Jami at-Tirmidzi — Hadis #27697
Hadis #27697
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنْ عُمَرَ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ نَذَرْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ . قَالَ
" أَوْفِ بِنَذْرِكَ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَابْنِ عَبَّاسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا الْحَدِيثِ قَالُوا إِذَا أَسْلَمَ الرَّجُلُ وَعَلَيْهِ نَذْرُ طَاعَةٍ فَلْيَفِ بِهِ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ لاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ بِصَوْمٍ . وَقَالَ آخَرُونَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ لَيْسَ عَلَى الْمُعْتَكِفِ صَوْمٌ إِلاَّ أَنْ يُوجِبَ عَلَى نَفْسِهِ صَوْمًا . وَاحْتَجُّوا بِحَدِيثِ عُمَرَ أَنَّهُ نَذَرَ أَنْ يَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِالْوَفَاءِ . وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ .
Ishaq bin Mansour menceritakan kepada kami, Yahya bin Saeed Al-Qattan menceritakan kepada kami, atas otoritas Ubayd Allah bin Omar, atas otoritas Nafi', atas otoritas Ibnu Omar, atas otoritas Omar, dia berkata, Aku berkata, Ya Rasulullah, bahwa aku telah bersumpah untuk bermalam di Masjidil Haram pada masa pra-Islam. Dia berkata, “Penuhi sumpahmu.” Katanya, dan atas wewenang Abdullah bin Amr dan Ibnu Abbas. Abu Issa mengatakan hadis Umar adalah hadis yang baik dan shahih. Ada yang mengatakan, Para ahli ilmu mengenai hadits ini mengatakan: Jika seseorang masuk Islam dan dia berhutang nazar ketaatan, maka dia harus menunaikannya. Beberapa orang yang berilmu di antara para sahabat Nabi melakukan shalat Allah SWT dan yang lainnya bersabda: Tidak ada i'tikaf kecuali dengan puasa. Ulama lain yang berilmu mengatakan: Orang yang beri'tikaf tidak wajib berpuasa kecuali dia mewajibkannya untuk dirinya sendiri. Puasa. Mereka menggunakan hadits Omar sebagai bukti, di mana dia bersumpah untuk mengasingkan diri pada malam sebelum Islam, sehingga Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan dia untuk memenuhinya. Demikianlah ucapan Ahmad dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Umar bin Khattab (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 20/1539
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 20: Nazar dan Sumpah