Jami at-Tirmidzi — Hadis #27188
Hadis #27188
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُلَىِّ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، قَالَ ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ يَكْرَهُونَ الصَّلاَةَ عَلَى الْجَنَازَةِ فِي هَذِهِ السَّاعَاتِ . وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا . يَعْنِي الصَّلاَةَ عَلَى الْجَنَازَةِ . وَكَرِهَ الصَّلاَةَ عَلَى الْجَنَازَةِ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَعِنْدَ غُرُوبِهَا وَإِذَا انْتَصَفَ النَّهَارُ حَتَّى تَزُولَ الشَّمْسُ . وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . قَالَ الشَّافِعِيُّ لاَ بَأْسَ بِالصَّلاَةِ عَلَى الْجَنَازَةِ فِي السَّاعَاتِ الَّتِي تُكْرَهُ فِيهِنَّ الصَّلاَةُ .
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Musa bin Ali bin Rabah, atas wewenang bapaknya, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Uqba bin Amir Al-Juhani, katanya tiga jam. Rasulullah SAW, pernah melarang kita untuk salat di dalamnya atau menguburkan jenazah di dalamnya ketika matahari baru saja terbit hingga terbit dan ketika matahari terbit. Dia terbit pada siang hari hingga terbenamnya matahari, dan ketika matahari terbenam hingga terbenamnya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan kerjakan itu. Hal ini menurut sebagian orang yang berilmu, di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, dan lain-lain. Mereka tidak suka berdoa di pemakaman pada jam-jam tersebut. Ibnu Al-Mubarak berkata: Makna hadits ini adalah kita menguburkan jenazah kita di sana. Artinya shalat jenazah. Dia tidak menyukai shalat jenazah. Pemakaman dilakukan pada saat matahari terbit, saat matahari terbenam, dan pada tengah hari hingga matahari terbenam. Demikianlah ucapan Ahmad dan Ishaq. Dia berkata. Al-Syafi’i: Tidak ada salahnya shalat di pemakaman pada waktu-waktu yang tidak disukai shalat.
Diriwayatkan oleh
Uqbah bin Amir al-Juhni (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 10/1030
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 10: Jenazah