلَى قُبَيْلِ أَنْ يَغِيبَ الشَّفَقُ ثُمَّ أَمَرَهُ بِالْعِشَاءِ فَأَقَامَ حِينَ ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ أَيْنَ السَّائِلُ عَنْ مَوَاقِيتِ الصَّلاَةِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ الرَّجُلُ أَنَا ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ مَوَاقِيتُ الصَّلاَةِ كَمَا بَيْنَ هَذَيْنِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ صَحِيحٌ ‏.‏ قَالَ وَقَدْ رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ أَيْضًا ‏.‏
Ahmad bin Mani’, Al-Hasan bin Al-Sabbah Al-Bazzar meriwayatkan kepada kami, dan Ahmad bin Muhammad bin Musa artinya satu, mereka berkata, Ishaq bin Yusuf meriwayatkan kepada kami. Al-Azraq, atas wewenang Sufyan Al-Thawri, atas wewenang Alqamah bin Murthad, atas wewenang Sulaiman bin Buraydah, atas wewenang ayahnya, dia berkata bahwa dia datang kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Seorang laki-laki, saw, bertanya kepadanya tentang waktu shalat, dan dia berkata, “Tetaplah bersama kami, Insya Allah.” Maka dia memerintahkan Bilal untuk tinggal ketika fajar tiba, lalu dia memerintahkannya untuk tinggal. Maka dia berdiri ketika matahari telah terbenam dan melaksanakan shalat Dzuhur, lalu dia memerintahkannya. Maka dia berdiri dan salat Ashar ketika matahari masih putih dan tinggi, lalu dia memerintahkannya. Pada waktu terbenamnya matahari, ketika tabir matahari terbenam, kemudian beliau memerintahkannya untuk menunaikan shalat magrib, dan dia tetap shalat ketika senja telah terbenam, kemudian dia memerintahkannya untuk memulai pagi, maka dia membuat cahaya untuk fajar, kemudian dia memerintahkannya pada siang hari, sehingga menjadi sejuk dan dia menjadikannya sejuk. Kemudian beliau memerintahkannya untuk menunaikan salat Ashar, maka dia berdiam sementara matahari berada pada akhir waktunya, diatas waktu yang ada. Kemudian dia memerintahkannya, maka dia menundanya. Maghrib hingga menjelang terbenamnya senja, lalu disuruhnya makan malam, maka ia tetap shalat hingga terlewati sepertiga malam. Lalu beliau berkata, “Dimanakah orang yang menanyakan waktu Sholat?” Pria itu berkata, “Saya.” Beliau bersabda, “Waktu shalatnya seperti di antara keduanya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang bagus, aneh, dan shahih.” Dia berkata: Syu`bah meriwayatkannya berdasarkan otoritas Alqamah ibn Marthad juga.
Diriwayatkan oleh
Sulaiman bin Buraidah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/152
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya
Topik: #Prayer #Mother

Hadis Terkait