Jami at-Tirmidzi — Hadis #26779
Hadis #26779
حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ الْبَغْدَادِيُّ، وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْهَرَوِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ كَامِلٍ الْمَرْوَزِيُّ الْمَعْنَى، وَاحِدٌ، قَالُوا حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ كِتَابَ الصَّدَقَةِ فَلَمْ يُخْرِجْهُ إِلَى عُمَّالِهِ حَتَّى قُبِضَ فَقَرَنَهُ بِسَيْفِهِ فَلَمَّا قُبِضَ عَمِلَ بِهِ أَبُو بَكْرٍ حَتَّى قُبِضَ وَعُمَرُ حَتَّى قُبِضَ وَكَانَ فِيهِ
" فِي خَمْسٍ مِنَ الإِبِلِ شَاةٌ وَفِي عَشْرٍ شَاتَانِ وَفِي خَمْسَ عَشْرَةَ ثَلاَثُ شِيَاهٍ وَفِي عِشْرِينَ أَرْبَعُ شِيَاهٍ وَفِي خَمْسٍ وَعِشْرِينَ بِنْتُ مَخَاضٍ إِلَى خَمْسٍ وَثَلاَثِينَ فَإِذَا زَادَتْ فَفِيهَا ابْنَةُ لَبُونٍ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ فَإِذَا زَادَتْ فَفِيهَا حِقَّةٌ إِلَى سِتِّينَ فَإِذَا زَادَتْ فَفِيهَا جَذَعَةٌ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ فَإِذَا زَادَتْ فَفِيهَا ابْنَتَا لَبُونٍ إِلَى تِسْعِينَ فَإِذَا زَادَتْ فَفِيهَا حِقَّتَانِ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ وَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ ابْنَةُ لَبُونٍ . وَفِي الشَّاءِ فِي كُلِّ أَرْبَعِينَ شَاةً شَاةٌ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَإِذَا زَادَتْ فَشَاتَانِ إِلَى مِائَتَيْنِ فَإِذَا زَادَتْ فَثَلاَثُ شِيَاهٍ إِلَى ثَلاَثِمِائَةِ شَاةٍ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى ثَلاَثِمِائَةِ شَاةٍ فَفِي كُلِّ مِائَةِ شَاةٍ شَاةٌ ثُمَّ لَيْسَ فِيهَا شَيْءٌ حَتَّى تَبْلُغَ أَرْبَعَمِائَةٍ وَلاَ يُجْمَعُ بَيْنَ مُتَفَرِّقٍ وَلاَ يُفَرَّقُ بَيْنَ مُجْتَمِعٍ مَخَافَةَ الصَّدَقَةِ وَمَا كَانَ مِنْ خَلِيطَيْنِ فَإِنَّهُمَا يَتَرَاجَعَانِ بِالسَّوِيَّةِ وَلاَ يُؤْخَذُ فِي الصَّدَقَةِ هَرِمَةٌ وَلاَ ذَاتُ عَيْبٍ " . وَقَالَ الزُّهْرِيُّ إِذَا جَاءَ الْمُصَدِّقُ قَسَّمَ الشَّاءَ أَثْلاَثًا ثُلُثٌ خِيَارٌ وَثُلُثٌ أَوْسَاطٌ وَثُلُثٌ شِرَارٌ وَأَخَذَ الْمُصَدِّقُ مِنَ الْوَسَطِ . وَلَمْ يَذْكُرِ الزُّهْرِيُّ الْبَقَرَ . وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ وَبَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ . وَأَبِي ذَرٍّ وَأَنَسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ عَامَّةِ الْفُقَهَاءِ . وَقَدْ رَوَى يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ هَذَا الْحَدِيثَ وَلَمْ يَرْفَعُوهُ وَإِنَّمَا رَفَعَهُ سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ .
Ziyad bin Ayyub Al-Baghdadi, Ibrahim bin Abdullah Al-Harawi, dan Muhammad bin Kamil Al-Marwazi menceritakan kepada kita maknanya satu, mereka mengatakan Abbad bin Al-Awwam menceritakan kepada kita, atas wewenang Sufyan bin Hussein, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Salem, atas wewenang ayahnya, bahwa Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, menulis Dia tidak memberikannya kepada pekerjanya sampai dia meninggal, jadi dia mengikatnya ke pedangnya. Ketika diterima, Abu Bakar mengerjakannya sampai dia meninggal, dan Umar sampai dia meninggal. Dan di dalamnya ada, “Di antara lima ekor unta ada seekor domba, dan dari sepuluh dua ekor domba, dan dari lima belas tiga ekor domba, dan dari dua puluh empat ekor domba, dan dari dua puluh lima Binti Makhad sampai tiga puluh lima, dan jika lebih, maka Binti Labun sampai empat puluh lima, dan jika bertambah, maka Haqqahnya sampai enam puluh. Jika bertambah, maka di dalamnya ada satu Jadha`ah sampai tujuh puluh lima, dan jika bertambah, maka di dalamnya ada dua Binti Labun, sampai sembilan puluh, dan jika melebihi, maka di dalamnya ada dua Haqqah, sampai Dua Puluh Dan seratus. Jika melebihi dua puluh seratus, maka setiap lima puluh ada hijkat, dan setiap empat puluh ada Binti Labun. Dan dalam kasus domba, untuk setiap empat puluh domba ada seekor domba hingga Dua puluh seratus domba, jika melebihi dua ekor domba, hingga dua ratus, maka tiga ekor domba, hingga tiga ratus ekor domba, jika melebihi Tiga ratus ekor domba, maka untuk setiap seratus ekor domba terdapat seekor ekor domba, maka tidak ada apa-apa di dalamnya hingga mencapai empat ratus ekor, dan tidak boleh dikumpulkan di antara orang-orang yang berpencar, dan tidak boleh dibagi-bagi dalam satu kelompok. Takut akan sedekah, dan apa pun campuran keduanya, maka keduanya akan setara satu sama lain, dan sedekah tidak dianggap kuno atau swasembada. "Memalukan." Al-Zuhri berkata, “Ketika pemberi sertifikat datang, dia membagi dombanya menjadi tiga bagian: sepertiga baik, sepertiga sedang, dan sepertiga jahat, dan pemberi sertifikat mengambil dari Al-Wasat. Al-Zuhri tidak menyebut Al-Baqar. Atas wewenang Abu Bakr Al-Siddiq dan Bahz bin Hakim atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya. Dhar dan Anas. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Umar adalah hadits hasan. Hadits ini diamalkan menurut mayoritas ahli hukum. Yunus meriwayatkan Ibnu Yazid dan lebih dari satu orang, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Salim, hadits ini, namun mereka tidak meriwayatkannya, melainkan Sufyan bin Husein yang meriwayatkannya.
Diriwayatkan oleh
al-Zuhri (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 7/621
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 7: Zakat