Jami at-Tirmidzi — Hadis #26238

Hadis #26238
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، سَمِعَ جَابِرًا، ‏.‏ قَالَ سُفْيَانُ وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا مَعَهُ فَدَخَلَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ فَذَبَحَتْ لَهُ شَاةً فَأَكَلَ وَأَتَتْهُ بِقِنَاعٍ مِنْ رُطَبٍ فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ تَوَضَّأَ لِلظُّهْرِ وَصَلَّى ثُمَّ انْصَرَفَ فَأَتَتْهُ بِعُلاَلَةٍ مِنْ عُلاَلَةِ الشَّاةِ فَأَكَلَ ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي رَافِعٍ وَأُمِّ الْحَكَمِ وَعَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ وَأُمِّ عَامِرٍ وَسُوَيْدِ بْنِ النُّعْمَانِ وَأُمِّ سَلَمَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَلاَ يَصِحُّ حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ فِي هَذَا الْبَابِ مِنْ قِبَلِ إِسْنَادِهِ إِنَّمَا رَوَاهُ حُسَامُ بْنُ مِصَكٍّ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَالصَّحِيحُ إِنَّمَا هُوَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ هَكَذَا رَوَى الْحُفَّاظُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِثْلِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ رَأَوْا تَرْكَ الْوُضُوءِ مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ ‏.‏ وَهَذَا آخِرُ الأَمْرَيْنِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَكَأَنَّ هَذَا الْحَدِيثَ نَاسِخٌ لِلْحَدِيثِ الأَوَّلِ حَدِيثِ الْوُضُوءِ مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ ‏.‏
Ibnu Abi Umar meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, dia berkata, Abdullah bin Muhammad bin Aqil meriwayatkan kepada kami, dia mendengar Jabir, kata Sufyan. Muhammad ibn al-Munkadir menceritakan kepada kami, atas wewenang Jabir, yang berkata: Rasulullah SAW keluar dan aku bersamanya, dan dia masuk menemui seorang wanita dari Ansar. Maka dia menyembelih seekor domba untuknya lalu dia makan, dan dia membawakannya masker berisi air segar dan dia memakannya, lalu dia berwudhu di siang hari dan shalat, lalu dia pergi, dan dia membawakannya salah satu penyakit. Ia memakan daging dombanya, lalu shalat zuhur, namun tidak berwudhu. Beliau berkata: Atas wewenang Abu Bakar Al-Siddiq, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, dan Ibnu Masoud, Abu Rafi’, Ummu al-Hakam, Amr bin Umayyah, Ummu Amir, Suwayd bin al-Nu’man, dan Ummu Salamah. Kata Abu Issa, dan itu tidak asli. Hadits Abu Bakar tentang topik ini, menurut rantai penularannya, hanya diriwayatkan oleh Hussam bin Miska, atas wewenang Ibnu Sirin, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Abu Bakar. As-Siddiq atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Dan yang benar hanya pada otoritas Ibnu Abbas, pada otoritas Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikianlah meriwayatkan Al-Haffazz. kata Abu Issa. Hal ini menurut sebagian besar orang yang berilmu di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, dan para pengikutnya, serta orang-orang setelah mereka, seperti: Sufyan Al-Thawri, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq berpendapat tentang meninggalkan wudhu setelah menyentuh api. Ini adalah yang terakhir dari dua urusan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Hadits ini seolah-olah membatalkan hadits pertama, yaitu hadits berwudhu dari benda yang terkena api.
Diriwayatkan oleh
Jabir (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/80
Tingkat
Hasan Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait