Jami at-Tirmidzi — Hadis #26503
Hadis #26503
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا أَشْعَثُ بْنُ سَعِيدٍ السَّمَّانُ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فِي لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ فَلَمْ نَدْرِ أَيْنَ الْقِبْلَةُ فَصَلَّى كُلُّ رَجُلٍ مِنَّا عَلَى حِيَالِهِ فَلَمَّا أَصْبَحْنَا ذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَنَزَلَ: (فَأَيْنَمَا تُولُّوا فَثَمَّ وَجْهُ الله) . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَاكَ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ أَشْعَثَ السَّمَّانِ . وَأَشْعَثُ بْنُ سَعِيدٍ أَبُو الرَّبِيعِ السَّمَّانُ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ . وَقَدْ ذَهَبَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا . قَالُوا إِذَا صَلَّى فِي الْغَيْمِ لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ ثُمَّ اسْتَبَانَ لَهُ بَعْدَ مَا صَلَّى أَنَّهُ صَلَّى لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ فَإِنَّ صَلاَتَهُ جَائِزَةٌ . وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ .
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, Ash’ath bin Saeed Al-Samman meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Asim bin Ubaid Allah, atas wewenang Abdullah bin Amir bin Rabi’ah, atas wewenang bapaknya, bersabda: Kami bersama Nabi Muhammad SAW, dalam perjalanan di malam yang gelap, dan kami tidak tahu di mana kiblat berada, jadi semua orang berdoa. Seorang laki-laki di antara kami sedang dalam suatu keadaan, dan ketika kami bangun, kami menyebutkan hal itu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia mengungkapkan: (Jadi ke mana pun Anda berpaling, di situlah wajah Tuhan.) Kata Abu Issa. Ini adalah hadis yang rantai penularannya tidak sama dengan itu. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Ash’ath Al-Samman. Dan Asy'ath bin Saeed Abu Al-Rabi' Burung puyuh digandakan dalam hadis. Sebagian besar ulama menganut pandangan ini. Mereka berkata: Jika dia shalat di awan, menghadap selain kiblat, maka menjadi jelas. Setelah dia shalat, dia mengatakan bahwa dia shalat ke arah selain kiblat, maka shalatnya diperbolehkan. Inilah yang dikatakan Sufyan al-Thawri, Ibnu al-Mubarak, dan Ahmad. Dan Ishaq...
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Amir bin Rabi'ah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/345
Tingkat
Hasan
Kategori
Bab 2: Shalat