Jami at-Tirmidzi — Hadis #29017
Hadis #29017
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ اللَّهَ ضَرَبَ مَثَلاً صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا عَلَى كَنَفَىِ الصِّرَاطِ سُورَانِ لَهُمَا أَبْوَابٌ مُفَتَّحَةٌ عَلَى الأَبْوَابِ سُتُورٌ وَدَاعٍ يَدْعُو عَلَى رَأْسِ الصِّرَاطِ وَدَاعٍ يَدْعُو فَوْقَهُ: (وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ) وَالأَبْوَابُ الَّتِي عَلَى كَنَفَىِ الصِّرَاطِ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ يَقَعُ أَحَدٌ فِي حُدُودِ اللَّهِ حَتَّى يُكْشَفَ السِّتْرُ وَالَّذِي يَدْعُو مِنْ فَوْقِهِ وَاعِظُ رَبِّهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ سَمِعْتُ زَكَرِيَّا بْنَ عَدِيٍّ يَقُولُ قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ الْفَزَارِيُّ خُذُوا عَنْ بَقِيَّةَ مَا حَدَّثَكُمْ عَنِ الثِّقَاتِ وَلاَ تَأْخُذُوا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ مَا حَدَّثَكُمْ عَنِ الثِّقَاتِ وَلاَ غَيْرِ الثِّقَاتِ .
Ali bin Hajar al-Saadi meriwayatkan kepada kami, dia berkata, Baqiyya ibn al-Walid meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Buhair ibn Sa'd, atas wewenang Khalid ibn Ma'dan, atas wewenang Jubayr ibn Nufayr, atas wewenang Al-Nawwas bin Samaan Al-Kalabi, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Sesungguhnya Allah telah memberi contoh jalan yang lurus Seperti halnya dua dinding yang pintunya terbuka di atas jalan setapak, dan di atas pintu itu ada tirai. Seorang perpisahan memanggil di ujung jalan. Seorang perpisahan menyeru di atasnya: (Dan Allah menyeru ke tempat yang damai, dan Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.) Dan pintu-pintu yang ada di tepi jalan itu adalah batas-batas Allah, sehingga tidak roboh. “Tidak ada seorang pun yang berada dalam batas-batas Allah sampai jilbabnya terbuka. Dan orang yang menyeru di atasnya adalah peringatan kepada Tuhannya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh.” Dia berkata: Saya mendengar Abdullah bin Abdul Rahman berkata: Saya mendengar Zakaria bin Adiy berkata: Abu Ishaq Al-Fazari berkata: Ambillah dari sisa apa yang ada. Dia meriwayatkan kepada Anda berdasarkan perawi yang dapat dipercaya, dan janganlah mengambil dari Ismail bin Ayyash apa yang dia ceritakan kepada Anda berdasarkan perawi yang dapat dipercaya atau siapa pun selain perawi yang dapat dipercaya.
Diriwayatkan oleh
al-Nawwas bin Sam'an al-Kilabi (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 44/2859
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 44: Perumpamaan