Jami at-Tirmidzi — Hadis #27068
Hadis #27068
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ نَاجِيَةَ الْخُزَاعِيِّ، صَاحِبِ بُدْنِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَصْنَعُ بِمَا عَطِبَ مِنَ الْبُدْنِ قَالَ
" انْحَرْهَا ثُمَّ اغْمِسْ نَعْلَهَا فِي دَمِهَا ثُمَّ خَلِّ بَيْنَ النَّاسِ وَبَيْنَهَا فَيَأْكُلُوهَا " . وَفِي الْبَابِ عَنْ ذُؤَيْبٍ أَبِي قَبِيصَةَ الْخُزَاعِيِّ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ نَاجِيَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا فِي هَدْىِ التَّطَوُّعِ إِذَا عَطِبَ لاَ يَأْكُلُ هُوَ وَلاَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ رُفْقَتِهِ وَيُخَلَّى بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ يَأْكُلُونَهُ وَقَدْ أَجْزَأَ عَنْهُ . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . وَقَالُوا إِنْ أَكَلَ مِنْهُ شَيْئًا غَرِمَ بِقَدْرِ مَا أَكَلَ مِنْهُ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِذَا أَكَلَ مِنْ هَدْىِ التَّطَوُّعِ شَيْئًا فَقَدْ ضَمِنَ الَّذِي أَكَلَ .
Harun bin Ishaq Al-Hamdani menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Najiya Al-Khuza'i, Pemilik jenazah Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: Saya berkata, ya Rasulullah, apa yang harus saya lakukan dengan apa yang rusak dari tubuh? Dia berkata: “Sembelihlah, lalu celupkan solnya.” Di dalam darahnya, lalu campurkan di antara manusia dan biarkan mereka memakannya.” Dan atas wewenang Dhu’ayb Abi Qubaisah Al-Khuza’i. Abu Issa mengatakan sebuah hadits Najiya, sebuah hadits yang hasan dan shahih. Dan hal ini harus ditindaklanjuti menurut orang-orang yang berilmu. Mereka mengatakan mengenai tuntunan tautu’, jika rusak baik dia maupun orang lain tidak akan memakannya. Dari Keluarga sahabat-sahabatnya, dan dia harus dipisahkan dari dirinya sendiri sementara orang-orang memakannya, dan itu sudah cukup. Demikian pendapat Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Dan mereka berkata: Jika dia memakannya, maka dia akan didenda sesuai dengan apa yang dia makan. Sebagian ahli ilmu mengatakan, jika dia memakan salah satu kurban sunnah, maka orang yang makan itu bertanggung jawab. .
Diriwayatkan oleh
Najiyah al-Khuza'i (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 9/910
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 9: Haji