Jami at-Tirmidzi — Hadis #26170

Hadis #26170
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَبُولُ قَائِمًا فَلاَ تُصَدِّقُوهُ مَا كَانَ يَبُولُ إِلاَّ قَاعِدًا ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عُمَرَ وَبُرَيْدَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَسَنَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ ‏.‏ وَحَدِيثُ عُمَرَ إِنَّمَا رُوِيَ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الْكَرِيمِ بْنِ أَبِي الْمُخَارِقِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ قَالَ رَآنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا أَبُولُ قَائِمًا فَقَالَ ‏ "‏ يَا عُمَرُ لاَ تَبُلْ قَائِمًا ‏"‏ ‏.‏ فَمَا بُلْتُ قَائِمًا بَعْدُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَإِنَّمَا رَفَعَ هَذَا الْحَدِيثَ عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ أَبِي الْمُخَارِقِ وَهُوَ ضَعِيفٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ ضَعَّفَهُ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ وَتَكَلَّمَ فِيهِ ‏.‏ وَرَوَى عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ عُمَرُ رضى الله عنه مَا بُلْتُ قَائِمًا مُنْذُ أَسْلَمْتُ ‏.‏ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الْكَرِيمِ وَحَدِيثُ بُرَيْدَةَ فِي هَذَا غَيْرُ مَحْفُوظٍ ‏.‏ وَمَعْنَى النَّهْىِ عَنِ الْبَوْلِ قَائِمًا عَلَى التَّأْدِيبِ لاَ عَلَى التَّحْرِيمِ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ إِنَّ مِنَ الْجَفَاءِ أَنْ تَبُولَ وَأَنْتَ قَائِمٌ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, seorang rekan menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Miqdam bin Shurayh, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, dia berkata: Siapa yang memberitahumu bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian Dia biasa buang air kecil sambil berdiri, maka jangan percaya padanya. Dia hanya buang air kecil sambil duduk. Beliau berkata: Atas wewenang Omar, Buraidah, dan Abd al-Rahman ibn Bagus. Abu Issa mengatakan hadis Aisyah adalah yang terbaik dan paling benar dalam hal ini. Dan hadits Umar hanya diriwayatkan dari hadits Abdul Karim. Ibnu Abi Al-Mukhariq, atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Umar, berkata: Nabi Muhammad SAW, melihatku ketika aku sedang buang air kecil, lalu berdiri, maka beliau bersabda, “Wahai Umar, jangan buang air kecil.” "Kedudukan." Dan saya belum buang air kecil. Abu Issa berkata, “Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Abd al-Karim bin Abi al-Mukhariq, dan lemah menurut Ahl al-Hadits, Ayyub al-Sakhtiyani melemahkannya dan membicarakannya. Ubayd Allah meriwayatkan pada otoritas Nafi` pada otoritas Ibnu Umar, yang berkata, Umar radhiyallahu 'anhu berkata: Saya telah berdiri sejak saya memeluk Islam. Hal ini lebih benar dibandingkan dengan hadits Abd al-Karim dan hadits Buraydah dalam hal ini tidak terpelihara. Dan makna larangan buang air kecil itu berdasarkan kedisiplinan, bukan larangan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Masoud yang mengatakan bahwa kencing sambil berdiri adalah maksiat. .
Diriwayatkan oleh
Aisyah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/12
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya
Topik: #Prayer #Mother

Hadis Terkait