Jami at-Tirmidzi — Hadis #28316

Hadis #28316
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، أَشْرَفَ يَوْمَ الدَّارِ فَقَالَ أَنْشُدُكُمُ اللَّهَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ زِنًا بَعْدَ إِحْصَانٍ أَوِ ارْتِدَادٍ بَعْدَ إِسْلاَمٍ أَوْ قَتْلِ نَفْسٍ بِغَيْرِ حَقٍّ فَقُتِلَ بِهِ ‏"‏ ‏.‏ فَوَاللَّهِ مَا زَنَيْتُ فِي جَاهِلِيَّةٍ وَلاَ فِي إِسْلاَمٍ وَلاَ ارْتَدَدْتُ مُنْذُ بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلاَ قَتَلْتُ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ فَبِمَ تَقْتُلُونَنِي قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ ‏.‏ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَرَوَاهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ فَرَفَعَهُ ‏.‏ وَرَوَى يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ هَذَا الْحَدِيثَ فَأَوْقَفُوهُ وَلَمْ يَرْفَعُوهُ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عُثْمَانَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَرْفُوعًا ‏.
Ahmad bin Abdah al-Dhabi menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Saeed, atas wewenang Abu Umamah bin Sahl bin Hanif, bahwa Utsman bin Affan, dia mendekati rumah itu pada hari rumah itu dan berkata, “Demi Tuhan, aku berpesan kepadamu, tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh menumpahkan darah manusia.” Seorang muslim, kecuali pada salah satu dari tiga hal: zina setelah menikah, murtad setelah Islam, atau membunuh secara tidak wajar sehingga ia dibunuh.” Demi Allah, saya tidak berzinah pada masa jahiliyah atau Islam, saya juga tidak pernah murtad sejak saya berbaiat kepada Rasulullah SAW, dan saya tidak pernah membunuh jiwa yang diharamkan Allah, lalu untuk apa? “Kamu membunuhku,” kata Abu Issa, dan atas otoritas Ibnu Masoud, Aisha, dan Ibnu Abbas. Ini adalah hadis yang bagus. Diriwayatkan oleh Hammad bin Salamah. Atas wewenang Yahya bin Saeed, demikianlah beliau meriwayatkannya. Yahya bin Saeed Al-Qattan dan lebih dari satu orang meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Yahya bin Saeed, tetapi mereka tidak menghentikannya. Mereka menaikkannya. Hadits ini diriwayatkan melalui lebih dari satu sumber, berdasarkan otoritas Utsman, berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan rantai transmisi yang dapat ditelusuri hingga Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
Diriwayatkan oleh
Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif RA
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 33/2158
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 33: Fitnah
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait