Jami at-Tirmidzi — Hadis #27457
Hadis #27457
حَدَّثَنَا بِذَلِكَ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعَانِ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِهَذَا الْحَدِيثِ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ قَالُوا مَنْ وَهَبَ هِبَةً لِذِي رَحِمٍ مَحْرَمٍ فَلَيْسَ لَهُ أَنْ يَرْجِعَ فِيهَا وَمَنْ وَهَبَ هِبَةً لِغَيْرِ ذِي رَحِمٍ مَحْرَمٍ فَلَهُ أَنْ يَرْجِعَ فِيهَا مَا لَمْ يُثَبْ مِنْهَا . وَهُوَ قَوْلُ الثَّوْرِيِّ . وَقَالَ الشَّافِعِيُّ لاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يُعْطِيَ عَطِيَّةً فَيَرْجِعَ فِيهَا إِلاَّ الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ . وَاحْتَجَّ الشَّافِعِيُّ بِحَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يُعْطِيَ عَطِيَّةً فَيَرْجِعَ فِيهَا إِلاَّ الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ " .
Muhammad ibn Bashar meriwayatkan kepada kami bahwa, Ibnu Abi Adi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Husain al-Mu'allim, atas wewenang Amr ibn Shuaib, bahwa dia mendengar Tawus berbicara atas wewenang Ibnu Omar dan Ibnu Abbas menyampaikan hadits tersebut kepada Nabi Muhammad SAW, dengan hadits ini. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu kepada keduanya. Hadits yang hasan dan shahih. Hadits ini di amalkan menurut sebagian orang yang berilmu di kalangan sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan lain-lain. Mereka berkata: Barangsiapa memberi hadiah kepada orang yang mempunyai sanak saudara yang mahram, tidak berhak mengambilnya kembali, dan barangsiapa memberi hadiah kepada orang lain selain saudara mahramnya, boleh mengambilnya kembali, kecuali ia kembali darinya. Demikian pendapat Al-Thawri. Al-Syafi’i berkata: Tidak boleh ada orang yang memberi hadiah dan mengambilnya kembali, kecuali ayah atas apa yang ia berikan kepada anaknya. Dia memprotes. Al-Syafi’i, menurut hadits Abdullah bin Omar, dari hadis Rasulullah SAW, bersabda: “Tidak boleh ada orang yang memberi hadiah lalu mengambilnya kembali.” Kecuali ayah dalam apa yang dia berikan kepada anaknya.”
Diriwayatkan oleh
Amr Ibn Shuayb
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 14/1299
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 14: Jual Beli