Jami at-Tirmidzi — Hadis #28323
Hadis #28323
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ أَبُو الْمُغِيرَةِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ خَطَبَنَا عُمَرُ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قُمْتُ فِيكُمْ كَمَقَامِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِينَا فَقَالَ
" أُوصِيكُمْ بِأَصْحَابِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى يَحْلِفَ الرَّجُلُ وَلاَ يُسْتَحْلَفُ وَيَشْهَدَ الشَّاهِدُ وَلاَ يُسْتَشْهَدُ أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَذَلِكَ الْمُؤْمِنُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رَوَاهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم .
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Al-Nadr bin Ismail Abu Al-Mughirah menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Suqa, atas wewenang Abdullah bin Dinar, atas wewenang Ibnu Omar, dia berkata: Umar menyapa kami di jabiya dan berkata, “Wahai manusia, aku telah bangkit di antara kamu sebagai Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, telah berdiri di antara kita,” dan dia berkata “ Aku merekomendasikan kepada kalian para sahabatku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian kebohongan itu menyebar sampai seorang laki-laki bersumpah dan tidak bersumpah, dan saksi itu bersaksi dan tidak. Disebutkan bahwa seorang laki-laki tidak boleh berduaan dengan seorang wanita kecuali sepertiga dari mereka adalah setan. Waspadalah terhadap kelompok, dan waspadalah terhadap perpecahan. Karena setan itu bersama yang satu, dan dialah yang terjauh dari keduanya dari orang yang menginginkan nikmatnya surga, maka hendaklah dia bergaul dengan orang-orang yang kebaikannya diridhainya. Dan keburukan-keburukannya membuat dia tidak senang, maka itulah orang beriman.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadits yang baik, shahih, dan ganjil dari sudut pandang ini, dan diriwayatkan oleh Ibnu Muhammad saw. Muhammad bin Suqa. Hadits ini diriwayatkan melalui lebih dari satu otoritas, berdasarkan otoritas Umar, berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 33/2165
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 33: Fitnah