Jami at-Tirmidzi — Hadis #28865
Hadis #28865
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" مَنْ كَشَفَ سِتْرًا فَأَدْخَلَ بَصَرَهُ فِي الْبَيْتِ قَبْلَ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ فَرَأَى عَوْرَةَ أَهْلِهِ فَقَدْ أَتَى حَدًّا لاَ يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَأْتِيَهُ لَوْ أَنَّهُ حِينَ أَدْخَلَ بَصَرَهُ اسْتَقْبَلَهُ رَجُلٌ فَفَقَأَ عَيْنَيْهِ مَا غَيَّرْتُ عَلَيْهِ وَإِنْ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى بَابٍ لاَ سِتْرَ لَهُ غَيْرِ مُغْلَقٍ فَنَظَرَ فَلاَ خَطِيئَةَ عَلَيْهِ إِنَّمَا الْخَطِيئَةُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ " . وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي أُمَامَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِثْلَ هَذَا إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ لَهِيعَةَ وَأَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ubayd Allah ibn Abi Ja’far, atas wewenang Abu Abd al-Rahman al-Hubali, atas wewenang Abu Dzar, beliau bersabda, Rasulullah SAW, “Barangsiapa membuka tabir dan melihat ke dalam rumah sebelum dipanggil dan melihat aurat keluarganya, maka ia telah melakukan azab yang zalim.” Boleh baginya untuk mendatanginya, jika ketika dia masuk ke dalam pandangannya ada seorang laki-laki yang bertemu dengannya dan mencungkil matanya, maka saya tidak akan mengubah keadaannya, dan jika seseorang melewati pintu yang tidak tertutup, maka dia memandangnya dan tidak ada dosa padanya, melainkan dosanya ada pada rumah tangganya.” Dan atas wewenang Abu Hurairah dan Abu Umamah Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Kita tidak mengetahui hal seperti ini kecuali dari hadits Ibnu Lahi’ah dan Abu Abd al-Rahman al-Hubli yang bernama Abd. Allah bin Yazid.
Diriwayatkan oleh
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 42/2707
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 42: Meminta Izin