Jami at-Tirmidzi — Hadis #28270
Hadis #28270
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، قال: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ وَوَكِيعٌ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ، وَقَالَ، بَعْضُهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ، قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا السُّنَّةُ فِي الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ يُسْلِمُ عَلَى يَدَىْ رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " هُوَ أَوْلَى النَّاسِ بِمَحْيَاهُ وَمَمَاتِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ وَيُقَالُ ابْنُ مَوْهَبٍ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ . وَقَدْ أَدْخَلَ بَعْضُهُمْ بَيْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ وَبَيْنَ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ وَلاَ يَصِحُّ رَوَاهُ يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ وَزَادَ فِيهِ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ وَهُوَ عِنْدِي لَيْسَ بِمُتَّصِلٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يُجْعَلُ مِيرَاثُهُ فِي بَيْتِ الْمَالِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " أَنَّ الْوَلاَءَ لِمَنْ أَعْتَقَ " .
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, beliau berkata: Abu Usamah, Ibnu, Numayr dan Waki’ menceritakan kepada kami atas wewenang Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, atas wewenang Abdullah bin Mawhib, dan sebagian dari mereka mengatakan, atas wewenang Abdullah bin Wahb, atas wewenang Tamim al-Dari, katanya, aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, apa sunnahnya? Seorang laki-laki dari kalangan musyrik mengucapkan salam di tangan seorang laki-laki dari kalangan Islam, dan Rasulullah SAW bersabda, “Dialah orang yang paling dekat dalam hidup dan matinya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang tidak kami ketahui kecuali dari hadits Abdullah bin Wahb, dan dikatakan Ibnu Mawhib atas wewenang Tamim al-Dari. Ada pula yang masuk antara Abdullah bin Wahb dan Tamim al-Dari Qabaisa bin Dhu’ayb, dan itu tidak shahih. Diriwayatkan oleh Yahya bin Hamzah dari Abdul Al-Aziz bin Omar, dan ditambahkan oleh Qubaisah bin Dhu’ayb, namun menurut saya tidak ada sangkut pautnya. Hadits ini berdasarkan pendapat sebagian ulama. Ada pula yang berpendapat bahwa harta warisannya harus dimasukkan ke dalam kas, hal ini merupakan pendapat Syafi’i, dan ia menggunakan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai dalilnya, “Kesetiaan adalah milik orang yang merdeka.”
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Mawhab - (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 29/2112
Tingkat
Hasan Sahih
Kategori
Bab 29: Warisan