Jami at-Tirmidzi — Hadis #28282
Hadis #28282
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، أَنَّ عَائِشَةَ، أَخْبَرَتْهُ أَنَّ بَرِيرَةَ جَاءَتْ تَسْتَعِينُ عَائِشَةَ فِي كِتَابَتِهَا وَلَمْ تَكُنْ قَضَتْ مِنْ كِتَابَتِهَا شَيْئًا فَقَالَتْ لَهَا عَائِشَةُ ارْجِعِي إِلَى أَهْلِكِ فَإِنْ أَحَبُّوا أَنْ أَقْضِيَ عَنْكِ كِتَابَتَكِ وَيَكُونَ لِي وَلاَؤُكِ فَعَلْتُ . فَذَكَرَتْ ذَلِكَ بَرِيرَةُ لأَهْلِهَا فَأَبَوْا وَقَالُوا إِنْ شَاءَتْ أَنْ تَحْتَسِبَ عَلَيْكِ وَيَكُونَ لَنَا وَلاَؤُكِ فَلْتَفْعَلْ . فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " ابْتَاعِي فَأَعْتِقِي فَإِنَّمَا الْوَلاَءُ لِمَنْ أَعْتَقَ " ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَشْتَرِطُونَ شُرُوطًا لَيْسَتْ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَنِ اشْتَرَطَ شَرْطًا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَلَيْسَ لَهُ وَإِنِ اشْتَرَطَ مِائَةَ مَرَّةٍ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عَائِشَةَ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الْوَلاَءَ لِمَنْ أَعْتَقَ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Urwa, bahwa Aisha mengatakan kepadanya bahwa Bareerah datang untuk meminta bantuan Aisha pada tahun Dia belum menyelesaikan apa pun dari tulisannya, maka Aisha berkata kepadanya, “Kembalilah ke keluargamu, jika mereka ingin aku menyelesaikan tulisanmu untukmu.” Dan itu akan terjadi Kesetiaanmu adalah milikku, jadi aku melakukannya. Maka Barirah menceritakan hal ini kepada keluarganya, namun mereka menolak dan berkata, “Jika dia mau, dia bisa meminta imbalan darimu dan kami akan mendapatkan kesetiaanmu.” Jadi biarkan dia melakukannya. Dia menyebutkan bahwa kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata kepadanya, "Beli aku dan bebaskan aku. Kesetiaan adalah milik orang yang membebaskanku." Kemudian Rasulullah SAW berdiri dan berkata, "Ada apa dengan orang yang menetapkan syarat-syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah? Barangsiapa yang menetapkan suatu syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah, maka dia tidak memilikinya, meskipun dia menetapkannya seratus kali." Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih, dan diriwayatkan melalui lebih dari satu sumber berdasarkan otoritas Aisyah. Pekerjaan ini menurut orang-orang yang berilmu adalah bahwa kesetiaan adalah milik orang yang merdeka.
Diriwayatkan oleh
Urwah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 30/2124
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 30: Wasiat