Jami at-Tirmidzi — Hadis #27282
Hadis #27282
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الشِّغَارِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ عَامَّةِ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ يَرَوْنَ نِكَاحَ الشِّغَارِ . وَالشِّغَارُ أَنْ يُزَوِّجَ الرَّجُلُ ابْنَتَهُ عَلَى أَنْ يُزَوِّجَهُ الآخَرُ ابْنَتَهُ أَوْ أُخْتَهُ وَلاَ صَدَاقَ بَيْنَهُمَا . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ نِكَاحُ الشِّغَارِ مَفْسُوخٌ وَلاَ يَحِلُّ وَإِنْ جُعِلَ لَهُمَا صَدَاقًا . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . وَرُوِيَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ أَنَّهُ قَالَ يُقَرَّانِ عَلَى نِكَاحِهِمَا وَيُجْعَلُ لَهُمَا صَدَاقُ الْمِثْلِ . وَهُوَ قَوْلُ أَهْلِ الْكُوفَةِ .
Ishaq bin Musa Al-Ansari menceritakan kepada kami, Ma'an menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas otoritas Nafi', atas otoritas Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad SAW melarang al-Shughar. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Hal ini dilakukan menurut mayoritas ulama. Mereka tidak menganggap pernikahan dengan seorang shughar. Al-Shughar adalah bagi laki-laki mengawini anak perempuannya dengan syarat orang lain mengawinkan anak perempuan atau saudara perempuannya, dan tidak ada tali silaturahmi di antara mereka. Sebagian ulama mengatakan, perkawinan seorang Shighar batal dan tidak boleh, meskipun telah diberikan mahar. Demikian pendapat Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Diriwayatkan dari Ata’ bin Ayahku Rabah artinya beliau bersabda, “Konfirmasikan perkawinan mereka dan berilah mereka mahar yang sama nilainya.” Demikianlah perkataan orang Kufah.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 11/1124
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 11: Pernikahan