Jami at-Tirmidzi — Hadis #26851
Hadis #26851
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ، أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ، أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ بِنْتَ الْحَارِثِ، بَعَثَتْهُ إِلَى مُعَاوِيَةَ بِالشَّامِ . قَالَ فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِلَّ عَلَىَّ هِلاَلُ رَمَضَانَ وَأَنَا بِالشَّامِ فَرَأَيْنَا الْهِلاَلَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فِي آخِرِ الشَّهْرِ فَسَأَلَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلاَلَ فَقَالَ مَتَى رَأَيْتُمُ الْهِلاَلَ فَقُلْتُ رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ . فَقَالَ أَأَنْتَ رَأَيْتَهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَقُلْتُ رَآهُ النَّاسُ وَصَامُوا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ . قَالَ لَكِنْ رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُومُ حَتَّى نُكْمِلَ ثَلاَثِينَ يَوْمًا أَوْ نَرَاهُ . فَقُلْتُ أَلاَ تَكْتَفِي بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَصِيَامِهِ قَالَ لاَ هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ لِكُلِّ أَهْلِ بَلَدٍ رُؤْيَتَهُمْ .
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ismail bin Jafar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abi Harmala menceritakan kepada kami, Kurayb menceritakan kepadaku bahwa Ummu al-Fadl adalah putri Al-Harits, aku mengirimnya ke Muawiyah di Syam. Dia berkata, “Maka aku datang ke Syam dan memenuhi kebutuhannya, dan bulan sabit Ramadhan dimulai bagiku ketika aku berada di Syam.” Kami melihat hilal pada malam Jumat, kemudian saya datang ke Madinah pada akhir bulan, dan Ibnu Abbas bertanya kepada saya. Kemudian dia menyebutkan bulan sabit dan berkata, “Kapan kamu melihat bulan sabit?” kataku. Kami melihatnya pada Jumat malam. Dia berkata, “Apakah kamu melihatnya pada Jumat malam?” Saya berkata, “Orang-orang melihatnya lalu berpuasa, dan Muawiyah pun berpuasa.” Beliau bersabda, “Tetapi kami melihatnya pada Sabtu malam, maka kami akan terus berpuasa sampai kami genap tiga puluh hari atau kami dapat melihatnya.” Maka saya berkata, “Apakah kamu puas melihat Muawiyah?” Dan tentang puasanya, dia berkata, “Tidak, inilah yang diperintahkan Rasulullah SAW kepada kita.” Abu Issa berkata, “Hadits Ibnu Abbas adalah hadits yang baik, shahih, dan ganjil.” Penafsiran hadits ini menurut para ahli ilmu adalah bahwa setiap kaum di suatu negara mempunyai visinya masing-masing.
Diriwayatkan oleh
Muhammad bin Abi Harmalah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 8/693
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 8: Puasa