Jami at-Tirmidzi — Hadis #27570
Hadis #27570
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، أَنْبَأَنَا مُطَرِّفٌ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو جُحَيْفَةَ، قَالَ قُلْتُ لِعَلِيٍّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ هَلْ عِنْدَكُمْ سَوْدَاءُ فِي بَيْضَاءَ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ لاَ وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ وَبَرَأَ النَّسَمَةَ مَا عَلِمْتُهُ إِلاَّ فَهْمًا يُعْطِيهِ اللَّهُ رَجُلاً فِي الْقُرْآنِ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ . قُلْتُ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ قَالَ فِيهَا الْعَقْلُ وَفِكَاكُ الأَسِيرِ وَأَنْ لاَ يُقْتَلَ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَلِيٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ قَالُوا لاَ يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ يُقْتَلُ الْمُسْلِمُ بِالْمُعَاهِدِ . وَالْقَوْلُ الأَوَّلُ أَصَحُّ .
Ahmad bin Mani’ memberitahu kami, Husyaim memberitahu kami, Mutarrif memberitahu kami, atas wewenang Al-Sha’bi, Abu Juhayfa memberitahu kami, katanya, saya berkata kepada Ali, wahai Amirul Mukminin Apakah kamu mempunyai warna hitam dan putih? Itu tidak ada dalam Kitab Tuhan. Beliau menjawab, Tidak. Demi orang yang membelah biji-bijian dan menyembuhkan nafas, aku tidak mengenalnya kecuali pengertian. Allah akan memberinya manusia yang ada di dalam Al-Qur'an dan yang ada di dalam gulungan kitab. Aku berkata, dan apa yang ada di dalam gulungan itu, dia berkata, “Di dalamnya terdapat akal budi dan penebusan seorang tawanan, dan bahwa seorang mukmin tidak boleh dibunuh demi orang kafir.” Katanya, dan atas wewenang Abdullah bin Amr. Abu Issa berkata: Hadits Ali adalah hadits yang baik dan shahih. Ini harus ditindaklanjuti kapan Sebagian ulama, seperti pendapat Sufyan al-Thawri, Malik bin Anas, al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, mengatakan bahwa seorang mukmin tidak boleh dibunuh demi orang kafir. Beberapa ahli mengatakan bahwa seorang Muslim harus dibunuh karena membuat perjanjian. Pepatah pertama lebih tepat.
Diriwayatkan oleh
Abu Juhaifah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 16/1412
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 16: Diyat