Jami at-Tirmidzi — Hadis #27026

Hadis #27026
حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ، وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهْ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لاَ تَمْنَعُوا أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى أَيَّةَ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي ذَرٍّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهْ أَيْضًا ‏.‏ وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الصَّلاَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَبَعْدَ الصُّبْحِ بِمَكَّةَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لاَ بَأْسَ بِالصَّلاَةِ وَالطَّوَافِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَبَعْدَ الصُّبْحِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَاحْتَجُّوا بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم هَذَا ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا طَافَ بَعْدَ الْعَصْرِ لَمْ يُصَلِّ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَكَذَلِكَ إِنْ طَافَ بَعْدَ صَلاَةِ الصُّبْحِ لَمْ يُصَلِّ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ‏.‏ وَاحْتَجُّوا بِحَدِيثِ عُمَرَ أَنَّهُ طَافَ بَعْدَ صَلاَةِ الصُّبْحِ فَلَمْ يُصَلِّ وَخَرَجَ مِنْ مَكَّةَ حَتَّى نَزَلَ بِذِي طُوًى فَصَلَّى بَعْدَ مَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ ‏.‏
Abu Ammar dan Ali bin Khashram meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Al-Zubayr, atas wewenang Abdullah bin Babah, atas wewenang Jubayr. Bin Mutim, bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda, “Wahai Bani Abd Manaf, janganlah menghalangi siapa pun untuk mengelilingi Rumah ini dan berdoa kapan pun dia mau.” Siang atau malam." Dan atas wewenang Ibnu Abbas dan Abu Dzar. Abu Issa berkata: Hadits Jubayr bin Mut’im adalah hadits yang baik dan shahih. Diriwayatkan pula oleh Abdullah bin Abi Najih atas wewenang Abdullah bin Babah. Para ahli berbeda pendapat mengenai shalat setelah shalat Ashar. Dan setelahnya Shalat Subuh di Mekkah, dan sebagian dari mereka mengatakan tidak ada salahnya shalat dan mengelilinginya setelah shalat Ashar dan setelah shalat Subuh. Demikian pendapat Al-Syafi’i dan Ahmad. Dan Ishak, dan mereka menggunakan hadis Nabi ini, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sebagai bukti. Ada pula yang mengatakan, jika ia berkhianat setelah shalat Ashar, maka ia tidak shalat sampai matahari terbenam, demikian pula jika Dia mengelilinginya setelah salat subuh dan tidak salat sampai matahari terbit. Mereka menggunakan hadits Umar sebagai bukti bahwa dia mengelilingi setelah shalat subuh dan tidak shalat dan meninggalkan Mekah. Hingga ia turun ke Dhu Tuwa dan berdoa setelah matahari terbit. Demikian perkataan Sufyan al-Thawri dan Malik bin Anas.
Diriwayatkan oleh
Jabir ibn Mut'im (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 9/868
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 9: Haji
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait