Jami at-Tirmidzi — Hadis #26917

Hadis #26917
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَثَوْبَانَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي أَيُّوبَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدِ اسْتَحَبَّ قَوْمٌ صِيَامَ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ ‏.‏ قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ هُوَ حَسَنٌ هُوَ مِثْلُ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ‏.‏ قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ وَيُرْوَى فِي بَعْضِ الْحَدِيثِ ‏"‏ وَيُلْحَقُ هَذَا الصِّيَامُ بِرَمَضَانَ ‏"‏ ‏.‏ وَاخْتَارَ ابْنُ الْمُبَارَكِ أَنْ تَكُونَ سِتَّةَ أَيَّامٍ فِي أَوَّلِ الشَّهْرِ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ قَالَ إِنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ مُتَفَرِّقًا فَهُوَ جَائِزٌ ‏.‏ قَالَ وَقَدْ رَوَى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ وَسَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم هَذَا ‏.‏ وَرَوَى شُعْبَةُ عَنْ وَرْقَاءَ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ هَذَا الْحَدِيثَ ‏.‏ وَسَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ هُوَ أَخُو يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الْحَدِيثِ فِي سَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ ‏.‏ حَدَّثَنَا هَنَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ عَنْ إِسْرَائِيلَ أَبِي مُوسَى عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ قَالَ كَانَ إِذَا ذُكِرَ عِنْدَهُ صِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ فَيَقُولُ وَاللَّهِ لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ بِصِيَامِ هَذَا الشَّهْرِ عَنِ السَّنَةِ كُلِّهَا ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, Saad bin Saeed menceritakan kepada kami, atas wewenang Umar bin Tsabit, atas wewenang Abu Ayyub, beliau berkata, Rasulullah SAW, bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya enam hari di bulan Syawal, maka itulah puasanya seumur hidup.” Dan atas wewenang Jabir dan Abu Hurairah. Dan dua pencairan. Abu Issa mengatakan hadits Abu Ayyub adalah hadits yang baik dan shahih. Ada pula yang menganjurkan puasa enam hari di bulan Syawal. Hadits: Ibnu al-Mubarak berkata: Itu baik. Hal ini seperti puasa tiga hari setiap bulannya. Ibnu al-Mubarak berkata: Hal ini diriwayatkan dalam beberapa “Hadits.” Puasa ini ditambahkan pada bulan Ramadhan.” Ibnu al-Mubarak memilih untuk memiliki enam hari pada tanggal pertama bulan itu. Diriwayatkan dari Ibnu Al-Mubarak yang mengatakan bahwa jika dia berpuasa enam hari di bulan Syawal secara terpisah, maka hal itu diperbolehkan. Katanya, Abdul Aziz bin Muhammad meriwayatkan tentang kewibawaan Safwan Bangun Sulaim dan Saad bin Saeed, atas wewenang Omar bin Tsabit, atas wewenang Abu Ayyub, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ini. Syu’bah meriwayatkan berdasarkan otoritas Warqa’ bin Omar, berdasarkan otoritas Saad Hadits ini adalah Sa’id bin Sa’id. Sa’d bin Sa’id adalah saudara laki-laki Yahya bin Sa’id al-Ansari, dan sebagian ahli hadis berbicara tentang Sa’d bin Senang karena hafalannya. Hanad menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Hussein bin Ali Al-Jufi menceritakan kepada kami tentang otoritas Israel Abu Musa, atas otoritas Al-Hasan Al-Basri. Beliau berkata: Setiap kali disebutkan kepadanya tentang puasa enam hari di bulan Syawal, dia berkata, “Demi Allah, Allah telah ridha dengan puasa di bulan ini selama satu tahun penuh.” .
Diriwayatkan oleh
Abu Ayub (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 8/759
Tingkat
Hasan Sahih
Kategori
Bab 8: Puasa
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya
Topik: #Fasting #Mother

Hadis Terkait