Jami at-Tirmidzi — Hadis #27886
Hadis #27886
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ " . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا فِي جُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَتْ فَقَدْ طَهُرَتْ . قَالَ أَبُو عِيسَى قَالَ الشَّافِعِيُّ أَيُّمَا إِهَابِ مَيْتَةٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ إِلاَّ الْكَلْبَ وَالْخِنْزِيرَ . وَاحْتَجَّ بِهَذَا الْحَدِيثِ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ إِنَّهُمْ كَرِهُوا جُلُودَ السِّبَاعِ وَإِنْ دُبِغَ وَهُوَ قَوْلُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَشَدَّدُوا فِي لُبْسِهَا وَالصَّلاَةِ فِيهَا . قَالَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ إِنَّمَا مَعْنَى قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ " . جِلْدُ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ هَكَذَا فَسَّرَهُ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ . وَقَالَ إِسْحَاقُ قَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ إِنَّمَا يُقَالُ الإِهَابُ لِجِلْدِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah dan Abd al-Aziz bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Zayd bin Aslam, atas wewenang Abd al-Rahman bin Wa’ala, atas wewenang Ibnu Abbas, Rasulullah SAW, bersabda, “Kulit apa pun yang disamak telah disucikan.” Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Hal ini menurut sebagian besar ahli ilmu. Mereka mengatakan mengenai kulit hewan yang mati, jika disamak maka ia suci. kata Abu Issa. Al-Syafi’i berkata, “Yang manakah kulit dari kulit itu?” Bangkai yang telah disamak disucikan, kecuali anjing dan babi. Hadits ini dijadikan bukti. Beberapa orang yang berilmu di antara para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengatakan: Dia dan yang lainnya mengatakan bahwa mereka tidak menyukai kulit binatang buas, meskipun kulitnya kecokelatan. Demikian pendapat Abdullah bin Al-Mubarak, Ahmad, dan Ishaq, dan mereka tegas dalam memakainya. Dan doa didalamnya. Ishaq bin Ibrahim berkata, “Yang dimaksud dengan sabda Rasulullah SAW hanyalah: “Kutikula yang telah disamak telah disucikan.” Kulit sesuatu yang dagingnya dimakan. Demikian penjelasan Al-Nadr bin Shumayl. Dan Ishaq berkata: Al-Nadhar bin Shumail berkata, “Kulitnya hanya dikatakan untuk kulit yang bisa dimakan.” Dagingnya...
Diriwayatkan oleh
Ibnu Abbas (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 24/1728
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 24: Pakaian