Jami at-Tirmidzi — Hadis #26409
Hadis #26409
حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ سَكْتَتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم . فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ وَقَالَ حَفِظْنَا سَكْتَةً . فَكَتَبْنَا إِلَى أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ بِالْمَدِينَةِ فَكَتَبَ أُبَىٌّ أَنْ حَفِظَ سَمُرَةُ . قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْنَا لِقَتَادَةَ مَا هَاتَانِ السَّكْتَتَانِ قَالَ إِذَا دَخَلَ فِي صَلاَتِهِ وَإِذَا فَرَغَ مِنَ الْقِرَاءَةِ . ثُمَّ قَالَ بَعْدَ ذَلِكَ وَإِذَا قَرَأَ : (وَلاَ الضَّالِّينَ ) . قَالَ وَكَانَ يُعْجِبُهُ إِذَا فَرَغَ مِنَ الْقِرَاءَةِ أَنْ يَسْكُتَ حَتَّى يَتَرَادَّ إِلَيْهِ نَفَسُهُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ سَمُرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ لِلإِمَامِ أَنْ يَسْكُتَ بَعْدَ مَا يَفْتَتِحُ الصَّلاَةَ وَبَعْدَ الْفَرَاغِ مِنَ الْقِرَاءَةِ . وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَأَصْحَابُنَا .
Abu Musa meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Al-Muthanna meriwayatkan kepada kami, Abdul-Ala meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Saeed, atas wewenang Qatada, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, beliau mengucapkan dua kali keheningan. Saya menyimpannya dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Imran bin Husain membantahnya dan berkata, “Kami menyimpannya secara diam-diam.” Jadi kami menulis surat kepada Ubayy bin Ka’b. Di Madinah, ayah saya menulis bahwa dia telah hafal Samurah. Sa’id berkata, “Maka kami bertanya kepada Qatada, ‘Apakah dua jeda itu?’ Beliau menjawab, ‘Ketika dia masuk ke dalam shalatnya, dan ketika Dia selesai membaca. Kemudian dia berkata setelah itu, ketika dia sedang membaca: (Dan bukan orang-orang yang sesat.) Dia berkata, dan dia menyukai ketika dia selesai membaca. Itu Dia tetap diam sampai hatinya datang kepadanya. Katanya, dan atas wewenang Abu Hurairah. Abu Issa berkata: Hadits Samurah adalah hadits hasan. Dan itu adalah sebuah pepatah. Tidak ada satupun ulama yang berpendapat bahwa sebaiknya imam berdiam diri setelah memulai shalat dan selesai membaca. Dan inilah yang dia katakan. Ahmed, Ishaq, dan teman-teman kami.
Diriwayatkan oleh
Hasan (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/251
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 2: Shalat