Jami at-Tirmidzi — Hadis #26888

Hadis #26888
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حَفْصَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ حَفْصَةَ حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَوْلُهُ وَهُوَ أَصَحُّ وَهَكَذَا أَيْضًا رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنِ الزُّهْرِيِّ مَوْقُوفًا وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ إِلاَّ يَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ ‏.‏ وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فِي رَمَضَانَ أَوْ فِي قَضَاءِ رَمَضَانَ أَوْ فِي صِيَامِ نَذْرٍ إِذَا لَمْ يَنْوِهِ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يُجْزِهِ وَأَمَّا صِيَامُ التَّطَوُّعِ فَمُبَاحٌ لَهُ أَنْ يَنْوِيَهُ بَعْدَ مَا أَصْبَحَ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏
Ishaq bin Mansour menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Maryam menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Abi Bakar, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Salem bin Abdullah, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Hafsa, atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Barangsiapa yang tidak menuntaskan puasanya sebelum fajar, maka ia tidak berpuasa. Bagi dia. Abu Issa berkata: Hadits Hafsa adalah hadits yang tidak kita ketahui yang ditelusuri kembali ke Nabi kecuali dari rantai transmisi ini. Diriwayatkan pada otoritas Nafi’ pada otoritas Ibnu Umar. Pernyataannya yang lebih benar, begitu pula hadits ini diriwayatkan dari Al-Zuhri, dan kami tidak mengetahui siapa pun yang mengaitkannya kecuali Yahya bin Ayyub. Tetapi Artinya menurut ahli ilmu, tidak ada puasa bagi orang yang tidak menuntaskan puasanya sebelum fajar di bulan Ramadhan, atau saat mengqadha Ramadhan, atau saat berpuasa. Jika dia bernazar, padahal dia tidak niat pada malam hari, maka hal itu tidak diperbolehkan baginya. Adapun puasa sunnah dibolehkan niatnya setelah pagi, dan ini pendapat Syafi’i. Dan Ahmad dan Ishaq...
Diriwayatkan oleh
Hafsah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 8/730
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 8: Puasa
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait