Jami at-Tirmidzi — Hadis #26296
Hadis #26296
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، أَنَّ امْرَأَةً، سَأَلَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَنِ الثَّوْبِ يُصِيبُهُ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" حُتِّيهِ ثُمَّ اقْرُصِيهِ بِالْمَاءِ ثُمَّ رُشِّيهِ وَصَلِّي فِيهِ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَسْمَاءَ فِي غَسْلِ الدَّمِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الدَّمِ يَكُونُ عَلَى الثَّوْبِ فَيُصَلِّي فِيهِ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَهُ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ التَّابِعِينَ إِذَا كَانَ الدَّمُ مِقْدَارَ الدِّرْهَمِ فَلَمْ يَغْسِلْهُ وَصَلَّى فِيهِ أَعَادَ الصَّلاَةَ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا كَانَ الدَّمُ أَكْثَرَ مِنْ قَدْرِ الدِّرْهَمِ أَعَادَ الصَّلاَةَ . وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ . وَلَمْ يُوجِبْ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ التَّابِعِينَ وَغَيْرِهِمْ عَلَيْهِ الإِعَادَةَ وَإِنْ كَانَ أَكْثَرَ مِنْ قَدْرِ الدِّرْهَمِ . وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَقَالَ الشَّافِعِيُّ يَجِبُ عَلَيْهِ الْغَسْلُ وَإِنْ كَانَ أَقَلَّ مِنْ قَدْرِ الدِّرْهَمِ وَشَدَّدَ فِي ذَلِكَ .
Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang Fathimah binti Al-Mundhir, atas wewenang Asma binti Abi Bakar, bahwa ada seorang wanita yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang pakaian yang dapat mengeluarkan darah dari haid, dan Rasulullah SAW bersabda, “Mandilah lalu kemudian Secukupnya dengan air, kemudian dipercikkan dan didoakan di dalamnya.” Beliau menjawab: Dan atas wewenang Abu Hurairah dan Ummu Qais binti Muhsin. Abu Issa menyebutkan sebuah hadits Nama mengenai pencucian darah. Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Para ahli berbeda pendapat mengenai darah yang ada pada pakaian dan hendaknya shalat di dalamnya sebelum mencucinya. Dia berkata Sebagian ulama di kalangan pengikutnya mengatakan, jika darahnya sebesar satu dirham dan dia tidak mencucinya dan shalat di dalamnya, maka dia akan mengulangi shalatnya. Ada pula yang mengatakan bahwa jika darah itu Dia mengulangi shalatnya melebihi nilai satu dirham. Demikian pandangan Sufyan al-Thawri dan Ibnu al-Mubarak. Beberapa warga tidak menurutinya Ilmu dari para penerus dan orang lain wajib dikembalikan, meskipun nilainya melebihi satu dirham. Inilah yang dikatakan Ahmad dan Ishaq. kata Al-Syafi’i. Ia wajib mandi meskipun nilainya kurang dari satu dirham, dan ia wajib melakukannya dalam hal itu.
Diriwayatkan oleh
Asma binti Abubakr (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/138
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci